DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using Board Games as Instructional Media to Improve the Speaking Ability of the Seventh Graders of MTS NU Kraksaan. (Thesis)

Mohammad As'ad

Abstrak


As'ad, Mohammad. 2011. Using Board Games as Instructional Media to Improve the Speaking Ability of the Seventh Graders of MTS NU Kraksaan. Thesis. Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Mukminatien, M.Pd., (II) Dr. Arwijati W. Murdibjono, M.Pd, Dip. Tesl.

Key words: board games, speaking ability.

Speaking English is one skill that most students of MTS NU Kraksaan would like to master to guarantee that they have learned the language. This is still a difficult task for most students, especially in the seventh graders. Some problems faced by the teacher and the students are that most English teachers are hard to set the strategy and the media to stimulate the students to express their ideas fluently. Domination of drilling and memorization of dialogues are also the other factors of the students' less motivation. Besides, most classrooms activities are dominated by teacher talk. In addition to these points, students also face problems that they are reluctant and afraid of speaking. Therefore, the use of board games intentionally will make them learn the language easily. Basically, board game is an interesting media since it covers the power of play games and the language learning. This game can be obtained from many sources, like the Internet or the teachers can make it themselves with the idea from the Internet.

Dealing with the idea in using board games, the study was focused on examining how using board games as instructional media can improve the students' participation during the class activities and their speaking ability. The board games were chosen as they are appropriate for the seventh graders who were familiar with the games play in their childhood. In terms of context, language, and expressions found in the board games are appropriate for their level. Besides, board games use the power of interaction. The two players take turns to roll a dice and each player must say something or respond the classmate related to which place they land on the board. Board games are very invaluable for the students as a break and at the same time allow students to practice language skills. As a result, the students practice the drill of using English with their classmate.

In this study, the researcher applied collaborative classroom action research (CCAR). The research was carried out in two cycles; the first cycle consisted of three meetings while the second cycle two meetings. The data were collected through some instruments, namely speaking performance test, observation checklists, field notes, and questionnaire. The data were analyzed quantitatively and qualitatively.

The findings of the research show that board games improved the students' speaking ability in asking for and giving opinion and increased their participation and involvement during the class activities. Their speaking performance developed in terms of communication, fluency, and accuracy. This can be seen from the students' score that improved from 67 as the average score in Cycle 1 to 79 in Cycle 2. In Cycle 1, there were 9 students (39.13%) who met the criteria of success. In cycle 2, 21 students met the criteria of success, or 91% of the students succeeded. Their participation in the classroom reflected in questionnaire also increased. They showed their positive responses toward the use of board games with the average quantification 77 or 20 students (86.9%) in Cycle 1. It increased 100% in Cycle 2.

Based on the findings, it can be concluded that using board games to teach speaking in the classroom could improve the students' skill and ability in asking for and giving opinion and their involvement. The success in using board games is based on the following procedures: brainstorming the students' background knowledge of the topic; providing pictures and stimulating questions in the context and their responses; enriching vocabulary and drilling the pronunciation; providing models of dialogue; inviting the students to identify the structure of spoken expressions; modeling the procedure by demonstrating the use of board game; grouping the students; asking the students to play board game; assigning the students to make role play performance; monitoring the students' activity; and giving feedback on the students' performances. For the teachers who use such kind of these board games are advised to make them more contextual and challenging and for those who have great willingness to have independent study are greatly advised to explore more on the use of board games for speaking and enriching the students' vocabulary.

 

ABSTRAK

As'ad, Mohammad. 2011. Menggunakan "Board Games" sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas Tujuh MTS NU Kraksaan. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Mukminatien, M.Pd., (II) Dr. Arwijati W. Murdibjono, M.Pd, Dip. Tesl.

Kata Kunci: board games, kemampuan berbicara

Berbicara bahasa Inggris merupakan satu kemampuan yang sebagian besar ingin dikuasai siswa sebagai bukti mereka belajar bahasa Inggris. Hal ini masih menjadi kesulitan tersendiri bagi sebagian besar siswa, khususnya kelas tujuh A2. Masalah yang dihadapi siswa adalah bahwa sebagian besar guru kesulitan menciptakan strategi dan media yang dapat merangsang siswa mengungkapkan ide dengan lancar. Dominasi drilling dan hafalan dialog juga merupakan faktor lain yang membuat siswa kurang termotivasi. Disamping itu, sebagian besar pembelajaran didominasi oleh guru. Selain itu, siswa sendiri memiliki masalah bahwa mereka canggung dan takut berbicara. Sehingga, penggunaan board game secara sadar akan membuat mereka belajar bahasa dengan mudah. Pada dasarnya, board game merupakan media menarik selagi hal ini mencakup kekuatan permainan dan pembelajaran bahasa. Game ini bisa didapat dari banyak sumber, seperti internet, atau bahkan guru bisa membuat sendiri dengan bersumber ide dari internet.

Sehubungan dengan ide penggunaan media board games, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana board games sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dan meningkatkan partisipasi mereka selama pembelajaran. Board games dipilih karena sesuai dengan tingkatan siswa kelas VII karena mereka sudah akrab dengan permainan ini dimasa kecil mereka. Dalam hal ini, konteks, bahasa, dan ungkapan sesuai dengan level mereka. Disamping itu, board games menggunakan kekuatan interaksi yaitu dua orang pemain melempar dadu dan masing - masing pemain harus mengatakan sesuatu atau merespon ungkapan yang ditayakannya dalam kotak games. Board games pada satu sisi bisa menjadi pengisi waktu luang, namun disaat yang sama dapat pula membuat siswa mempraktekkan kemampuannya dalam berbahasa. Sebagai hasilnya, mereka praktik berbahasa Inggris dengan temannya.

Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas Kolaborasi (PTK). Peneliti dibantu oleh seorang collaborator yang membantu selama penelitian berlangsung. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus yang terdiri dari 5 kali pertemuan. Data penelitian diperoleh melalui beberapa instrument, yaitu tes kemampuan berbicara, lembar dan catatan observasi, dan angket. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa board games dapat meningkatkan kemampuan siswa berbicara, utamanya dalam meminta dan mengungkapkan pendapat dan juga meningkatkan tingkat partisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung. Kemampuan berbicara mereka meningkat dalam aspek komunikasi, kelancaran, dan ketepatan. Hal ini bisa dilihat dari skor rata - rata mereka, yaitu 67 pada siklus 1, dan kemudian meningkat menjadi 79 pada siklus 2. Selama siklus 1, ada 9 siswa (39.13 persen) sesuai dengan kriteria keberhasilan. Pada siklus 2, siswa yang berhasil mencapai 21 orang siswa (91% ). Tingkat partisipasi mereka pun meningkat yang tampak pada lembar observasi, catatan observasi, maupun angket. Mereka menunjukkan respon positif terkait penggunaan media board games dengan rata - rata nilai 77 atau 20 siswa (86.9%) pada siklus 1. Kemudian, pada siklus 2 menjadi 100%.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan board games untuk mengajar berbicara bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dan tingkat partisipasi mereka. Kesuksesan dalam menggunakan board game didasarkan pada langkah - langkah sebagai berikut: memberikan siswa pengetahuan awal terkait topic; memberikan gambar dan merangsang pertanyaan dan respon kepada siswa terkait gambar; memperkaya kosa kata dan drill pelafalan; menyediakan model-model dialog, meminta siswa untuk mengidentifikasi struktur ungkapan, memberikan model langkah - langkah bermain board game melalui demonstrasi, mengelompokkan siswa, meminta siswa bermain board game, menugaskan siswa untuk bermain peran, memonitor aktifitas siswa, dan memberikan umpan balik atas penampilan siswa. Bagi guru yang menggunakan sejenis board games ini disarankan untuk membuat media yang lebih kontekstual dan menantang terlebih bagi siswa dan bagi yang ingin melakukan penelitian sejenis, disarankan untuk lebih memperdalam penggunaan board games untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan memperkaya kosa kata siswa.