DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Use of Think-Pair-Share Strategy to Improve the Speaking Ability of the Ninth Grade Students of SMP N 1 Malang, East Java. (Tesis)

Sumardi Sumardi

Abstrak


Sumardi, 2011. The Use of Think-Pair-Share Strategy to Improve the Speaking Ability of the Ninth Grade Students of SMP N 1 Malang, East Java. Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisor (1) Prof. Dr. M.Adnan Latief, M.A., (2) Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

Keywords: The Use of, Improve, Think-Pair-Share Strategy, Speaking Ability

This study is aimed to improve the students' speaking ability. The students' improvements are indicated with the scores obtained. The scores that are achieved by the student should be above the passing grade, that is, 75% of the whole class. The improvements toward the skills in speaking, such as diction, grammar, intonation, and facial expression are assessed through two types of speaking assessments, that is, oral presentation and indirect testing. Since this study is to improve the speaking skill, this study focuses only on the aspects of the action taken to be elaborated by the students through talking about monolog in terms of report text and non interactive speaking.

This study employs the classroom action research relateds with the problems faced in the classroom. This study is administered with the research method. In every cycle of which consists of some actions to improve, to evaluate, and to change the behavior.

The subjects of the research are the students of IX G, SMP N 1 Malang, East Java. This class consists of 28 students. In the preliminary study, the students of IX G achieve only 50% of the minimum passing grade. They have problems in the aspects of facial expression, intonation, grammar, and diction. Besides, the students have problems, that is, their involvement is low, their motivation is low, and their interest is low as well.

There are four kinds of instruments that are used in this study. The first instrument is observation checklist. It is used to investigate the students' activities at the teaching and learning process especially during the teaching process and the teacher's activity in teaching. The second instrument is field note. It is used to know the good points and things to be improved on the implementation of the action from the students' and the teacher's side. The third instrument is questionnaires which are used to know the students' feeling about the implementation of the think-pair-share strategy in their speaking class and the effects of the strategy for their speaking. The final instrument is students' task which is used to know the students' final product on every cycle.

The study conducted is successful in overcoming the problems faced by the students, that is, students' speaking skill and students' involvement through the think-pair-share strategy. These findings have achieved the criteria of success. The findings cover some aspects measured by the researcher. The first finding is about the students' scores in speaking ability. The finding of the students' scores in oral presentation shows that the students' groups obtain the category of very good is 25%, good is 50%, and poor is 25%, and very poor is 0%. The scores in the first meeting show that only one group that achieve below the passing grade. However, this group achieves 10 in gain in the second meeting. In this case, the study conducted achieves 100% from 75% of the Kriteria Ketuntasan Minimum or KKM. Furthermore, the finding of the students' score in indirect testing shows that there are two kinds of scores that the students have achieved is that above Minimum Passing Grade or MPG is 96,42%, and equal to MPG is 3,58%. The second finding is about students' involvement in studying. In this study the findings show that in the first meeting the students' involvement in the teaching process is in the good level. Meanwhile, the finding in the second meeting shows that the students' involvement in the teaching process is in the good level. Finally, in the third meeting the finding shows that the students' involvement is in the good level. The third finding is about the students' motivation. In this study the finding shows that the students' motivation is good. Furthermore, the finding is about the students' interest and the teacher's interest toward the strategy implemented. In this case, the finding shows that the students' interest toward the strategy implemented is satisfactory. They feel comfortable when they study by using the think-pair-share strategy. Meanwhile, the finding of the teacher's interest shows that she really likes to know the implementation of the think-pair-share strategy.

 

ABSTRAK

Sumardi, 2011. Penggunaan Strategi Think-Pair-Share dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas 9 SMP N 1 Malang, Jawa Timur. Program Magister Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (1) Prof. Dr. Moh.Adnan Latief, M.A., Dosen Pembimbing (2) Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

Keywords: Penggunaan, Meningkatkan, Strategi Think-Pair-Share, Kemampuan Berbicara

Kajian ini dimaksudkan dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara. Peningkatan kemampuan dimaksud dapat dilihat melalui perolehan nilai siswa. Perolehan nilai tersebut hendaknya di atas ketuntasan minimal yakni 75 % secara keseluruhan siswa dalam satu kelas. Peningkatan kemampuan berbicara siswa dalam hal diksi, tata bahasa, gaya berbicara dan intonasi yang benar dikenali melalui suatu penilaian yang mencakup dua macam penilaian terhadap kemampuan berbicara yakni presentasi lisan dan tes secara tidak langsung. Karena studi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara, maka studi ini memfokuskan pada aspek-aspek perbuatan yang dipandang untuk dapat diperluas oleh para siswa melalui berbicara mengenai monolog dalam bentuk teks report dan keterampilan berbicara pada aspek non interaktif.

Kajian ini memakai penelitian tindakan di ruangan kelas. Kajian ini akan berkaitan erat dengan masalah-masalah yang sering dihadapi di kelas. Untuk itu masalah-masalah dimaksud akan dicoba dikurangi melalui suatu pendekatan reflective spiral. Masalah tersebut merupakan hal-hal yang sering dijumpai siswa di kelas ketika proses pembelajaran berlangsung. Kajian ini dalam memahami kesulitan belajar menggunakan pendekatan siklus yang berkelanjutan. Dalam setiap siklus yang terdiri dari beberapa tindakan yakni tindakan memperbaiki, tindakan mengevaluasi dan tindakan merubah perilaku siswa.

 Subyek yang akan diteliti adalah para siswa kelas IX G SMP N 1 Malang, Jawa Timur. Kelas ini terdiri dari 28 siswa. Dalam refleksi awal ini siswa kelas IX G SMP N 1 Malang, Jawa Timur memperoleh skor yang kurang memuaskan, yakni hanya 50%. Para siswa tersebut mengalami kesulitan dalam hal gaya berbicara, intonasi, tata bahasa dan diksi yang kesemuanya itu merupakan aspek makro dan mikro pada kemampuan berbicara.

Ada empat jenis instrumen yang digunakan dalam studi ini. Instrumen yang pertama adalah observation checklist. Instrumen ini digunakan untuk mengetahui aktivitas-aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Instrumen yang kedua adalah catatan lapangan. Instrumen ini dipakai guna mengetahui hal-hal yang baik dan hal-hal yang perlu diperbaiki terhadap penerapan strategi pembelajaran yang sedang digunakan baik itu pendapat dari siswa maupun dari guru. Instrumen ketiga adalah kuwesioner. Instrumen ini dipakai guna mengetahui perasaan siswa dalam belajar yang menerapakan strategi think-pair-share pada pembelajaran kemampuan berbicara dan pengaruhnya terhadap kemampuan berbicara mereka. Instrumen terakhir adalah tugas siswa. Insrumen ini berguna untuk mencari tahu hasil akhir siswa sebagai produk dari pembelajaran yang sedang dilaksanakan pada setiap siklus.

Temuan dalam studi ini memperoleh kesuksesan dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh para siswa yakni kemampuan berbicara para siswa dan minat belajar para siswa melalui pengajaran dengan strstrategi think-pair-share. Temuan-temuan tersebut berhasil mencapai kriteria sukses. Hal tersebut mencakup beberapa aspek yang diukur oleh peneliti. Temuan pertama adalah mengenai nilai atau skor yang diperoleh siswa terhadap aspek kemampuan berbicara. Temuannya menunjukkan bahwa pada tes yang dilakukan melalui presentasi oral para kelompok siswa mampu memperoleh skor pada kategori sangat baik adalah 12,5%, kategori baik adalah 62,5%, dan kategori lemah adalah 25% dan yang terakhir pada kategori sangat lemah adalah 0%. Skor tersebut dalam pertemuan pertama menunjukkan bahwa hanya ada satu kelompok yang memperoleh skor dibawah NBAK atau KKM. Akan tetapi kelompok ini memperoleh 10 skor tambahan pada pertemuan kedua. Dengan demikian studi yang dilangsungkan memperoleh presentasi skor ketuntasan sebanyak 100% dari ketentuan ketuntasan yang diwajibkan yakni 75%. Selanjutnya temuan pada penyelenggaraan tes tidak langsung menunjukkan bahwa ada dua jenis skor yang berhasil diraih para siswa yakni skor di atas krtiteria ketuntasan minimal sebanyak 96,42% dan skor sama dengan criteria ketuntasan minimal yakni sebanyak 3,58% . Temuan yang kedua adalah mengenai keterlibatan siswa dalam belajar. Dalam studi ini temuannya membuktikan bahwa pada pertemuan pertama keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran adalah pada level baik. Sementara itu temuan pada pertemuan kedua menunjukkan bahwa keterlibatan siswa pada proses pembelajaran adalah pada level baik. Selanjutnya pada pertemuan ketiga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran juga berhasil yakni mendapatkan level baik. Temuan yang ketiga adalah motivasi belajar siswa. Dalam studi temuannya membuktikan bahwa motivasi belajar para siswa baik. Selanjutnya temuan keempat adalah mengenai minat siswa dan guru terhadap strategi inovatif yang sedang dilakukan dalam pembelajaran. Temuannya menunjukkan bahwa minat para siswa terhadap pembelajaran mnggunakan startegi think-pair-share memuaskan. Para siswa merasa nyaman ketika mereka belajar. Sementara temuan terhadap minat guru terhadap pembelajaran yang menggunakan strategi ini menunjukkan bahwa guru tersebut merasa ingin tahu dan perlu mencobakan strategi tersebut. Sebagai temuan terakhir adalah mengenai nilai atau skor yang diperoleh siswa terhadap aspek kemampuan berbicara. Temuannya menunjukkan bahwa pada tes yang dilakukan melalui presentasi oral para kelompok siswa mampu memperoleh skor pada kategori sangat baik adalah 12,5%, kategori baik adalah 62,5%, dan kategori lemah adalah 25% dan yang terakhir pada kategori sangat lemah adalah 0%. Skor tersebut dalam pertemuan pertama menunjukkan bahwa hanya ada satu kelompok yang memperoleh skor dibawah NBAK atau KKM. Akan tetapi kelompok ini memperoleh 10 skor tambahan pada pertemuan kedua. Dengan demikian studi yang dilangsungkan memperoleh presentasi skor ketuntasan sebanyak 100% dari ketentuan ketuntasan yang diwajibkan yakni 75%. Selanjutnya temuan pada penyelenggaraan tes tidak langsung menunjukkan bahwa ada dua jenis skor yang berhasil diraih para siswa yakni skor di atas krtiteria ketuntasan minimal sebanyak 96,42% dan skor sama dengan criteria ketuntasan minimal yakni sebanyak 3,58%.