DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

A Process Genre Approach to Improve the Students’ Writing Ability. (Thesis)

Enur Siti Nurjanah

Abstrak


Nurjanah, Enur Siti. 2011. A Process Genre Approach to Improve the Students' Writing Ability. Unpublished Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. H. Ali Saukah, M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd.

Keywords: process genre approach, writing ability.

Initial findings in a preliminary study suggested the writer to conduct the research on the teaching and learning of writing to the eleventh grade students of MA Persis Katapang, Bandung. It was depicted from a ten-statement questionnaire that most of the students had some difficulties to write in English. Their difficulties were on getting ideas, organizing ideas and finding the right words to express their ideas. To solve these problems a process genre approach to the teaching and learning of writing was implemented. Thus the aim of this study was to find out how to improve the students' writing ability by implementing process genre approach.

The writer employed collaborative classroom action research where she worked collaboratively with the English teacher of the class under the study. The study was conducted in one cycle of planning, implementing, observing and reflecting. The implementation of the strategy required six meetings of two-hour lessons. The subjects were 36 eleventh grade students of MA Persis katapang, Bandung, in 2010/2011 academic year. The data were gathered through writing tasks before and after the action, observation checklists, field notes and questionnaires. Two raters were used to score the students' writing in the task before and after the action. In the meantime, inter-rater reliability was calculated using the Pearson Product Moment correlation to measure the degree of agreement of the two raters. The inter-rater reliability of the two raters was 87% in the task before the action and 76% in the task after the action.

The findings of the study show that the procedure of using process genre approach to improve the students' writing ability could be effectively done using the following steps. First, modeling of text (MoT), where the students were given one type of text, of which they were assigned to write afterwards. Meanwhile, building knowledge of the field (BKoF) was done in MoT and JCoT, in the beginning of the teaching and learning activities. Second, discussion on language features in which students were encouraged to find some language features on the text given, had some explanation about the language features on the text and did exercises on the language features. In the next step, joint construction of text (JCoT) part 1, the teacher and students worked together to create a text. This was followed by joint construction of text (JCoT) part 2, where the students drafted a text facilitated with a plan sheet as well as an expansion sheet, revised and edited the drafts with the assistance from their friends to make a good writing. Last, in independent construction of text (ICoT), the students constructed a text individually. Each of the steps was done in one meeting of two-hour lessons except for JCoT 2 which was completed in two meetings.

The process genre approach has proven to be effective not only in improving the students' writing ability but also in increasing their participation in the teaching and learning process. The average score the students obtained increased from 47 in the task before the action to 70 in the task after the action while the students' participation could get to 100%. In addition, this approach is effective to build the students' positive attitude towards writing lessons and writing in English.

Based on the result of the analysis and discussions, it is suggested that the English teachers who have the same problem use process genre approach in the teaching of writing. However, they need to be aware of the space given to students in writing; it is better to arrange a fun activity such as games between JCoT and ICoT steps so that the students do not get bored of doing the frequent writing. In addition, in the discussion of language features, it is better to give students not only sentence-level based exercise but also paragraph-level based exercise such as cloze test paragraphs. It is also suggested that the future researchers who will conduct research on the implementation of process genre approach give a different topic in ICoT step, so that the students' ability in writing an essay of a certain genre can be measured well.

 

ABSTRAK

Nurjanah, Enur Siti. 2011. A Process Genre Approach to Improve the Students' Writing Ability. Unpublished Thesis. Graduate Program in English Language Teaching. State University of Malang. Advisor: (I) Prof. H. Ali Saukah, MA., Ph.D., (II) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd.

Kata-kata kunci: pendekatan genre proses, kemampuan menulis.

Temuan awal dalam preliminary study mendorong penulis untuk melakukan penelitian dalam pembelajaran menulis pada siswa kelas sebelas MA Persis Katapang, Bandung. Dari angket yang berisi sepuluh pernyataan ditemukan bahwa sebagian besar siswa mempunyai kesulitan untuk menulis dalam bahasa Inggris. Kesulitan mereka adalah dalam hal mendapatkan ide, menyusun ide dan dalam menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan ide-ide mereka. Untuk memecahkan masalah ini, pendekatan proses genre diterapkan dalam pembelajaran menulis di kelas tersebut. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui penerapan pendekatan proses genre.

Penulis menggunakan penelitian tindakan kelas kolaboratif, dalam hal ini dia bekerja sama dengan guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pelaksanaan strategi ini membutuhkan enam kali dua jam pelajaran. Subjek penelitian terdiri dari 36 siswa kelas sebelas MA Persis Katapang, Bandung, tahun ajaran 2010/2011. Data dikumpulkan melalui penugasan menulis sebelum dan sesudah action, ceklis pengamatan, catatan lapangan dan kuesioner. Penilaian tulisan siswa dalam penugasan sebelum dan sesudah action dilakukan oleh dua orang rater (penilai). Dalam pada itu, reliabilitas antar rater dihitung dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk mengukur tingkat persetujuan dari dua rater tersebut. Nilai reliabilitas antar kedua rater tersebut adalah 87% sebelum action dan 76% sesudah action.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pelaksanaan pendekatan proses genre untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa berhasil secara efektif dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, modeling of text (MoT), dalam hal ini siswa diberikan salah satu jenis teks yang akan mereka tulis setelah itu. Sementara itu, building knowledge of the field (BKoF) dilakukan di tahapan MoT dan JCoT, di awal kegiatan pembelajaran. Kedua, diskusi mengenai ciri-ciri kebahasaan, dalam hal ini para siswa didorong untuk menemukan beberapa ciri kebahasaan dalam teks yang diberikan, para siswa juga mendapat penjelasan mengenai ciri-ciri kebahasaan dalam teks tersebut dan mengerjakan latihan tentang ciri-ciri kebahasaan yang dimaksud. Dalam langkah berikutnya, joint construction of text (JCoT) bagian 1, guru dan siswa bekerja sama untuk menghasilkan sebuah teks. Langkah ini diikuti oleh joint construction of text (JCoT) bagian 2, yang dalam hal ini siswa membuat draf tulisan dengan plan sheet dan expansion sheet, serta merevisi dan mengedit draf tersebut dengan bantuan temannya untuk menghasilkan sebuah tulisan yang baik. Terakhir, dalam independent construction of text (ICoT) siswa membuat teks secara individu. Setiap tahapan prosedur tersebut dilakukan dalam satu kali pertemuan yang terdiri dari dua jam pelajaran, kecuali untuk JCoT 2 yang membutuhkan dua pertemuan.

Pendekatan proses genre telah terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa, akan tetapi efektif juga dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Perolehan nilai rata-rata siswa meningkat dari 47 dalam penugasan sebelum action menjadi 70 dalam penugasan sesudah action, partisipasi siswa juga bisa mencapai 100%. Selain itu, pendekatan ini juga efektif untuk menumbuhkan sikap positif siswa terhadap pelajaran menulis dan menulis dalam bahasa Inggris.

Berdasarkan hasil analisis dan diskusi, disarankan bagi guru bahasa Inggris yang memiliki masalah yang sama untuk menggunakan pendekatan genre proses dalam pembelajaran menulis. Akan tetapi, mereka perlu memperhatikan jangka waktu yang diberikan kepada siswa dalam menulis; sebaiknya diselingi dengan kegiatan yang menyenangkan seperti permainan diantara langkah JCoT dan ICoT sehingga siswa tidak merasa bosan terus menerus menulis. Selanjutnya, dalam diskusi mengenai ciri-ciri kebahasaan, siswa sebaiknya diberikan latihan yang tidak hanya dalam tingkatan kalimat tetapi juga dalam tingkatan paragraf, contohnya paragraf rumpang. Bagi para peneliti yang akan melakukan penelitian dalam pengimplementasian pendekatan proses genre, disarankan untuk memberikan topik yang berbeda pada tahapan ICoT, sehingga kemampuan siswa dalam menulis sebuah esei dari genre tertentu dapat terukur dengan baik.