DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Mikroskopik dan Alat Peraga Mikroskopik terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Materi Hukum-hukum Dasar Kimia. (Tesis)

Muhammad Fadil

Abstrak


Fadil, Muhammad. 2011. Pengaruh Model Mikroskopik dan Alat Peraga Mikroskopik terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Materi Hukum-hukum Dasar Kimia. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Prof. H. Effendy, Ph.D.; (II) Dr. H. Subandi. M.Si.

Kata kunci: model mikroskopik, alat peraga mikroskopik, hasil belajar, hukum-hukum dasar kimia

Konsep-konsep dalam ilmu kimia maupun materi ilmu kimia sebagian besar merupakan konsep-konsep dan materi yang abstrak yang cenderung dapat dipahami dengan baik oleh siswa yang telah mencapai tingkat berpikir formal berdasarkan teori perkembangan intelek Piaget. Namun hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sekolah menengah atas (SMA), yang seharusnya telah mencapai tingkat berpikir formal, ternyata belum mencapai tingkat tersebut. Hal ini dapat menyebabkan sebagian besar siswa SMA mengalami kesulitan dalam mempelajari ilmu kimia. Salah satu materi ilmu kimia yang sarat dengan konsep-konsep abstrak adalah hukum-hukum dasar ilmu kimia. Pemahaman siswa tentang materi tersebut mungkin dapat ditingkatkan apabila siswa dibelajarkan dengan menggunakan model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui persentase siswa kelas X yang telah mencapai tingkat berfikir formal; (2) mengetahui hubungan antara kemampuan berfikir formal dengan prestasi belajar siswa kelas X pada materi hukum-hukum dasar kimia; (3) mengidentifikasi kesalahan pemahaman yang terjadi pada siswa kelas X pada materi hukum-hukum dasar kimia sebelum pembelajaran dengan menggunakan model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik; dan (4) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar pada materi hukum-hukum dasar kimia siswa kelas X yang dibelajarkan dengan menggunakan model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan eksperimental semu. Rancangan deskriptif digunakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan berfikir formal dan kesalahan pemahaman siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan menggunakan model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik terhadap prestasi belajar siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA PGRI Lawang tahun 2009/2010, yang terbagi dalam 4 kelas pararel dengan jumlah 138 siswa siswa. Sampel penelitian terdiri dari kelas X-3 berjumlah 32 siswa yang dilibatkan dalam pembelajaran menggunakan model mikroskopik dan kelas X-4 berjumlah 35 siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan mollimod sebagai alat peraga mikroskopik. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes Burney yang digunakan untuk mengukur perkembangan berpikir formal siswa dan tes prestasi belajar yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia. Tes prestasi belajar tersebut berbentuk pilihan ganda dengan validitas isi sebesar 92,5% dan koefisien reliabilitas, dihitung dengan menggunakan rumus KR-20, sebesar 0,83.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa kelas X yang telah mencapai tingkat berfikir formal sebanyak 4,5%, sedangkan 20,5 dan 75.0% masih berada pada tingkat berpikir konkrit dan transisi; (2) terdapat hubungan positif antara kemampuan berfikir formal dan prestasi belajar siswa kelas X dalam materi hukum-hukum dasar kimia (r = 0,98 untuk pembelajaran dengan model mikroskopik dan r = 0,93 untuk pembelajaran dengan alat peraga mikroskopik); (3) kesalahan-kesalahan pemahaman yang terjadi pada siswa kelas X adalah sebagai berikut: (a) sebanyak 55,5% siswa mengangap bahwa jumlah mol zat yang bereaksi maupun mol zat hasil reaksi tidak tergantung pada koefisien reaksinya; (b) sebanyak 37,8% siswa belum dapat mengidentifikasi zat yang merupakan pereaksi pembatas; (c) sebanyak 63,7% siswa menganggap bahwa massa zat setelah reaksi adalah bertambah karena terbentuk "zat baru"; (d) sebanyak 55,5% siswa menganggap bahwa senyawa yang merupakan elektrolit kuat dalam larutan tidak mengalami disosiasi; (e) sebanyak 64,9% siswa tidak dapat menentukan perbandingan jumlah unsur dalam senyawa berdasarkan indeksnya; (f) sebanyak 59,2% siswa menghitung volume gas sebelum dan sesudah reaksi berdasarkan banyaknya jenis gas yang terlibat dalam reaksi, bukan berdasarkan koefisien reaksinya; (g) sebanyak 66,8% siswa menganggap bahwa gas-gas bereaksi dengan perbandingan volume yang sama, tanpa tergantung pada koefisien reaksinya; dan (h) sebanyak 51,5% siswa beranggapan bahwa gas-gas bereaksi dengan perbandingan jumlah partikel yang sama, tanpa tergantung pada koefisien reaksinya; serta (4) pembelajaran dengan menggunakan alat peraga mikroskopik memberikan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran dengan menggunakan model mikroskopik.

 

ABSTRACT

Fadil, Muhammad. 2011. The Effect of Microscopic Model and Microscopic Teaching Aid upon Students' Learning Achievement in the Fundamental of Chemistry Laws. Thesis, Chemistry Education Study Program, Faculty of Graduate Study, State University of Malang. Supervisors: (I) Prof. H. Effendy, Ph.D., (II) Dr. H. Subandi. M.Si.

Keywords: microscopic model, microscopic teaching aid, students' achievement, fundamental of chemistry laws

Most of concepts and material in chemistry are abstract which tend to be studied properly by students who have achieved formal thinking level based on Piaget's intellect development theory. Based on this theory all of senior high school students should have achieved this formal level. However, research results showed that most of senior high school students have not achieved this level. This makes most of senior high school students difficult in studying chemistry. One of chemistry topics which consists mostly abstract concepts is fundamental of chemistry laws. Students' ability in studying this topic might be improved if they are involved in learning process using microscopic model and microscopic teaching aid. The objectives of this research were: (1) to find out the percentage of year X students who have achieved formal thinking level; (2) to find out correlation between year X students formal thinking ability with their achievement in fundamental of chemistry laws; (3) to identify students' wrong understanding in fundamental of chemistry laws; and (4) to find out the different of year X students' achievement in fundamental chemistry laws involved in the learning process using microscopic model and microscopic teaching aid.

This research applied descriptive and quasi experimental designs. Descriptive design was applied to find out students' formal thinking development and their wrong understanding in fundamental of chemistry laws. Quasi experimental design was applied to find out the effect of teaching using microscopic model and microscopic teaching aid upon students' achievement in fundamental of chemistry laws. Research population was 138 year X students of SMA PGRI Lawang in the 2009/2010 academic year which distributed in four classes. Research sample was X-3 class which consisted of 32 students involved in chemistry teaching using microscopic model and X-4 class consisted of 35 students involved in chemistry teaching using mollymod as the microscopic teaching aid. Research instruments were Burney test used to measure students' formal thinking development and achievement test used to measure students' achievement in fundamental of chemistry laws. The later has content validity of 92.5% and reliability coefficient, measured using KR-20 formula, of 0.83.

Research results showed that: (1) year X students who have achieved formal thinking level was 4.5%. 20.5 and 75.0% of them were still in concrete and transition levels; (2) there was positive correlation between year X students' formal thinking ability with their achievement in fundamental of chemistry laws (r = 0.98 for students involved in teaching using microscopic model and r = 0.93 for students involved in teaching using mollymod as microscopic teaching aid); (3) students wrong understandings in fundamental of chemistry laws were: (a) 55.5% of students regarded that the number of moles of reactant and product involved in chemical reaction do not depend on their reaction coefficients; (b) 37.8% of students were unable to identify the limiting reagent; (c) 63.7% of students regarded that mass of substances increases after reaction because of formation of product; (d) 55.5% of students regarded that strong electrolyte does not dissociate in solution; (e) 64.9% of students were unable to determine the number of element in its compound based on its index; (f) 59.2% of students calculated the volume of gases before and after reaction based on their types not on their reaction coefficients; (g) 66.8% of students regarded that gases react with the same volume and do not depend on their reaction coefficients; and (h) 51.5% of students regarded that gases react with the same number of particles and do not depend on their reaction coefficients; and (4) teaching using microscopic teaching aid gave better students achievement compared to that using microscopic model.