DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Kemampuan Akademik serta Interaksinya terhadap Kemampuan Metakognisi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X di SMA Negeri 9 Malang. (Tesis)

Ninik Kristiani

Abstrak


 Era global membutuhkan individu tangguh dan mandiri. Oleh karena itu dibutuhkan individu yang memiliki kemampuan metakognisi. Metakognisi yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi keterampilan metakognisi yang diukur menggunakan tes essay dilengkapi rubrik dan kesadaran metakognisi yang diukur menggunakan MAI, keduanya penting untuk membentuk ketangguahan dan kemandirian.

Strategi pembelajaran yang telah diketahui berpengaruh terhadap kemampuan metakognisi adalah PBMP (Pemberdayaan Berpikir melalui Pertanyaan) yang dipadukan dengan pembelajaran kooperatif yaitu PBMP+TPS (Think Pair Share). Penelitian tentang strategi pembelajaran PBMP+TPS telah dilakukan untuk mengukur keterampilan metakognisi, kemampuan berpikir, dan hasil belajar pada siswa SMP. Di tingkat SMA, khususnya di SMA Negeri 9 Malang penelitian ini belum pernah dilaksanakan. Di samping itu PBMP+TPS belum pernah diperbandingkan dengan pembelajaran kooperatif lain. Oleh karena itu perlu dikaji tentang pengaruh strategi pembelajaran PBMP+TPS dan PBMP+Script serta interaksinya dengan kemampuan akademik (tinggi/KAT dan rendah/KAR) terhadap kemampuan metakognisi dan hasil belajar kognitif.

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh strategi pembelajaran (PBMP+TPS/PT, PBMP+Script/PS, dan Multistrategi/MS) terhadap kemampuan metakognisi, 2) mengetahui pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif, 3) mengetahui pengaruh kemampuan akademik (tinggi/KAT dan rendah/KAR) terhadap kemampuan metakognisi, 4) mengetahui pengaruh kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif, 5) mengetahui pengaruh interaksi strategi pembelajaran dan kemampuan akademik (PT-KAT, PT-KAR, PS-KAT, PS-KAR, MS-KAT, dan MS-KAR) terhadap kemampuan metakognisi, dan 6) mengetahui pengaruh interaksi strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif.

Analisis statistik yang digunakan adalah Anakova. Uji lanjut menggunakan uji beda LSD. Pengujian terhadap konsistensi pelaksanaan strategi pembelajaran digunakan analisis regresi. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 0,5 %.

i

     Berdasarkan analisis data diketahui bahwa strategi pembelajaran dan kemampuan akademik tidak berpengaruh terhadap kemampuan metakognisi, tetapi strategi pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif. Berdasarkan uji konsistensi diketahui bahwa ketiga garis regresi pada strategi pembelajaran PT dan PS sejajar dan berhimpit. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian eksperimen berlangsung konsisten dari awal, tengah, hingga akhir. Berdasarkan hasil ini dapat dikemukakan:1) tidak ada strategi yang paling baik dari yang lain sehingga guru harus menyesuaikan penggunaan strategi pembelajaran dengan karakteristik materi yang akan diajarkan, 2) setiap individu mempunyai perbedaan karateristik atau individual deferensis. Oleh karena itu kecenderungan untuk lebih menguasai strategi tertentu sangat mungkin terjadi. Diketahui juga bahwa kelas yang penulis teliti ini kemampuan akademiknya homogen.

  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: 1) strategi pembelajaran tidak berpengaruh terhadap kemampuan metakognisi, 2) strategi pembelajaran  berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif, dalam hal ini adalah MS yang konstruktivistik, 3) kemampuan akademik tidak berpengaruh terhadap kemampuan metakognisi, 4) kemampuan akademik tidak berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif, 5) interaksi strategi pembelajaran dan kemampuan akademik tidak berpengaruh terhadap kemampuan metakognisi. Namun interaksi yang lebih baik adalah PS-KAT, dan 6) interaksi strategi pembelajaran dan kemampuan akademik tidak berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif. Namun interaksi yang lebih baik adalah PT-KAR.

  Dengan demikian disarankan: 1) supaya peneliti lain menindaklanjuti hasil penelitian ini, 2) nilai ujian nasional belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan akademik, untuk memastikan kemampuan akademik siswa dapt dilakukan tes skolastik berupa tes numerik dan tes verbal, 3) perlu alat pengumpul data metakognisi selain tes berupa nontes melalui wawancara sehingga think aloud siswa dapat diketahui, dan 4) PBMP+TPS direkomendasikan untuk diterapkan di kelas berkemampuan akademik rendah.