DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using the Think-Pair-Share Strategy to Improve Speaking Ability of Students at the Islamic Education Department of STAIN Ternate. (Thesis)

Abdurrahman Hi Usman

Abstrak


Usman, Abdurrahman. 2011. Using the Think-Pair-Share Strategy to Improve Speaking Ability of Students at the Islamic Education Department of STAIN Ternate. Thesis, English Language Education. Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Arwijati W. Murdibjono, M.Pd., Dip.TESL and (2) Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

Key words: teaching, speaking, the think-pair-share strategy, Islamic studies

This research was conducted to improve the students' speaking ability in English by using the think-pair-share strategy. The strategy was implemented through a classroom action research (CAR). The implementation of think-pair-share strategy involved three major stages of teaching and learning English, namely: Firstly, thinking: Students thought independently about the questions that have been posed, forming ideas of their own. Secondly, pairing: Students were discussing their thoughts in pairs. This step allows students to articulate their ideas and to consider those of others. Thirdrly, sharing: Students shared their ideas with other pairs and the whole class.

This study was intended to give students the most appropriate strategy used to improve their speaking ability. The researcher employed four steps in each learning cycle, namely, planning an action, implementing the plan, observing the action, and reflecting on the results. In the teaching of speaking, the study encompassed the following produces: First, lecturer explained the materials about the topic; Second, the lecturer posed a problem or asked open-ended questions to which there might be a variety of answers. In this session, the lecturer gave the students ‘think time' and directed them to think on their own about the question; Third, the lecturer grouped students into pairs (counting heads, A-B, A-B, male/female, etc.). Fourth, the lecturer then asked the students to pair with their partner and shared their ideas that they had thought before; Fifth, the pair then shared their ideas with another pair, or with the whole class. It was important that students need to be able to share their partner's ideas as well as their own. The lecturer called on a few students to share their ideas with the rest of the class.

The findings of the implementation of the think-pair-share strategy on the Cycle 1 was not successful. Some students were still not accustomed to experiencing the speaking process. Some were becoming frustrated when they were given speaking tasks and looked confused in completing the tasks, they were very slow to get started, and did not seem to have any ideas about what to speak. The average score achieved by the students in speaking performance at the end of Cycle 1 was 74.18 that did not meet the criteria. Thus, Cycle 2 was carried out by revising or modifying the plan. The revision consisted of: First, adding of the ‘think time' from 5 to 10 minutes, Second, the students were given home assignment by asking not only to memorize the new words but also to make sentences at home by using the new words or terms given in the previous meeting. The students were asked to submit the home assignment to be scored for their final scores even the home assignment did not influence their scores in this study. This was done to motivate them to master the new words or terms. Third, in Cycle 2, the new words or terms given in the first and third meetings were checked not only by asking the students to mention the meaning of each word but also by dictating each other and mention the meaning of each word that were not done in Cycle 1. Fourth, the instructional media were not fully used during the teaching and learning process in some meetings in cycle 1, but in Cycle 2, the use of the instructional media was maximized in all meetings. The think-pair-share strategy applied in Cycle 2 was effective to enchance the students' average speaking score that was 81.68 and it met the criteria of success.

Based on the findings, it is suggested that the English lecturers can apply think-pair-share strategy since it is beneficial for the teaching of English at STAIN Ternate as well as for other subjects. Besides, it can motivate students to work together in developing ideas into the speaking activities.

 

ABSTRAK

Usman, Abdurrahman. 2011. Menggunakan Strategi Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara para Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di STAIN Ternate. Tesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Arwijati W. Murdibjono, M.Pd., Dip.TESL dan (2) Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

Kata Kunci: pengajaran, berbicara, strategi think-pair-share, studi Islam

Penelitian ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa dengan menggunakan strategi think-pair-share. Strategi tersebut diterapkan dengan melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Penerapan strategi think-pair-share tersebut yang meliputi tiga langkah dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris, yakni: Pertama, thinking, dimana mahasiswa berfikir secara bebas tentang pertanyaan yang telah dilontarkan, membentuk ide-ide mereka sendiri. Kedua, pairing, yaitu para mahasiswa mendiskusikan ide-ide tersebut dalam kelompok (pasangan). Langkah ini memberi peluang kepada mahasiswa untuk mengartikulasikan ide-ide mereka dan meminta pendapat yang lain. Ketiga, sharing, yaitu mahasiswa saling menukar ide-ide mereka dengan pasangan dan dengan teman-teman lain di kelas.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengajarkan para mahasiswa dengan menggunakan strategi yang paling sesuai dalam meningkatkan kemampuan berbicara mereka. Peneliti menerapkan empat tahap dalam setiap siklus, yaitu merencanakan tindakan, melaksanakan rencana, mengamati tindakan, dan merefleksikan hasil. Dalam pengajaran keterampilan berbicara, penelitian ini menerapkan empat prosedur: Pertama, dosen menerangkan materi pembelajaran seputar topik; Kedua, dosen memberikan masalah atau pertanyaan bebas terbuka yang memungkinkan munculnya beragam jawaban. Dalam sesi ini, dosen memberikan ‘waktu berpikir' kepada mahasiswa dan mereka diminta langsung menuangkan ide mereka seputar pertanyaan yang diajukan tersebut; Ketiga, dosen mengelompokkan mereka dalam bentuk pasangan (dengan cara menghitung, A-B, A-B, laki-laki/perempuan, dan seterusnya). Keempat, dosen meminta mahasiswa untuk saling behadapan dengan pasangan mereka saling menukar ide yang telah mereka pikirkan sebelumnya; Kelima, pasangan tersebut kemudian saling bertukar pikiran dengan pasangan lain, atau dengan seluruh teman di kelas. Dosen meminta beberapa mahasiswa untuk menuangkan ide mereka di tengah-tengah teman yang lain.

Hasil penerapan strategi think-pair-share pada Siklus 1 dinyatakan tidak berhasil. Beberapa mahasiswa belum terbiasa mengalami proses pembelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris. Sebagian mereka menjadi gugup ketika diberikan tugas berbicara dan terlihat bingung dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut, mereka sangat lambat dalam memulainya, dan kelihatannya tidak memiliki ide untuk disampaikan. Nilai rata-rata yang mereka capai dalam keterampilan berbicara pada akhir Siklus 1 adalah 74.18 yang tidak sesuai dengan kriteria keberhasilan. Sehingga, Siklus 2 dilaksanakan dengan merevisi atau memodifikasi perencanaan. Revisi tersebut meliputi: Pertama, menambah ‘waktu berpikir' dari 5 menit menjadi 10 menit; Kedua, para mahasiswa diberikan tugas rumah dengan tidak hanya meminta mereka menghafal kata-kata baru tetapi membuat kalimat di rumah dengan menggunakan kata-kata yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Para mahasiswa diminta mengumpulkan tugas rumah mereka untuk nilai akhir mereka meskipun sebenarnya tidak mempengaruhi nilai dalam penelitian ini. Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi mereka menguasai kata-kata atau istilah-istlah baru tersebut; Ketiga, kata-kata atau istilah-istlah baru yang diberikan pada pertemuan pertama dan ketiga tersebut dicek tidak hanya dengan meminta mahasiswa menyebut arti dari setiap kata tapi juga dengan cara saling mendikte sesama mereka dan menyebut arti dari setiap kata yang tidak dilakukan pada Siklus 1; Keempat, media pembelajaran tidak sepenuhnya digunakan selama proses belajar mengajar dalam beberapa pertemuan pada Siklus 1, namun pada Siklus 2, penggunaan media pembelajaran tersebut dimaksimalkan dalam semua pertemuan. Strategi think-pair-share yang diterapkan pada Siklus 2 ini dinyatakan efektif meningkatkan nilai rata-rata keterampilan berbicara mahasiswa yang mencapai 81.68 dan angka ini telah mencapai kriteria keberhasilan.

Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada para dosen bahasa Inggris agar dapat menerapkan strategi think-pair-share karna bermanfaat bagi pengajaran bahasa Inggris di STAIN Ternate dan juga mata kuliah lain. Selain itu, strategi ini juga dapat memotivasi mahasiswa untuk bekerja sama dalam kelompok dalam mengembangkan ide-ide mereka ke dalam kegiatan berbicara.