DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Papan Berpetak Untuk Memahamkan Materi Persamaan Garis Lurus Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. (Tesis)

Joko Suwarno

Abstrak


Suwarno, Joko. 2011. Penggunaan Papan Berpetak Untuk Memahamkan Materi Persamaan Garis Lurus Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M. Sc, (II) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D.

Kata kunci: alat peraga manipulatif, papan berpetak, persamaan garis lurus

Materi persamaan garis lurus dipelajari oleh siswa sekolah pada sekolah tingkat pertama, baik MTs maupun SMP. Pada tahun pelajaran 2009/2010, peneliti memperoleh data bahwa siswa siswa SMP Negeri 4 Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan belum mencapai ketuntasan pada materi persamaan garis lurus. Sebanyak 91,7% dari 24 siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi persamaan garis lurus. Dari data tersebut maka diperlukan suatu cara dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa yang salah satunya melalui pembelajaran dengan penggunaan alat peraga manipulatif papan berpetak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan urutan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan papan berpetak untuk memahamkan siswa kelas VIII tentang persamaan garis lurus.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada kelas VIII SMP Negeri 4 Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja siswa, tes akhir setiap tindakan, lembar observasi, pedoman wawancara, angket sikap sikap dan respon siswa terhadap pembelajaran, serta cacatan lapangan. Penelitian ini dirancang dalam 3 siklus selama 6 pertemuan dan setiap pertemuan membutuhkan waktu 2 jam pelajaran.

Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) pembelajaran menggunakan papan berpetak pada persamaan garis lurus membutuhkan LKS dengan masalah-masalah kontekstual sehingga dapat membantu siswa dalam mengkonstruksi pemahaman materi persamaan garis lurus; (2) langkah-langkah pembelajarannya persamaan garis lurus menggunakan papan berpetak adalah (a) siswa belajar membuat bidang koordinat kartesius menggunakan papan berpetak; (b) siswa belajar menentukan titik-titik yang dilalui oleh garis lurus; (c) dengan bantuan papan berpetak, siswa mengkonstruksi pemahamannya tentang konsep gradien; (d) siswa belajar prosedur menentukan gradien persamaan garis lurus; (e) siswa mengkonstruksi pemahamannya tentang menentukan persamaan garis lurus jika beberapa hal yang diperlukan diketahui dengan bantuan papan berpetak; (3) kelebihan penggunaan alat peraga papan berpetak adalah siswa mempunyai kebebasan dalam membuat bidang koordinat kartesius atau grafik persamaan garis lurus, jika terjadi kesalahan, siswa dapat membetulkannya dengan cara melepas komponen yang salah pada papan berpetak ; (4) kelemahan penggunaan alat peraga papan berpetak adalah membutuhkan waktu yang lebih banyak, karena siswa belum terbiasa dengan alat-alat yang digunakan. Saran dari hasil penelitian ini adalah (1) sebelum pembelajaran materi persamaan garis lurus, sebaiknya dilakukan simulasi penggunaan papan berpetak untuk melatih siswa membuat bidang koordinat kartesius; (2) pelaksanaan pembelajaran persamaan garis lurus menggunakan papan berpetak sebaiknya dilakukan secara kelompok; (3) setelah siswa memahami konsep gradien suatu garis persamaan garis lurus, guru harus memberikan perhatian lebih pada prosedur menentukan gradien suatu persamaan garis lurus yang dilakukan siswa.

 

ABSTRACT

Suwarno, Joko. 2011. Using Swathing Board to Improve the Eight Graders' Understanding of Linier Equation at SMP Negeri 4 Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Thesis. Mathematics Department, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D.

Key words: manipulated media, swathing board, linier equation

The materials on linier equation have been introduced to the students of MTS or SMP. In 2009/2010, however, the researcher obtained data showing that students of SMP Negeri 4 Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan have not achieved a material completion on linier equation. About 91.7% of 24 students have difficulties in understanding the materials on linier equation. These data indicate a need to employ a technique as an attempt to improve the students' understanding. One of the techniques is through media of swathing board. This study is intended to describe the shape and steps of teaching and learning process through the media of swathing board in order to make students of grade VIII figure out linier equation.

The design of this study is Classroom Action Research (CAR). This study is conducted at grade VIII SMP Negeri 4 Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. The instruments used include lesson plans, students' worksheets, a test in every action, observation sheets, interview guides, questionnaires, and fieldnotes. This study involves three cycles for six meetings and each meeting needs two hours of teaching.

The findings show that (1) the teaching and learning process through swathing board of linier equation needs students' worksheets incorporated with contextual problems to help students construct the understanding of the materials of linier equation; (2) the steps of teaching and learning of linier equation using swathing board include (a) students learning to create cartesian coordinates using swathing board; (b) students learning to determine the dots passed by straight line; (c) students constructing an understanding of gradient; (d) students learning procedures to determine the gradient of linier equation; (e) students constructing their understanding about determining equation of straight line if the needed things are known with a help of swathing board; (3) the strength of using swathing board is that the students have a freedom in creating cartesian coordinates or curve of linier equation. If a mistake happens, students can revise it by ejecting the wrong components of swathing board; (4) the shortcoming of swathing board is that it needs longer time, because students have not got accustomed to the media used. The suggestions include (1) before the material of linier equation is introduced, there should a simulation of using swathing board to train students to create cartesian coordinates; (2) the teaching and learning of linier equation using papan berpetak should be done in groups; (3) after the students understand the concepts of gradien of linier equation, the teachers should give more attentions to the procedures of determining the gradient of a linier equation which is done by the students.