DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using Storytelling to Improve English Listening Skill of the First-Year Students at Madrasah Aliyah Persiapan Negeri Batu. (Thesis)

Maqbul Hidayat

Abstrak


Hidayat, Maqbul, 2011. Using Storytelling to Improve English Listening Skill of the First-Year Students at Madrasah Aliyah Persiapan Negeri Batu. Thesis, English Language Teaching. Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D. (II) Prof. Moh. Adnan Latief, M.A., Ph.D.

Key words: storytelling technique, improve, listening skill

On the basis of the result of preliminary study, it was figured out that the listening achievement of the first-year students at MAPN Batu was still unsatisfactory. Students had difficulty in terms of comprehending and finding detailed information from the text they listened. Those problems are caused by at least two factors. First, the teachers lack creativity to use available listening material. Second, the teachers lack varieties in teaching listening. The study is designed to improve the students' listening skill through the use of the storytelling technique. The objective of the study is to find out how the storytelling technique can be used to improve the students' listening skill in terms of comprehending the story and finding explicit information in the story.

Conducting an action research design which is based on the classroom, the researcher as well as the English teacher individually observed the teaching and learning process. This study was carried out in two cycles. The subjects of this study were the students of grade XA of MAPN Batu. The instruments were the observation sheets, field notes, and listening tests. The criteria of success were determined on the basis of students' improvement on the listening test and their response and engagement in the activities during the implementation of the storytelling technique. The criteria of success were achieved when the average of the students' listening test could achieve the score greater than or equal to 65, the Minimum Mastery Criterion (Kriteria Ketuntasan Minimum/ KKM) which is employed at the school. In addition, each student could achieve at least 61. Besides, the success was also determined on the basis of students' interest and engagement in the activity. The technique is considered successful when all of the students have a positive response in variety of positive body language, consistent focus, verbal participation, student confidence, and fun and excitement towards the implementation of storytelling technique.

With the implementation of the technique using picture and puppet, the criteria of success were unsatisfactorily achieved in Cycle 1. Of the students' listening test, it was found that the mean score was 62. And the poorest score was 60. In addition, as gained from the observation sheets and field notes, it was found that the majority of all students exhibited negative responses on the implementation of storytelling. In contrast to Cycle 1, with the use of computer multimedia implemented in the storytelling activity, the criteria of success achieved in Cycle 2 was successful. From the result of listening test, it was discovered that the mean score of the students' listening test was 76. And the poorest score was 67. Meanwhile, as gained from the observation sheets and filed notes, it was found that all students exhibited positive responses on the implementation of storytelling. The findings showed that the effective procedure of the storytelling technique was (1) showing animated picture to the students, (2) asking about the picture, (3) giving the students guided vocabulary related to the story, (4) practicing the pronunciation of the vocabulary, (5) asking the students to give opinion about their previous understanding about the story, (6) telling the story using computer multimedia to make it truly comprehensible to the students, and (7) asking the students to answer orally about characters, specific or detailed information, and moral values of the story.

It can be concluded that the storytelling technique has been proven to be able to improve the students' listening ability in the terms of comprehending the story and finding detailed information in the story. English teachers are recommended to make use of the storytelling technique in their teaching to improve students' listening ability. Other researchers are suggested to conduct research by implementing the storytelling technique in other language skills. Material developers are recommended to develop materials by using stories for MA students by considering the students' specific characteristics. Finally, the school principal is suggested to provide facilities, in this case various kinds of English stories especially religious story books in the library to improve the students' interest in stories which are written in English and English it self.

 

ABSTRAK

Hidayat, Maqbul, 2011. Menggunakan Teknik Bercerita untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak dalam Bahasa Inggris di Kelas Satu Madrasah Aliyah Persiapan Negeri Batu. Tesis. Program Pasca Sarjana Pengajaran Bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D. (II) Prof. Moh. Adnan Latief, M.A., Ph.D.

Kata kunci: teknik bercerita, meningkatkan, keterampilan menyimak

Atas dasar hasil studi pendahuluan, ditemukan bahwa prestasi siswa di kelas satu MAPN Batu dalam kegiatan menyimak masih belum memuaskan. Beberapa kesulitan yang dialami siswa adalah memahami dan menemukan informasi rinci dalam teks yang mereka simak. Kesulitan tersebut disebabkan paling tidak dua faktor. Pertama, kurangnya kreatifitas guru dalam menggunakan materi yang tersedia. Kedua, kurang beragamnya teknik dalam mengajar menyimak. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan teknik bercerita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana teknik bercerita bisa meningkatkan keterampilan menyimak siswa.

Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dalam hal ini, peneliti sekaligus guru bahasa Inggris bertindak sebagai pengamat tunggal dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XA MAPN Batu. Instrumen penelitian ini adalah lembar pengamatan, catatan lapangan, dan tes menyimak. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai menyimak siswa dan keterlibatan mereka terhadap penerapan teknik bercerita. Kriteria kesuksesan tercapai jika nilai rata- rata siswa dalam tes menyimak mencapai nilai lebih dari atau sama dengan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), yaitu 65. Selain itu, setiap siswa mampu memperoleh nilai sekurang-kurangnya 61. Disamping itu, kriteria kesuksesan juga ditentukan berdasarkan keterlibatan siswa terhadap kegiatan bercerita. Teknik ini dianggap berhasil apabila semua siswa menunjukkan respon positif seperti bahasa tubuh positif, fokus konsisten, partsisipasi verbal, kepercayaan diri siswa, dan keceriaan siswa dalam penerapan teknik bercerita.

Dengan penerapan teknik bercerita menggunakan media gambar dan wayang, kriteria kesuksesan belum memuaskan pada siklus pertama. Dari hasil tes menyimak ditemukan bahwa nilai rata-rata tes siswa mencapai 72, dan nilai terendah siswa 60. Sementara dari hasil lembar pengamatan dan catatan lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan siswa menunjukkan respon negatif terhadap penerapan teknik bercerita. Sedangkan pada siklus kedua, penerapan teknik bercerita dengan menggunakan media komputer, kriteria kesuksesan Nampak memuaskan. Dari hasil tes menyimak ditemukan bahwa nilai rata-rata tes siswa mencapai 76, dan nilai terendah siswa 67. Sementara dari hasil lembar pengamatan dan catatan lapangan menunjukkan bahwa seluruh siswa menunjukkan respon positif terhadap penerapan teknik bercerita. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur dari teknik bercerita yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar kepada siswa, (2) menanyakan tentang gambar, (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan cerita, (4) mempraktekkan pengucapan kosakata, (5) menanyakan kepada siswa tentang pemahaman mereka sebelumnya terhadap cerita. (6) menceriterakan dengan menggunakan media komputer agar siswa benar-benar lebih memahami ceritanya, dan (7) meminta siswa untuk menjawab secara lisan tentang tokoh cerita, keterangan tertentu, maupun pesan moral dalam cerita.

Dapat disimpulkan bahwa teknik bercerita telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyimak siswa dalam hal memahami cerita dan menemukan informasi rinci dalam cerita. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran. Guru-guru bahasa Inggris Madrasah Aliyah diharapkan menggunakan teknik bercerita sebagai teknik alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Peneliti yang lain diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang teknik bercerita untuk keterampilan berbahasa yang lain. Pengembang materi disarankan agar mengembangkan materi cerita untuk siswa Madrasah Aliyah dengan mempertimbangkan karakter khusus mereka. Terakhir, disarankan kepada kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas berupa buku-buku cerita berbahasa Inggris utamanya cerita-cerita religi di perpustakaan guna meningkatkan minat siswa pada cerita berbahasa Inggris dan juga pada bahasa Inggris itu sendiri.