DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Problems of Teaching English at SDN Kedungdoro IV in Surabaya. (Thesis)

Mohammad Faisal

Abstrak


Faisal, Mohammad. 2011. The Problems of Teaching English at SDN Kedungdoro IV in Surabaya. Thesis, English Language Teaching, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd. (II) Dr. Suharmanto, M.Pd.

Key words: elementary school, english for young learners, the teaching of english

This study is aimed at describing the problems of teaching English to the fourth to sixth graders of SD Negeri Kedungdoro IV-Surabaya especially concerning syllabus, process of teaching English, materials, English teaching media, assessment, and English teacher's roles.

The study employed descriptive-qualitative research design. The data were collected by using a number of instruments: (1) questionnaire, (2) interview (guideline), (3) documents, and (4) class observation. At first, the obtained data were analyzed by using frequency counted system to observe percentage. Then, the data were interpreted by using descriptive analysis to extract meaning and insight from the data.

Generally, the finding showed that the problems of teaching English to the fourth to sixth graders of SD Negeri Kedungdoro IV-Surabaya in the academic year of 2009/2010 were related to syllabus, process of teaching English, materials, English teaching media, kinds of assessment, and teacher's roles. Moreover, the elaboration of the findings is as follow: (1) the teacher did not develop her own syllabus based on the students' (local) need, (2) process of teaching English in the school did not meet the particular needs of children in learning English as a foreign language, (3) materials used in the school were limited as books, teacher's notes in board, and photocopiers, (4) the teacher did not use any kind of media, except herself and board, (5) kinds of assessment used were simply as daily exercises, class assignment, homework, midterm test, final test, and observation, (6) the teacher took her role merely as controller, informant, and evaluator.

From the findings, it is suggested that (1) for the teacher who misunderstood the term syllabus, she needed to be recommended to follow English for young learners' workshop, seminar, or elementary school teacher's meeting discussion in order to have clear understanding of what syllabus is. Accordingly, the teacher will have the knowledge of developing syllabus, (2) to have a process of teaching English which meet the particular needs of children, the teacher not only encouraged the students to have good score in the exam, but also needed to get along with the students, (3) related to materials used, the teacher was suggested that she not only depend on books, her notes in the board, and photocopiers; but also to vary the materials or use more alternative materials, (4) in order to make the students become more interested in learning English, the teacher was suggested to use various media related to the instructional objectives which are stated in the syllabus, (5) for the teacher who assess her students using non-authentic assessment, she should be motivated to gain knowledge about the recent issues of assessment, (6) related to English teacher's roles, the teacher was supposed to improve her characteristics of teaching as teacher of young learners.

Besides, the school principal is suggested to give more attention and action towards the implementation of teaching English. Coordination between the principal and the English teacher should be made in order to get better result of teaching situation, such as arranging English extra curricular, facilitating the students with English bulletin board, giving short and continual tutorial of English daily conversation to teachers colleague, etc.

 

ABSTRAK

Faisal, Mohammad. 2011. Masalah dalam Pengajaran Bahasa Inggris di SDN Kedungdoro IV Surabaya. Tesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pasca Sarjana Universitas negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Nur             Mukminatien, M.Pd. (II) Dr. Suharmanto, M.Pd.

Kata kunci: sekolah dasar, pengajaran bahasa inggris untuk anak-anak, pengajaran bahasa inggris

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan masalah dalam pengajaran bahasa Inggris untuk siswa kelas 4-6 di SD Negeri Kedungdoro IV Surabaya terutama berkaitan dengan silabus, proses pembelajaran, bahan ajar, media ajar, asesmen, serta peran guru bahasa Inggris.

Dalam penelitian ini, digunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen penelitian. Instrumen penelitian tersebut berupa (1) kuesioner, (2) pedoman wawancara, (3) dokumen-dokumen, dan (4) observasi kelas. Pertama kali, data yang sudah dikumpulkan tersebut dianalisis dengan menggunakan prosentase. Selanjutnya, data di-intepretasikan dengan menggunakan analisa deskriptif untuk mendapatkan analisa yang lebih mendalam.

Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah dalam pengajaran bahasa Inggris untuk siswa kelas 4-6 di SD Negeri Kedungdoro IV tahun ajaran 2009/2010 berkaitan dengan silabus, proses pembelajaran, bahan ajar, media ajar, jenis asesmen, dan peran guru bahasa Inggris. Adapun penjabaran hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) guru tidak mengembangkan silabus berdasarkan kebutuhan siswa, (2) proses pengajaran bahasa Inggris di sekolah tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan anak-anak dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing, (3) bahan ajar yang digunakan terbatas, yaitu berupa buku-buku, catatan yang ditulis pengajar di papan tulis, dan bahan tambahan yang di-copy kan, (4) pengajar tidak menggunakan media ajar lain selain dirinya sendiri dan papan tulis, (5) jenis asesmen yang digunakan hanya latihan harian, tugas kelas, tugas rumah, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan observasi, dan (6) pengajar hanya berperan sebagai pengendali kelas, pemberi informasi, dan pengevaluasi.

Dari hasil penelitian disarankan bahwa (1) bagi pengajar yang kurang paham tentang istilah silabus, pengajar diarahkan untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri seperti mengikuti workshop dan seminar tentang Pengajaran Bahasa Inggris untuk Anak-Anak dan pertemuan guru-guru SD untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai apa yang dimaksud dengan silabus. Dengan demikian, pengajar mengetahui bagaimana mengembangkan silabus, (2) untuk mencapai proses pengajaran bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan Anak-anak, pengajar hendaknya tidak hanya mendorong siswa mendapat nilai bagus di ujian tetapi juga menjalin hubungan yang baik dengan mereka, (3) berkaitan dengan bahan ajar yang digunakan, pengajar disarankan untuk tidak bergantung pada buku ajar yang sudah ada, catatan yang ditulisnya di papan tulis, dan bahan yang di-copykan, tetapi juga menggunakan macam-macam bahan ajar lainnya, (4) agar siswa semakin tertarik belajar bahasa Inggris, pengajar sebaiknya meng-variasikan media sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ada di silabus, (5) bagi pengajar yang menggunakan penilaian non-otentik, pengajar dihimbau untuk memotivasi dirinya menambah pengetahuan terutama tentang isu terkini berkaitan dengan asesmen, dan (6) berkaitan dengan peran pengajar bahasa Inggris, pengajar disarankan untuk memperbaiki kualitas karakter mengajarnya agar disesuaikan dengan karakteristik pengajar Bahasa Inggris untuk Anak-Anak.

Selain itu, kepala sekolah disarankan untuk lebih memperhatikan dan mendukung upaya dalam pelaksanaan pengajaran bahasa Inggris. Koordinasi antara kepala sekolah dan guru bahasa Inggris diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam situasi pengajaran, misalnya mengadakan ekstra kurikuler bahasa Inggris, memfasilitasi siswa dengan English bulletin board, memberikan pelatihan singkat dan berkelanjutan kepada guru-guru sejawat dalam menggunakan bahasa Inggris sehari-hari.