DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using Story Grammar Strategy to Improve the Eighth Graders’ Reading Comprehension of Narrative Text (at MTs Miftahul Mubtadiin Muncar Banyuwangi). (Thesis)

Tri Mulyati

Abstrak


Mulyati, Tri. 2011. Using Story Grammar Strategy to Improve the Eighth Graders' Reading Comprehension of Narrative Text (at MTs Miftahul Mubtadiin Muncar Banyuwangi). Thesis. Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Suharmanto, M.Pd, (II) Dr. Roembilin Soepadi, M.A.

Key words: Story Grammar, reading comprehension, narrative text

This research was designed to describe how the Story Grammar strategy can improve the eighth graders' reading comprehension of narrative text at MTs MiftahulMubtadiinMuncar. The story grammar strategy through story mapping was selected because it was reported that the elements of story visually represented in the story maps provide a clear picture of the narrative text structures in the students' mind and guide them through the text and finally improve their reading comprehension. Thus, this study was directed to solve the students' problems in comprehending narrative texts in terms of recognizing meaning of words in the text, meaning of sentences in the text, topic of the text, and the rhetorical structures of the narrative text.

Collaborative Classroom Action Research was employed. The subjects of the research were the eighth graders of second semester (VIII-3) of MTs MiftahulMubtadiinMuncar in the 2010-2011 academic year. This research was conducted in two cycles comprising four stages of action research, i.e. planning, implementing, observing, and reflecting. The implementation of the action encompassed three meetings in Cycle 1 and two meetings in Cycle 2. It was started with an initial introduction in the first meeting. Here, the teacher read out aloud a narrative text. Then, she modeled the students how to make a story map out of a narrative text and explained to them about the elements of narrative text. She also modeled how to answer reading comprehension questions. Afterward, the teacher applied this strategy to the students by asking them to practice and internalize the strategy in their own time. When applying the story grammar strategy to the students, the teacher asked them to work in pairs. She also distributed the students' worksheet. Then, the implementation of story grammar strategy in the following meetings was encompassed through three stages: pre-reading, whilst-reading, and post-reading.

The steps in the pre-reading stage are: (1)activating the students' schemata by showing pictures and or giving schema related questions; (2) introducing some irregular verbs; (3) modeling on how to memorize them through body movement. The steps in the whilst-reading stage are: (4)askingthe students to read the text once or twice silently; (5) asking the students to make a story map with their peers; (6) guiding the students by giving some questions which bring out the basic parts of the narrative text to them, such as, who the story is about, what happens in the story, where the story takes place, and how the story ends; (7) providing the list of vocabulary and assistance. The steps in the post-reading stage are: (8) discussing the story maps that the students made in pairs; (9) asking the students to answer the comprehension questions; (10) discussing the answers with the whole class. The students' reading comprehension achievement in the form of score and the information on students' interaction during the teaching and learning process were obtained by administering a reading comprehension test at the end of each cycle and by using observation checklists and field notes.

The findings of this research indicated that the story grammar strategy was successful in improving the students' reading comprehension of narrative texts. The comparison of the result of reading comprehension in the preliminary study and in Cycle 2 indicated that 21 students reached gain score of ≥ 20 points. Dealing with the students' interaction, it also seemed that students were enthusiastic and actively involved in all activities.

Based on the research findings, teachers are recommended to use the story grammar strategy as one of alternatives strategies for English instruction. Considering the positive effects of story grammar strategy, students are suggested to apply this strategy in reading narrative texts. For other researchers, it is suggested to conduct a study on story grammar strategy by employing other research designs with reading materials at the same or higher level to find out the advantages of this strategy in the teaching of reading.

 

ABSTRAK

Mulyati, Tri. 2011. Menggunakan Strategi Story Grammar untuk Meningkatkan Ketrampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas VIII (MTs Miftahu lMubtadiin Muncar Banyuwangi). Tesis. Program Pasca Sarjana pada Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharmanto, M.Pd, (II) Dr. Roembilin Soepadi, M.A.

Kata kunci: Story Grammar, membaca pemahaman, teks naratif

Penelitian ini dirancang untuk menggambarkan bagaimana strategi Story Grammar meningkatkan ketrampilan membaca pemahaman siswa kelas VIII MTs Miftahul Mubtadiin Muncar Banyuwangi. Strategi story grammar melalui story mapping dipilih karena diyakini mampu menggambarkan unsur-unsur cerita ke dalam peta cerita. Story mapping memberikan gambaran yang jelas tentang struktur teks naratif dan membimbing siswa ketika membaca teks untuk meningkatkan pemahaman membaca. Jadi, penelitian ini diarahkan untuk memecahkan masalah siswa dalam memahami teks naratif dalam kaitanya dengan mengidentifikasi makna kata dalam teks, makna kalimat dalam teks, topik teks, dan struktur retorika naratif teks.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif. Subyek penelitian adalah siswa kelas delapan (VIII-3) MTs Miftahul Mubtadiin Muncar. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap, tahun pelajaran 2010-2011. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu: planning, implementing, observing, dan reflecting. Siklus 1 dalam penelitian tindakan ini terdiri dari tiga pertemuan, sedangkan siklus 2 terdiri dari dua pertemuan.

Pertemuan pertama merupakan perkenalan awal. Dalam pertemuan ini guru membaca nyaring teks naratif. Guru lalu memberi contoh kepada siswa tentang cara membuat story map berdasarkan teks naratif dan menjelaskan unsur-unsur dari teks naratif. Guru juga memberi contoh cara menjawab pertanyaan pemahaman. Setelah itu, guru menerapkan strategi ini kepada siswa dengan meminta mereka untuk berlatih dan memahami strategi sendiri. Ketika menerapkan strategi story grammar kepada siswa, guru meminta siswa bekerja secara berpasangan.Guru juga membagikan lembar kerja siswa. Penerapan stategi story grammar di pertemuan berikutnya terdiri dari tiga langkah: pre-reading, whilst-reading, dan post-reading.

Langkah-langkah pada tahap pre-reading meliputi: (1) mengaktifkan pengetahuan sebelumnya dengan cara menunjukkan gambar dan atau memberi pertanyaan yang berhubun gandengan pengetahuan sebelumnya; (2) memperkenalkan bentuk irregular verbs; (3) memberi contoh cara menghafal irregular verbs melalui gerakan tubuh. Langkah-langkah pada tahap whilst-reading meliputi: (4) meminta siswa membaca dalam hati; (5) meminta siswa membuat peta cerita dengan temannya; (6) membimbing siswa dengan cara memberi pertanyaan yang menunjukkan bagian-bagian dasar dari teks naratif, seperti cerita itu tentang siapa, apa yang terjadi dalam cerita, dimana cerita itu terjadi, dan bagaimana cerita itu berahir; (7) memberi daftar kosakata dan bantuan kepada siswa. Langkah-langkah pada tahap post-reading meliputi: (8) mendiskusikan peta cerita yang dibuat siswa secara berpasangan; (9) meminta siswa menjawab pertanyaan pemahaman; (10) mendiskusikan jawaban dengan seluruh siswa. Prestasi membaca pemahaman siswa dalam bentuk nilai dan informasi interaksi siswa dalam proses pembelajaran diperoleh melalui test membaca yang diberikan di akhir setiap siklus dan lembar observasi ceklist dan catatan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi story grammar telah berhasil meningkatkan ketrampilan siswa memahami teks naratif. Perbandingan hasil nilai pada studi pendahuluan dan hasil pada siklus 2 menunjukkan bahwa nilai 21 siswa meningkat hingga ≥20 angka. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa antusias dan terlibat aktif dalam semua kegiatan pembelajaran

Berdasarkan hasil temuan penelitian, guru Bahasa Inggris disarankan untuk menggunakan strategi story grammar sebagai salah satu alternatif strategi untuk pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa juga disarankan untuk menggunakan strategi story grammar dalam membaca teks naratif.Untuk peneliti lain, penggunaan strategi story grammar untuk teks naratif disarankan untuk diterapkan dalam desain penelitian lain pada tingkat materi yang sama atau lebih tinggi untuk menemukan manfaat stategi story grammar pada pengajaran membaca.