DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengelolaan Penjaminan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah (Studi Kasus pada MAN Insan Cendekia Gorontalo). (Tesis)

Sitti Roskina Mas

Abstrak


            Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas utama setiap lembaga persekolahan. Mutu pendidikan dimaknai sebagai upaya menghasilkan produk (output) pendidikan yang memiliki nilai manfaat tinggi yang berorientasi pada tuntutan kebutuhan pelanggan, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Oleh karena itu, mutlak diperlukan akuntabilitas tinggi dalam pengelolaan sekolah. Salah satu komponen terciptanya akuntabilitas sekolah yang efektif (berkualitas) adalah ditetapkannya unit penjaminan mutu. Melalui unit ini, setiap komponen stakeholders akan mudah mengakses gambaran jaminan mutu dalam proses pendidikan di sekolah.

            Fokus utama penelitian ini adalah pengelolaan penjaminan mutu pendidikan pada MAN Insan Cendekia Gorontalo. Dari fokus tersebut dijabarkan menjadi sub fokus penelitian, yakni  (1) standar acuan minimal MAN Insan Cendekia Gorontalo, (2) penjaminan  mutu pada bidang kurikulum dan proses pembelajaran di MAN Insan Cendekia Gorontalo, (3) penjaminan  mutu pada bidang kesiswaan di MAN Insan Cendekia Gorontalo, (4) penjaminan  mutu pada bidang ketenagaan (guru) di MAN Insan Cendekia Gorontalo, (5) penjaminan  mutu pada bidang sarana dan prasarana di MAN Insan Cendekia Gorontalo, dan (6) penjaminan mutu pada bidang keasramaan di MAN Insan Cendekia Gorontalo.

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperanserta , dan (3) studi dokumentasi. Pemilihan      informan penelitian  dilakukan secara purposive sampling. Data yang terkumpul di analisis secara deskriktif  dengan alur (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat  kriteria yaitu:  (1) kredibilitas, (2) transferabilitas, (3) dependabilitas, dan (4) konfirmabilitas.

            Hasil penelitian menunjukkan:  pertama, Standar Acuan Minimal (SAM) bertujuan memberikan arah dan pedoman penyelengaraan MAN Insan Cendekia Gorontalo. SAM berisi tentang visi dan misi, target, dan garis-garis besar yang meliputi standar minimal seluruh bidang yang ada di MAN Insan Cendekia Gorontalo yang bertujuan untuk menjamin mutu internal sekolah, sehingga upaya untuk memperbaiki mutu dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Kedua, penjaminan mutu bidang  kurikulum dan proses pembelajaran dilakukan dengan (1) treatment matrikulasi pada mata pelajaran MAFIKIBI, (2) struktur kurikulum mengacu pada KTSP DEPAG 2006,  dan pengayaan materi mengacu pada cambridge khususnya bidang studi MAFIKIBI, disain silabus dan perangkat pembelajaran disusun bersama team teaching, mengayakan materi dengan  informasi terkini serta memperkaya jenis tagihan, dan penugasan, (3) penggunaan media dan strategi pembelajaran disesuaikan dengan tuntutan materi yang akan diajarkan, (4) penilaian hasil belajar siswa didasarkan pada persyaratan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dari setiap bidang studi dan jenis tagihan yang harus dikerjakan siswa, (5) penentuan jurusan siswa ditetapkan berdasarkan hasil tes psikotes dan ulangan kenaikan kelas, (6) pembimbingan akademik dalam bentuk responsi, tutorial dan bimbingan khusus, (7) pengembangan budaya ilmiah dikemas dalam muatan lokal melalui penulisan KIR dan buku sederhana.  Ketiga, penjaminan mutu bidang kesiswaan berdasar  pada: (1) standar penerimaan siswa baru,yang meliputi kriteria berkepribadian mantap, memiliki keimanan yang kuat, sehat jasmani dan rohani, serta lulus tes psikolastik dengan nilai minimal 900, (2) prosedur penerimaan siswa baru, meliputi tahapan masa persiapan, pendaftaran, seleksi tulis, pengumuman kelulusan, tes kesehatan, dan persiapan masuk sekolah  bagi yang telah lulus, (3) masa orientasi siswa, dan (4) pembinaan kesiswaan terdiri atas tiga  jalur yakni: OSIS, penegakan disiplin, dan UKP. Keempat, penjaminan mutu bidang ketenagaan (guru), dilakukan langkah-langkah  strategis antara lain: (1) menetapkan standar minimal guru yaitu lulus tes akademik, psikologi, dan microteaching, (2) meningkatkan profesionalisme guru dilakukan melalui studi lanjut, peningkatan kualitas pembelajaran maupun  spritual yang diprogramkan sekolah, dan secara rutin melakukan kegiatan  MGMP, (3) menetapkan standar kinerja guru. Kelima,  penjaminan mutu bidang sarana prasarana terdiri atas pengadaan, penggunaan, dan pemeliharaan. Sarana prasarana terdiri atas tiga yakni sarana prasarana penunjang utama proses pembelajaran (kompleks GDP), penunjang pembelajaran (kompleks GA) , dan prasarana pendukung. Ketersediaan  sarana prasarana tersebut sangat memadai sehingga dapat menjamin  lahirnya lulusan-lulusan yang berkualitas. Keenam, penjaminan mutu bidang keasramaan  dilaksanakan berdasarkan standar pembinaan di asrama yang meliputi pembinaan hidup berasrama, keagamaan, dan kemampuan berbahasa asing. Untuk mengevaluasi kegiatan  dituangkan dalam raport asrama siswa. Pemantauan alumni, dilakukan melalui media dan bertemu langsung. Peran serta alumni terhadap sekolah sangat nyata sekali, sehingga memberikan dampak yang positif kepada adik-adiknya untuk lebih berprestasi.

            Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) bagi kepala madrasah SAM yang telah ditetapkan dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mutu MAN Insan Cendekia dapat dipertahankan secara optimal. Litbang sebagai penjamin mutu internal sekolah lebih memperluas timnya dengan melibatkan staf ahli dari perguruan tinggi. Guru lebih mengembangkan disain pembelajaran sehingga dapat memenuhi standar cambridge. Bagi Depag dan kepala madrasah diharapkan hasil penelitian ini menjadi acuan dalam usaha penjaminan mutu madrasah dilingkungan Depag. Kepada pihak LPMP diharapkan dapat menjadi acuan untuk menilai dan memetakan sekolah bermutu. Kepada peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini pada aspek-aspek yang belum dikaji.