DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Potensi Model Perkuliahan Genetika di Jurusan Biologi FMIPA UM dalam Memberdayakan Kemampuan Metakognisi, Kerja Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa. (Disertasi)

Khairil Khairil

Abstrak


Masalah pembelajaran dan hasil belajar genetika secara umum masih menjadi kendala di berbagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Masih banyak mahasiswa yang menganggap genetika sebagai ilmu yang sulit atau tidak disukai dan lemah dalam memahami konsep atau materi genetika. Permasalahan tersebut diperkirakan berkaitan dengan pola atau model perkuliahan genetika yang diterapkan selama ini yang dilakukan secara konvensional, lecture centered. Hasil pengamatan awal terlihat bahwa mahasiswa yang mengikuti perkuliahan genetika di Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang (UM) sangat antusias, menunjukkan minat dan motivasi belajar yang tinggi, dan mampu melakukan beberapa bentuk kegiatan perkuliahan dan praktikum secara mandiri, hanya dengan arahan dosen dan asisten sebagai fasilitator dalam  mata kuliah tersebut. Dalam pembelajaran, selain memahami konsep materi perkuliahan juga perlu mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa. Kegiatan-kegiatan yang dirancang dalam perkuliahan genetika diduga mampu melatih mahasiswa dalam kemampuan metakognisi, kerja ilmiah, meningkatkan hasil belajar dan keterampilan metakognisi.

            Penelitian disertasi ini dilakukan untuk mendeskripsikan pola atau model perkuliahan genetika dan menguji hipotesis terhadap kemampuan metakognisi (MAI) mahasiswa, kerja ilmiah, hasil belajar kognitif, dan keterampilan metakognisi mahasiswa berdasarkan kategori kelas (pendidikan dan non pendidikan), kemampuan akademik awal mahasiswa (tinggi dan rendah), dan macam mata kuliah (Genetika I dan Genetika II) setelah diajarkan dengan model perkuliahan genetika.

            Jenis penelitian disertasi ini adalah penelitian survai yang dilaksanakan  di Jurusan Biologi FMIPA UM pada mahasiswa kelas pendidikan dan non pendidikan selama 2 semester yaitu semester genap tahun ajaran 2007/2008 pada saat berlangsungnya perkuliahan Genetika I dan semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 pada saat berlangsungnya perkuliahan Genetika II. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi pelaksanaan perkuliahan genetika, inventori kesadaran metakognisi  (MAI), lembar penelitian kerja ilmiah, lembar penilaian (rubrik) untuk keterampilan metakognisi, tes teori  genetika I, tes teori genetika II, tes praktikum, dan praktikum genetika, lembar observasi dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Anakova, dilanjutkan dengan uji beda LSD (Least Significant Difference), dan data pelaksanaan perkuliahan genetika dianalisis secara deskriptif.

            Hasil penelitian menunjukkan langkah-langkah model atau pola perkuliahan genetika terdiri dari memberi tugas membaca yang berhubungan dengan materi perkuliahan, membuat ringkasan hasil bacaan, membuat pertanyaan serta jawaban, presentasi dan diskusi. Praktikum dilaksanakan dalam dua bentuk kegiatan yaitu, praktikum proyek dengan tiap kelompok berbeda topik, setiap kelompok terdiri dari 2-3 orang dan praktikum klasikal dimana seluruh kelompok dengan topik yang sama. Evaluasi hasil belajar mahasiswa berdasarkan rata-rata skor paper and pencil test  dan alternatif assesmen. Model perkuliahan genetika semacam ini dapat mengembangkan keterampilan bertanya dan komunikasi, meningkatkan motivasi belajar, mengembangkan kemampuan berpikir, mengembangkan suatu rencana kegiatan belajar, mengembangkan keterampilan teknologi informasi, memimpin dan berperan serta dalam diskusi dan pemecahan masalah kelompok, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya yang berkenaan dengan kegiatan   belajar.     Kemampuan metakognisi mahasiswa tidak dipengaruhi oleh faktor kelas, kemampuan awal dan macam mata kuliah. Kemampuan kerja ilmiah mahasiswa dipengaruhi oleh macam mata kuliah, tetapi tidak dipengaruhi oleh faktor kelas, dan kemampuan awal. Hasil belajar kognitif mahasiswa dipengaruhi oleh faktor kelas dan macam mata kuliah, tetapi tidak dipengaruhi oleh faktor kemampuan awal. Keterampilan metakognisi dipengaruhi oleh faktor kelas, kemampuan awal, dan macam mata kuliah.

            Berdasarkan hasil penelitian disarankan dalam pembelajaran genetika di perguruan tinggi sebaiknya berfokus pada mahasiswa (student centered). Dosen lebih berperan sebagai fasilitator belajar dan tidak merupakan sumber informasi utama. Praktikum pola proyek dalam perkuliahan genetika perlu dikembangkan selain praktikum klasikal, karena dapat melatih mahasiswa merancang sendiri prosedur kegiatan sebagaimana kegiatan dalam melakukan suatu penelitian. Dalam menilai hasil belajar mahasiswa tidak hanya dari tes tertulis saja, tetapi perlu juga dinilai dari kegiatan assesmen alternatif lainnya.