DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kesalahan Konsep Tentang Larutan Buffer Pada Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 dan SMA YPK Bontang Serta Upaya Memperbaikinya dengan Menggunakan Strategi Konflik Kognitifi. (Tesis)

Nuraini Khodaryah

Abstrak


Khodaryah, Nuraini. 2010. Analisis Kesalahan Konsep Tentang Larutan Buffer Pada Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 dan SMA YPK Bontang Serta Upaya Memperbaikinya dengan Menggunakan Strategi Konflik Kognitifi. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Kimia. Pembimbing : (I) Prof. H. Effendy, M.Pd, Ph.D, (II) Prof. H. Suhadi Ibnu, M.A, Ph.D.

Kata Kunci :   kesalahan konsep, larutan buffer, strategi konflik kognitif, persistensi

           Kesulitan siswa dalam memahami materi yang mendasari materi larutan buffer seperti asam basa dan kesetimbangan kimia, memungkinkan siswa mengalami kesalahan dalam memahami larutan buffer. Jika kesalahan tersebut terjadi secara konsisten maka dapat dikatakan terjadi kesalahan konsep. Salah satu upaya yang diharapkan dapat mengurangi kesalahan konsep adalah pembelajaran dengan menggunakan strategi konflik kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi kesalahan-kesalahan konsep; (2) mengetahui sumber kesalahan konsep; (3) mengetahui keefektifan strategi konflik kognitif untuk mengurangi kesalahan konsep; (4) untuk mengetahui persistensi kesalahan konsep yang terjadi pada siswa kelas XI IPA pada materi larutan buffer.

           Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan one group pre-test post-test design. Rancangan deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi sumber kesalahan konsep, jenis kesalahan konsep dan persistensi kesalahan konsep pada materi larutan buffer, sedangkan rancangan one group pre-test post-test design digunakan untuk mengetahui keefektifan strategi konflik kognitif untuk mengurangi kesalahan konsep pada materi larutan buffer. Sampel penelitian ini adalah 28 siswa kelas XI IPA SMAN 2 dan 27 siswa kelas XI IPA SMA YPK Bontang. Kesalahan konsep diidentifikasi melalui tes dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pilihan ganda dengan satu jawaban benar, tiga jawaban pengecoh dan satu jawaban kosong. Dari hasil uji coba diperoleh validitas isi tes sebesar 96,7% dan reliabilitas tes, diukur dengan menggunakan korelasi product moment, sebesar 0,90 dan.

Hasil-hasil penelitian adalah: (1) Kesalahan-kesalahan yang yang terjadi pada siswa dalam materi buffer adalah: (a) Buffer asam adalah campuran dari asam dan basa; (b) Buffer basa adalah campuran dari asam dan basa; (c) Larutan buffer asam dapat dibuat dengan mereaksikan asam lemah dan basa kuat dengan jumlah mol yang sama; (d) Larutan buffer basa dapat dibuat dengan mereaksikan basa lemah dan asam kuat dengan jumlah mol yang sama; (e) Jika sedikit asam ditambahkan pada larutan buffer asam maka konsentrasi H3O+ atau H+ meningkat dan konsentrasi asam lemah dan basa konjugatnya tetap; (f) Jika sedikit asam ditambahkan pada larutan buffer basa maka konsentrasi H3O+ atau H+ meningkat sedangkan konsentrasi basa lemah dan asam konjugatnya tetap; (g) Jika sedikit basa ditambahkan pada larutan buffer asam maka konsentrasi OH- meningkat dan konsentrasi asam lemah dan basa konjugatnya tetap; (h) Jika sedikit basa ditambahkan pada larutan buffer basa maka konsentrasi OH- meningkat dan konsentrasi basa lemah dan asam konjugatnya tetap; (i) Asidosis adalah suatu kondisi dimana pH menurun, maka konsentrasi H3O+ atau H+ juga turun; (2) Kemungkinan sumber-sumber kesalahan konsep pada siswa adalah kurang lengkapnya penjelasan tentang topik larutan buffer pada buku pelajaran kimia siswa dan tidak akuratnya pemahaman guru tentang materi tersebut; (3)Pembelajaran menggunakan strategi konflik kognitif secara siginifikan efektif untuk mengurangi kesalahan konsep yang terjadi pada siswa; (4) Setelah tiga minggu, persistensi kesalahan konsep terjadi pada 14,6% siswa dan termasuk dalam kategori rendah.

 

ABSTRACT

Khodaryah, Nuraini. 2010. Analysis of Misconception About Buffer Solution on 11th Grade Science Students of SMAN 2 and SMA YPK Bontang and Its Improvement Using Conflict Cognitive Strategy. Thesis, Chemistry Education Study Program, Faculty of Graduate Study, State University of Malang. Supervisors: (I) Prof. H. Effendy, M.Pd, Ph.D, (II) Prof. H. Suhadi Ibnu, MA, Ph.D.

Keywords: misconception, buffer solution, conflict cognitive strategy, persistence

Students' difficulties in understanding concepts underlying concepts in buffer solution topic, such as acid-base and chemical equilibrium concepts, may lead to wrong understanding. The wrong understanding that occurs consistently may lead to misconception. One attempt to improve misconception is by using conflict cognitive strategy. The purposes of this study are: (1) to identify students' misconceptions about buffer solution, (2) to identify the sources of students' misconceptions about buffer solution, (3) to identify the effectiveness of cognitive conflict strategy in improving students' misconceptions about buffer solution, (4) to identify the persistence of students' misconceptions about buffer solution.

Research sample consisted of 28 year XI science students of SMAN 2 Bontang and 27 year XI science students of SMA YPK Bontang. Students' misconception was identified using multiple choice test and questionaire. Each item of multiple choice test has three possible answers. Students are permitted to give another answer if they do not agree with the provided answers. Trying out the multiple choice test shows that the test has content validity of 96.7 % and reliability, measured using product moment correlation, of 0.90.

The results of this research are summarized as follows. (1) students' misconceptions about buffer solution are: (a) buffer acid is a mixture of acid and base, (b) buffer base is a mixture of acid and base, (c) acidic buffer solution can be prepared by reacting a weak acid and a strong base with the same number of moles, (d) alkaline buffer solution can be prepared by reacting a weak base and strong acid with the same number of moles, (e) if small amount of acid is added to acidic buffer solution, concentration of H3O + or H + increases while concentrations of weak acid and its conjugate base remain constant; (f) if small amount of acid is added to the alkaline buffer solution, concentration of H3O + or H + increases while concentrations of weak base and its conjugate acid remain constant; (g) if small amount of base is added to the acidic buffer solution, the concentration of OH‾ increases while the concentration of weak acid and its conjugate base remain constant; (h) if a slight amount of base added to alkaline buffer solution, the concentration of OH‾ increases while concentration of weak base and its conjugate acid remain constant; (i) acidosis is a condition where the pH decreases accompanied with decreasing of H3O+ or H+ concentration. (2) The possible sources of students' misconceptions are incomplete explanation about buffer solution topic given in students' chemistry book and inaccurate understanding of concepts about buffer solution topic by the teacher. (3) Conflict cognitive strategy is effective in improving students' misconceptions about buffer solution. (4) After three weeks, persistence of misconception occurs on 14.6 % of students and can be categorized to be very low.