DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menyimak melalui teknik Structure Head Number (TSHN) Siswa Kelas IV SDN Kedunggalar 7, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. (Tesis)

Arief Wahyu Wibowo

Abstrak


Arief Wahyu Wibowo, 2010.    Peningkatan Kemampuan Menyimak melalui teknik Structure Head Number (TSHN) Siswa Kelas IV SDN Kedunggalar 7, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M. Ed., (II) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd.

 

Kata Kunci: kemampuan menyimak, TSHN, Sekolah Dasar

Menyimak sebagai keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai seseorang mempunyai peranan penting sebagai awal dari keterampilan- keterampilan yang lain. Pada saat seorang bayi berbicara, ia menyimak bunyi-bunyi yang di dengar kemudian berusaha menirukannya, walaupun belum mengerti makna bunyi-bunyi tersebut. Demikian juga pada saat seseorang belajar membaca dan menulis, seseorang akan menyimak cara membaca dan menulis dari guru yang mengajarinya. Keterampilan menyimak berperan penting dalam usaha mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak. Guru dalam menyampaikan materi kebanyakan mengunakan metode ceramah. Dalam hal inilah keterampilan menyimak bagi siswa dibutuhkan. Mengingat pentingnya keterampilan menyimak, maka keterampilan tersebut harus dilatihkan sejak dini dalam pelajaran bahasa Indonesia sekolah dasar (SD). Perlu dilakukan sebagai landasan untuk jenjang pendidikan selanjutnya.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan pembelajaran dengan Teknik structure head number dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar kemampuan menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7 Ngawi?

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV SDN Kedunggalar 7 yang berjumlah 31 siswa dengan prosedur persiapan penelitian melalui survei awal yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan pelaksanaan meliputi penomoran, mengajukan pertanyaan, berfikir bersama, dan menjawab.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan. Peningkatan pembelajarannya yaitu (1) kesenangan dan gairah belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran (2) antusias dan kerjasama siswa dalam mengikuti diskusi (3) keantusiasan dan ketekunan siswa dalam membuat kalimat, (4) ketekunan, kerja sama, dan kreativitas siswa dalam menentukan kalimat yang akan di jadikan informasi pelaksanaan diskusi.

Berdasarkan hasil uraian di atas bahwa melalui TSHN dalam pembelajaran menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi meningkat baik berupa proses maupun berupa produk. Peningkatan gagasan, pengorganisasian, struktur dan tata bahasa, ketiga aspek diatas merupakan standat ketuntasan minimal. Oleh karena itu, Guru hendaknya membuka diri dan menerima inovasi-inovasi pembelajaran yang menunjang terjadinya peningkatan mutu pendidikan. Sebagai seorang tokoh pendidikan guru harus menjadi seorang inovator dalam bidang pendidikan.sedangkan siswa sebaiknya mengembangkan potensi yang mereka miliki melalui kerjasama dalam kelompok belajar yang membentuk pribadi mereka sehingga kelak menjadi masyarakat yang peduli lingkungan sosial.

 

ABSTRACT

 

Arief Wahyu Wibowo, 2010. The improvement of listening ability through Structure Head Number Technique (TSHN) on 4th grade students at SDN Kedunggalar 7, Kedunggalar Sub district, Ngawi Regency. Thesis, the Study Program of Elementary Education, Post Graduate Program, Malang State University, Advisors (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed., (II) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd.

 

Key Words: listening ability, TSHN, Elementary school

Listening is a language skill which is firstly acquired by someone in his life. It has a very important role as the beginning of the other language skill. As a baby speaks, it is listening to some sounds which it heard and then it tries to imitate them although it has not understood the meaning of those sounds. In addition, as someone is learning to read and write, he is listening the way to read and write from the teacher who is teaching him. Listening has prominent role at the attempt to learn many things, especially in educational field. Every subject at school needs listening skill. In teaching most teachers use speech method. In this case, listening skill is needed by the students. As the skill is very important, the skill must be trained early in Indonesian subject since Elementary School (SD). This must be done to give basic foundation for the next level of their education.

The research problem of this study is whether the implementation of the learning process using Structure Head Number Technique could improve learning activities and leaning achievement on listening of 4th grade students at SDN Kedunggalar 7 Ngawi.

The research method in this study uses Class Action Research (PTK). The researcher of this study collaborated with the teacher of 4th grade at SDN Kedunggalar 7. The subject of this study is 4th grade students which are 31 students. The research procedure was done through beginning survey which was conducted collaboratively with the teacher of the class. During the conduction of the study, every action cycle which was done used some steps i.e. numbering step, presenting questions, thinking collectively and then answering the questions.

The result of the study shows that there is learning improvements. The learning improvements are (1) the enjoyment and students' desire to attend learning process, (2) the enthusiasm and students' collaboration on attending discussion. (3) the enthusiasm and students' diligence in creating sentences, (4) the diligence, collaboration, students' creativity in deciding sentences which are going to be used as the information of conducting discussion.

Based on the result of the elaboration above that through Structure Head Number Technique on learning listening at the 4th grade students at SDN Kedunggalar 7, Kedunggalar Sub district, Ngawi Regency improves whether it is on the process or product. The improvements are on idea, organizing, structure and grammar. The three aspects above are the minimal completeness standard. Based on that image, teachers should be out going and accept some learning innovations that support the existence of improving education quality. As a figure of education, a teacher must be an innovator in the educational field, whereas students should develop their potential through cooperation on learner group which composes their personality so that they will be the member of the society that care their social environment.