DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Model Pembelajaran Problem Solving dan Ceramah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kemampuan Memecahkan Masalah Geospasial Mata Kuliah SIG Pada Mahasiswa Semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. (Tesis)

Endang Surjati

Abstrak


Endang Surjati, 2010, Perbedaan Model Pembelajaran Problem Solving dan Ceramah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kemampuan Memecahkan Masalah Geospasial Mata Kuliah SIG Pada Mahasiswa Semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang, Tesis, Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Agus Suryantoro dan (2) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.

 

Kata kunci: Pembelajaran Problem Solving, Hasil Belajar, Memecahkan Masalah, dan Geospasial

Pendidikan di perguruan tinggi umumnya mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki lapangan kerja dan kedua untuk mengembangkan manusia yang literat ilmu dan teknologi yang membantunya mengembangkan diri untuk hidup dalam masyarakat sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang berlaku. Model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran sangat mendukung pencapaian tujuan yang kedua ini. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui apakah model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah geospasial mahasiswa pada mata kuliah SIG semester VI prodi pendidikan geografi Universitas Negri Malang dan (2) Untuk mengetahui tingkat signifikan perbedaan model pembelajaran problem solving dan ceramah dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah geospasial dengan menggunakan data geospasial.

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian nonequivalent (pretest and posttest) control-group design. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen adalah model pembelajaran problem solving dan varibel dependen adalah aspek kemampuan pemecahan masalah geospasial. Populasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang yang mengikuti mata kuliah sistem informasi geografi yaitu berjumlah 124 orang mahasiswa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas L dan kelas K yang berjumlah 70 orang mahasiswa. Metode pengolahan data dilakukan dengan teknik analisa uji t.

Temuan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil pengujian hipotesis disajikan berikut ini: (1) Model pembelajaran problem solving tidak meningkatkan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah geospasial mahasiswa pada mata kuliah SIG semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang dan (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran problem solving dan ceramah untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah geospasial dengan menggunakan data geospasial pada mata kuliah SIG semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang.

Hasil analisa uji-t menunjukkan antara Post problem solving dan Post konvensional tidak ada beda secara signifikan, karena F hitung lebih kecil dari F kritisnya. Nilai F hitung sebesar 2.021 dan signifikan pada level 0,162. Karena nilai Fhitung > Ftabel maka dapat diambil keputusan untuk menerima H0 dan menolak H1, atau dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran problem solving yang dilaksanakan pada kelas eksperimen dengan pembelajaran ceramah yang dilaksanakan pada kelas kontrol.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan pada pembelajaran sistem informasi geografis hendaknya dosen menerapkan model pembelajaran yang bervariasi menyesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran, mempertimbangkan kemampuan awal mahasiswa mengenai geosfer, dan disarankan agar mahasiswa diarahkan untuk mengadakan secara mandiri sarana dan prasana dalam pembelajaran geografi.