DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Kelas V SDN Pehserut I Nganjuk dengan Menggunakan Strategi Four-pronged. (Tesis)

Haryadi Haryadi

Abstrak


Haryadi, 2010. Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Kelas V SDN Pehserut I Nganjuk dengan Menggunakan Strategi Four-pronged. Tesis, Jurusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph. D., (II) Fachrurrazy, M.A., Ph. D.

Kata kunci: penguasaan, kosakata, strategi, four-pronged.

            Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pembelajaran kosakata bahasa Inggris tidak dicantumkan secara eksplisit. Namun demikian,penguasaan kosakata merupakan aspek penting yang harus dimiliki siswa dalam belajar bahasa sehingga perlu upaya peningkatan penguasaan kosakata. Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa adalah dengan menggunakan pembelajaran strategi four-pronged.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan-permasalahan kesulitan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Salah satu permasalahan utama adalah rendahnya penguasaan kosakata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa dengan menggunakan strategi four-pronged. Berdasarkan tujuan itu, rumusan permasalahan penelitian ini adalah (1) bagaimana proses pelaksanaan peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris dengan strategi four-pronged?, (2) bagaimana hasil peningkatan kosakata bahasa Inggris siswa dengan menggunakan strategi four-pronged?

Untuk menjawab kedua pertanyaan itu, penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada 19 orang siswa yang memiliki penguasaan kosakata bahasa Inggris sangat rendah. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan dalam empat kali pertemuan. Proses pembelajaran dalam penelitian difokuskan pada peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa.

Hasil analisis skor tes kosakata menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 32% dan penguasaan kosakata siswa secara klasikal pada siklus II sebesar 95%. Tingkat partisipasi belajar siswa berdasarkan observasi menunjukkan peningkatan pada siklus I sebesar 70% dan pada siklus II sebesar 87%. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran kosakata dengan strategi four-pronged menunjukkan hasil positif. Hal itu dilihat dari hasil pengolahan data angket pada siklus I sebesar 82% dan pada siklus II sebesar 83%. Data-data tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata bahasa Inggris dengan strategi four-pronged berpengaruh positif. Dengan demikian peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas V SDN Pehserut I Nganjuk dengan menggunakan strategi four-pronged dapat dikatakan berhasil.

       Penelitian ini tidak lepas dari kekurangan. Beberapa kekurangan itu antara lain keterbatasan waktu, keterbatasan data, dan keterbatasan penyajian. Hasil peningkatan skor tes, observasi, dan angket hanya merupakan sebuah ujicoba. Oleh karena itu diharapkan ada penelitian lain yang dapat mengembangkan hasil penelitian ini dengan lebih mendalam dan dapat menerapkan strategi four-pronged untuk peningkatan keterampilan bahasa yang lain.

 

ABSTRACT

Haryadi, 2010. Improving Mastery of English Vocabulary of Grade 5 Students SDN Pehserut I Nganjuk by Using the Four-Pronged Approach. Thesis, Educational Program of Elementary School Teacher Education, Post Graduate State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph. D., (II) Fachrurrazy, M.A., Ph. D.

 

Key words: mastery, vocabulary, approach, four-pronged.

Vocabulary teaching is not presented clearly in the Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), but it is integrated with language skills. Mastering vocabulary is needed for the students to learn language skills. Therefore, the teacher should have efforts to improve the students' vocabulary. It is the four-pronged approach that is suggested to improve the students' vocabulary.

This research is conducted based on students' difficulties in learning English. One of the basic problems is low proficiency of students' vocabulary. Therefore, the goal of this research is to explain the improving of students' English vocabulary ability through the four-pronged approach. Based on the goal, the research problems are (1) how is the process of improving students' English vocabulary through implementation the four-pronged approach?, (2) how much is the improving of students' English vocabulary through the implementation of the four-pronged approach?

To answer these questions, the research is designed as a classroom action research. This research involves 19 students of very low English vocabulary proficiency. This research is conducted in two cycles. Each cycle is carried out for four meetings, focusing on the students' English vocabulary.

The result of score analysis shows the improvement of students' English vocabulary on the first cycle as much as 32% and 95% on the second cycle. Based on the observation result, the participation of the students in the teaching learning process has increased 70% on the first cycle and 87% on the second cycle. The students give positive response when they are asked to fill questionnaire about the vocabulary teaching using the four-pronged approach, it is about 82% on the first cycle and 83% on the second cycle. The data show that the vocabulary teaching using four-pronged approach has positive influence. In other words, the teaching of vocabulary by using four-pronged approach for the students of SDN Pehserut I Nganjuk is successful.

This research still needs suggestion for it is perfect. Those weaknesses are due to limited time, data and the result of presentation. Therefore other research is expected to develop the result of this research more deeply and can apply the four-pronged approach to improve students language skills.