DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Pelajaran Bahasa Inggris Dengan Model Picture-Word Inductive (PWIM) Siswa Kelas 4 SDN Gunong Sekar 1 Sampang. (Tesis)

Amir Hamzah

Abstrak


Hamzah, Amir. 2010. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Pelajaran Bahasa Inggris Dengan Model Picture-Word Inductive (PWIM) Siswa Kelas 4 SDN Gunong Sekar 1 Sampang. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M. Ed., (2) Dr. Dany M. Handarini, M.A.

 

Kata kunci: kemampuan, membaca permulaan, model PWIM, sekolah dasar.

Dalam proses pengajaran membaca agar anak dapat menguasai membaca dengan benar, perlu dilakukan beberapa proses kegiatan dalam membaca. Bum, Roe, dan Elinor(1996) berpendapat bahwa terdapat tujuh proses kegiatan dalam membaca yang harus dilakukan selama proses berlangsung, ketujuh kegiatan tersebut adalah:(1) mengamati simbol-sismbol tulisan, (2) menginterpretasikan apa yang diamati, (3) mengikuti urutan yang bersifat linier baris kata-kata yang tertulis, (4) menghubungkan kata-kata (dan maknanya) dengan pengetahuan, (5) membuat inferensi/sim-pulan dan evaluasi materi yang dibaca, (6) membangun asosiasi, dan (7) menyikapi secara personal kegiatan membaca sesuai dengan interesnya (dalam Syafi'I, 1999:262). Adanya kesalahan dalam menerapkan konsep membaca permulaan akan menyebabkan siswa mengalami kegagalan dalam memahami teks bacaan sehingga kadang-kadang menyebabkan siswa menjadi frustasi apabila dibebani tugas untuk mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan keterampilan membaca. Sebagaimana pendapat Harp (1987) " children at the praoperational level lack many of the concepts needed to understand reading and writing processes, and they are often frustrated when teachers expect them to perform such beginning reading tasks as memorizing rules." (dalam Burn, Roe dan Ross, 1996: 41).

 Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan upaya peningkatan keterampilan membaca permulaan pada pelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan Picture-Word Inductive Model (PWIM) pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca permulaan, penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut. "Bagaimanakah meningkatkan kemampuan membaca permulaan pelajaran bahasa Inggris dengan dengan model PWIM?" (a) "Bagaimanakah proses meningkatkan kemampuan membaca permulaan pelajaran bahasa Inggris dengan model PWIM?" dan (b) "Bagaimanakah hasil meningkatkan membaca permulaan pelajaran bahasa Inggris dengan model PWIM?"

Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian dilaksanakan berdasar tiga siklus tindakan atas kolaborasi antara guru dengan peneliti. Setiap siklus tindakan dilaksakan berdasar alur tindakan yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Data penelitian berupa informasi mengenai proses tindakan (hasil pengamatan dari perencanaan dan pelaksanaan), serta hasil tes siswa sebelum pelaksaan kegiatan perbaikan. Hasil tes kegiatan siswa yang dijadikan tindakan di siklus berikutnya apabila taraf penguasaannya kurang dari target pencapaian (70%). Subyek penelitian siswa kelas 4 SDN Gunong Sekar 1 Sampang, sejumlah 38 siswa yang secara aktif mengikuti kegiatan tanpa membedakan gender.

Pada tahap awal disusun satuan pembelajaran yang berisi tujuan pembelajaran khusus, materi, metode, media, sumber belajar, serta evaluasi. Materi pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), yakni membaca tema-tema yang sesuai dengan kegiatan siswa sehari-hari. Pada tahap pelaksaan membaca, proses pembelajaran berlangsung ditandai adanya interaksi antara guru dan siswa dalam bentuk dialog, tanya-jawab, penjelasan materi, penugasan untuk mengarahkan dan merekontruksi pengalaman sehari-hari. Dalam pembelajaran siswa diharuskan mengidentifikasi, membuat simpulan dan membangun asosiasi tentang bacaan yang dibaca. Tahap pasca membaca dilaksanakan melalui interaksi dan diskusi kelas yang dapat melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan identifikasi, menyimpulkan dan membangun asosiasi bacaan dengan pengalaman hidupnya sehingga mampu mengontruksi kandungan makna dari bacaan yang dibaca.

Hasil evaluasi yang dilakukan setiap akhir kegiatan perlakuan menunjukkan perkembangan yang baik. Taraf penguasaan rata-rata di siklus I (52,77%), mengalami peningkatan dari pencapaian pretest hanya (0,72%) di siklus II rata-rata (57,08%) dan di siklus III (70,27%) Pada siklus III pencapai hasil sudah memenuhi target (70%).

Bertolak dari hasil penelitian tersebut, disarankan agar (1) guru bahasa Inggris kelas 4 SDN Gunong Sekar 1 Sampang dapat menularkan PWIM dalam pembelajaran kemampuan membaca permulaan kepada guru-guru mata pelajaran bahasa Inggris SD, khususnya di lingkungan Kabupaten Sampang, karena terbukti dapat mengontruksi kemampuan pemahaman anak terhadap teks-teks bacaan bahasa Inggris, (2) guru bahasa Inggris kelas 4 SDN Gunong Sekar 1 Sampang perlu meneruskan bimbingan kepada siswa terutama yang berkaitan dengan pembangunan asosiasi antara gambar dan bacaan dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, (3) model ini dikembangkan oleh peneliti untuk mempermudah memahami bacaan dalam teks bahasa Inggris kelas rendah yang banyak dibantu oleh gambar-gambar. Untuk itu peneliti berharap agar model PWIM digunakan dalam kegiatan membaca permulaan khususnya dan bisa juga untuk keterampilan membanca lanjutan, baik di SDN Gunong Sekar 1 Sampang maupun di sekolah dasar lainnya.

 

ABSTRACT

 

Hamzah, Amir. 2010. Improving Beginning Reading Ability in English With Picture- Word Inductive Model (PWIM) Grade 4 SDN Gunong Sekar 1 of Sampang. Thesis, Jurusan Pendidikan Dasar. Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M. Ed., (2) Dr. Dany M. Handarini, M.A.

 

Keyword: ability, beginning reading, PWIM, elementary school.

The research is aimed improving students' ability in beginning reading through Picture-Word Inductive Model (PWIM) on the planning stage, action stage, and evaluation.

This study used a classroom action research desigh. The research is implemented in a colaboration beetwen the teacher (practitioner) and the researher. Every action cycle is conducted based on the action plot consisting of planning, action, observation, and reflection.

Data of the research are the information about the process of action (the observation result of the planning and the implementation) and the students'reading result. The studens' result before the action are as the basic of improvement in the sub sequent cycles, if the mastery level is lower than the target (70%)

 The subject of the research are teacher (the practitioner) and the students in the fourth grade of Gunong Sekar 1 elementary school of Sampang, particulary 38 student.

The result of the research of improving the beginning reading ability in Gunong Sekar 1 of Sampang is the aplication of the picture-word inductive model (PWIM) consisting of pre-reading stage, reading stage, and post reading stage. Every stage is done in one meeting and the whole stages are conducted in tree cycles.

At the pre-reading stage, a lesson plan is designed. The lesson plan includes the specific objectives, the materials, the learning activities, method, media, source, and evaluation. The lesson materials are based on 2006 curriculum (KTSP), which includes reading important "events" experienced by the students.

At the reading stage, the learning process is taking place which is indicated by the interaction between the teacher and the students in dialogues, questions and answers, brainstorming in order to guide students to remember. The interesting events they have experienced. In the reading process the students are instructed to interperet what they see (pesceptual aspect), make inferences from the evaluate the material (thingking aspect)and, recognize the connections between symbols and sounds, between words and what they represent (association aspect).

At the post-reading stage, the interaction and class discussion are carried out in order to rehearse the students to improve identification ability, make inferences and build association between reading texts and what they represent.

The result of the reading ability through process PWIM shows that the students' competence in beginning reading is improved. The improvement is signified by the increasing of the average level of competence in which in cycle I it is low (52,77%), cycle II (57,08%), and in cycle III it is quite high (70,27%) it exceeds the target level (70%).

Based on the result, it is suggested that (1) the teacher in the fourth grade of SDN Gunong Sekar 1 of Sampang should disseminate the process PWIM in beginning reading to fellow teachers within the school, since in the proved to be successful in facilitating and accelerating students to express their ideas, (2) the fourth grade teacher of the school need to keep on guiding students in reading activity, particularly about association aspect; and (3) the researcher developed the model to facilitate students to making easy reading English at the low grade within pictures. For that reason, the researcher expects that PWIM of the process reading activity is used, particularly beginning reading in general at SDN Gunong Sekar 1 of Sampang and any other elementary schools.