DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Simbol Budaya Madura dalam Cerita Rakyat Madura. (Disertasi)

Hasan Busri

Abstrak


Busri, Hasan. 2010. Simbol Budaya Madura dalam Cerita Rakyat Madura. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Imam Syafi'ie, (II) Dr. Djoko Saryono, M.Pd., (III) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd.

 

Kata kunci: simbol budaya, pola keyakinan, pola pikir, pola sikap, dan cerita rakyat

Cerita rakyat Madura merupakan salah satu produk budaya yang bersifat khas. Sebagai produk budaya yang bersifat khas, cerita rakyat Madura dalam perspektif teoritis mengekspresikan simbol budaya Madura. Penelitian ini difokuskan pada simbol budaya yang mencerminkan: pola keyakinan, pikir, dan sikap masyarakat Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ancangan semiotik dan hermineutik. Data penelitian yang dikumpulkan berbentuk simbol verbal: kata, frasa, kalimat, maupun tuturan (teks) yang mencermikan: pola keyakinan, pikir, sikap masyarakat Madura dan teks-teks tentang budaya Madura. Sumber data penelitian adalah cerita rakyat Madura yang disampaikan secara lisan oleh masyarakat Madura (penutur cerita rakyat. Pengumpulan data penelitian meliputi (1) pengamatan, (2) perekaman, (3) pentranskripsian data terekam menjadi tertulis. Keabsahan data diperoleh dengan (1) perpanjangan keikutsertaan, (2) pengamatan mendalam, (3) kajian berulang, (4) trianggulasi dan diskusi dengan pembimbing, budayawan, dan teman sejawat. Analisis data penelitian ini, menggunakan analisis etnografi Analisis etnografi tersebut meliputi (1) analisis domain, (2) analisis taksonomi (3) analisis komponen, dan (4) analisis tema kultural. Selanjutnya dilakukan pendeskripsian, pengekplanasian, dan penyimpulan simbol budaya Madura, yang meliputi pola keyakinan masyarakat Madura, pola pikir masyarakat Madura, dan pola sikap masyarakat Madura.

Berdasarkan penelitian ditemukan pertama, simbol budaya yang mencerminkan pola keyakinan masyarakat Madura dalam cerita rakyat meliputi pola keyakinan masyarakat Madura terhadap Tuhan, takdir, dan mitos. Simbol budaya yang mencerminkan pola keyakinan masyarakat Madura terhadap Tuhan dalam cerita rakyat Madura meliputi keyakinan terhadap (1) keberadaan Tuhan yang ditandai dengan adanya ungkapan nama-nama Tuhan, sifat-sifat Tuhan, dan penggunaan sifat-sifat dalam pemberian nama anak-anak masyarakat Madura; (2) kekuasaan Tuhan yang ditandai dengan adanya ungkapan tentang kekuasaan, (3) keesaan Tuhan (ketauhidan) yang ditandai dengan adanya ungkapan ketauhidan Tuhan, dan (4) mitos yang ditandai dengan ungkapan yang meyakini waktu, tempat, benda, dan orang sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kedua, simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura dalam cerita rakyat Madura, meliputi pola pikir terhadap Tuhan, diri sendiri, orang lain (sesama), hakikat hidup, hakikat karya, hakikat harta, hakikat ilmu, hakikat waktu, alam semesta. Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura terhadap Tuhan ditandai dengan adanya pandangan bahwa segala sesuatu yang menyangkut hidup dan kehidupan manusia, alam semesta ialah kekuasaan Tuhan. Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura terhadap diri sendiri ditandai dengan adanya pandangan bahwa masyarakat Madura senantiasa wawasdiri dan menjaga kehormatan. Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura terhadap orang lain ditandai dengan adanya pandangan bahwa dalam kehidupan harus bermanfaat buat orang lain, tidak merugikan dan menyusahkan orang lain. Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura terhadap hakikat hidup dalam cerita rakyat Madura ditandai dengan adanya pandangan bahwa hidup adalah perjuangan (berusaha dan bekerja keras), wawas diri, sederhana, dan berbakti. Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura terhadap karya dalam cerita rakyat Madura ditandai dengan adanya pandangan bahwa manusia manusia dengan karya harus bermanfaat baik pada dirinya sendiri maupun masyarakat (orang lain). Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura terhadap waktu ditandai dengan adanya pandangan bahwa masa lalu merupakan bekal (pengalaman) untuk menata masa kini, dan masa kini merupakan bekal untuk masa yang akan datang. Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura terhadap hakikat harta dalam cerita rakyat Madura ditandai dengan adanya pandangan bahwa harta itu harus diusahakan (dengan bekerja), merupakan kekuasaan Tuhan, dan harus dikelola dengan baik. Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura dalam cerita rakyat Madura ditandai dengan adanya pandangan bahwa (1) ilmu meliputi ilmu keduniaan dan agama, (2) sumber dari segala ilmu adalah Al-Quran dan Hadist, dan (3) ilmu sejati adalah perpaduan antara ilmu keduniaan dan ilmu agama. Simbol budaya yang mencerminkan pola pikir masyarakat Madura terhadap alam semesta ditandai dengan adanya pandangan bahwa alam semesta harus dijaga dan dilestarikan.

Ketiga, simbol budaya yang mencerminkan pola sikap masyarakat Madura dalam cerita rakyat Madura, meliputi pola sikap terhadap Tuhan, sesama manusia, diri sendiri, dan alam semesta. Simbol budaya yang mencerminkan pola sikap terhadap Tuhan dalam cerita rakyat Madura ditandai dengan adanya sikap (1) keberagamaan, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat sahadat, (2) ketaatan dan kepatuhan, yaitu dengan menjalankan ibdah salat, zakat, puasa, haji, dan senantiasa berzikir kepada Tuhan, (3) ketakwaan (kesempurnaan hidup), yaitu penyerahan diri atau kepasrahan hidup kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan (4) tindakan simbolis, yaitu aktivitas ibadah seperti berzikir, menyekar (nylase), berdoa, bertapa, bersemidi yang dilakukan di tempat-tempat khusus. Simbol budaya ang mencerminkan pola sikap terhadap sesama manusia dalam cerita rakyat Madura ditandai dengan adanya (1) kepatuhan, (2) kekerabatan/kekeluargaan, (3) kebersamaan, (4) keselarasan, (5) kebijaksanaan, (6) kasih sayang, dan (7) sikap berbahasa. Simbol budaya ang mencerminkan pola sikap terhadap diri sndiri dalam cerita rakyat Madura ditandai dengan adanya (1) sikap waspada, (2) sikap realistik, dan (3) sikap bertanggung jawab. Simbol budaya ang mencerminkan pola sikap terhadap alam semesta dalam cerita rakyat Madura ditandai dengan adanya sikap menjaga dan melestrarikan alam semesta.

 

ABSTRACT

Busri, Hasan. 2010. Madurese Cultural Symbol in Madurese Folktale. Dissertation. Indonesian Education Department. Graduate Program. State University of Malang. Advisors (I) Prof. Dr. H. Imam Syafi'ie (II) Dr. Djoko Saryono, (III) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd.

 

Key terms: cultural symbol, pattern of faith, pattern of thought, pattern of attitude, and folklore

Madurese folktale is one cultural product which is unique in its own. From theoretical perspective, the uniqueness of Madurese folktale expresses cultural symbol of Madurese. The present research focuses on (1) cultural symbol which reflects the pattern of faith of Madurese society, (2) cultural symbol which reflects the pattern of thought of Madurese society, and (3) cultural symbol which reflects the pattern of attitude of Madurese society.

The research employs qualitative approach with semiotic and hermeneutic design. The data of the study are in the form of verbal symbol: paralinguistic, word, phrase, sentence, and utterance (text) which reflect pattern of faith of Madurese society, the pattern of thought of Madurese society, and the pattern of attitude of Madurese society. The source of the research data is the Madurese folklore orally expressed by Madurese story tellers the folktale. The data collecting method involves (1) observation, (2) recording, (3) transcribing the recorded data into the written form. The validation of the data are done by (1) prolonging the participative observation, (2) deepening the observation, (3) repeated review, (4) triangulation and discussion with research advisors, cultural observer, as well as colleagues. The analysis of data is done using ethnography analysis. The ethnography analysis includes (1) domain analysis, (2) taxonomy analysis, (3) component analysis, and (4) cultural theme analysis. Then, the data taken are described, explained, and finally conclusions are drawn on Madurese cultural symbol, in terms of the pattern of faith, pattern of thought, and the pattern of attitude.

The research findings are first, the cultural symbol reflecting the pattern of faith of Madurese society in their folktale are the faith to the God Almighty, the pattern of faith to takdir, and the pattern of faith to myth. The cultural symbol reflecting the pattern of the faith to the God in Madurese folkltale includes (1) faith to the existence the God noted by the use of names of God, characteristics of God, and the use of characteristics of God in giving the names of Madurese children, (2) the faith to God Almighty is also marked in the use of the expression about the power of God, (3) the faith to God (ketauhidan) is also marked in the use of the expression about the oneness of God Almighty, and (4) the faith to myth is also marked in the use of the expression believing that time, place, things, and human as a mediator to keep close distance to God Almighty.

Second, the cultural symbol reflecting the pattern of tought of Madurese society in their folkltale comprises the pattern of thought to power of God, the pattern of thought to their own selves, the pattern of thought to others, pattern of thought to the essence of life, the pattern of thought to the essence of work, the pattern of thought to the essence of wealth, the pattern of thought to the essence of knowledge, the pattern of thought to the essence of time and the pattern of thought to the essence universe. The cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to the God Almighty is noted by the existence of the view that everything about life and human life, and universe is the manifestation of God Almighty. The cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to their own selves in their folktale is noted by the existence of way of view of self-quality and self-respect. The cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to others is noted by the existence of view to (1) hope for or to pray for the best for others, (2) consider others are equal, (3) not disadvantage others, and (4) be sincere to others. Cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to the essence of life is noted by the existence of the view that (1) life is struggle (put the effort and work hard), (2) life is self reflection, (3) life is humble, and (4) life is devotion. Cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to work in Madurese folktale is noted by the existence of the view that human being with their works must be useful both for themselves and others or society. Cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to time is noted by the existence of view that the past is the experience to build the future, and that the present is the experience for the future. Cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to the essence of wealth in Madurese folktale is noted by the existence of the view that must be sought (by working hard), wealth belongs to the power of God, and it must be well-managed. Cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to the essence of knowledge is noted by the view that (1) knowledge is classifies into knowledge and religious knowledge, (2) the source of knowledge is the holy Koran and Hadits, and the genuine knowledge is the combination of mortal knowledge and religious knowledge. Cultural symbol reflecting the pattern of thought of Madurese society to the universe is noted by the existence of the view that the universe must be preserved and well-cared.

Third, Cultural symbol reflecting the pattern of attitude of Madurese society in their folktale are the pattern of attitude to the God Almighty, the pattern of attitude to others, the pattern of attitude to their own selves, the pattern of attitude to the universe. The cultural symbol reflecting the pattern of attitude to the God Almighty in Madurese folktale are noted in the existence of (1) religious safety by reciting syahadah (the pledge to the existence of the oneness of God and that Muhammad is the last messenger), (2) obedience to do the religious duty namely salat, zakat, puasa, and haji and keeps remembering God Almighty, (3) piety (the completeness of life) by surrendering themselves or submitting their lives to the God Almighty, and (4) harmony, (5) wisdom, (6) affection, and (7) attitude of speech. The cultural symbol reflecting the pattern of attitude to their own selves in their folktale are noted by the existence of (1) being alert, (2) being realistic, (3) being responsible. The cultural symbol reflecting the pattern of attitude to the universe in their folktale is noted by the existence of the sense of responsibility in managing the nature.