DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penggunaan Hypermedia dalam Pembelajaran Menggunakan Strategi Siklus Belajar Terhadap Pemahaman dan Aplikasi Konsep Kimia pada Siswa SMP dengan Dua Gaya Belajar Berbeda. (Disertasi)

I Made Kirna

Abstrak


Kirna, I Made. 2010. Pengaruh Penggunaan Hypermedia dalam Pembelajaran Menggunakan Strategi Siklus Belajar Terhadap Pemahaman dan Aplikasi Konsep Kimia pada Siswa SMP dengan Dua Gaya Belajar Berbeda. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wayan Ardhana, M.A., (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (III) Dr. Sulthon, M. Pd.

 

Kata kunci: hypermedia, siklus belajar, gaya belajar, pemahaman konsep kimia, aplikasi konsep

Belajar pemahaman dalam konteks paradigma baru tidak cukup hanya pada aspek konstruksi mental. Dalam belajar pemahaman, pebelajar diharapkan juga mampu mengaplikasikan pengetahuannya secara fleksibel dan kreatif pada lingkungan atau situasi praktis. Isu penting pembelajaran sains, utamanya kimia, adalah masih rendahnya pemahaman konsep siswa. Sebagian besar siswa pemula, SMP, belajar kimia tidak bermakna sehingga pengetahuannya sulit diaplikasikan. Pembelajaran pemahaman konsep yang sesuai dengan hakekat sains semestinya didorong pada pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri, seperti siklus belajar, namun implementasinya mengalami kendala, utamanya kendala teknis, seperti keterbatasan alat/bahan dan waktu. Di samping itu, pembelajaran pemahaman konsep kimia juga penting mempertimbangkan hakekat kimia yang sifatnya submikroskopis dan visuospatial.

Kemajuan teknologi multimedia, seperti hypermedia, sangat potensial dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan teknis implementasi pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri. Fasilitas yang dimiliki oleh hypermedia juga sangat potensial untuk mengoptimalkan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pemahaman konsep. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan hypermedia dalam pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri, yaitu siklus belajar tiga fase. Penelitian ini juga menjelaskan pengaruh pembelajaran menggunakan hypermedia terhadap siswa dengan gaya belajar berbeda.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) membandingkan efektivitas penggunaan hypermedia dan nonhypermedia (konvensional) dalam pembelajaran menggunakan strategi siklus belajar dilihat dari pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan konsep kimia pada siswa SMP, (2) mengkaji pengaruh gaya belajar dimensi verbal-visual terhadap efektivitas penggunaan hypermedia dalam memfasilitasi belajar kimia pada siswa SMP, dan (3) mengkaji interaksi antara strategi penyampaian siklus belajar menggunakan media berbeda (SB-hypermedia dan SB-nonhypermedia) dan gaya belajar (verbal dan visual) terhadap efektivitas pembelajaran kimia pada siswa SMP.

Penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian dilakukan di dua SMP Negeri yang dipilih secara cluster random sampling (multistage) dari populasi SMPN di kota Singaraja, yaitu SMPN 2 dan SMPN 6 Singaraja. Penelitian dilakukan di kelas VII semester I pada tahun akademik 2009/2010. Jumlah siswa yang dilibatkan adalah sebanyak 118 orang yang terdiri dari 53 laki-laki dan 65 perempuan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan: (1) tes pemahaman konsep, (2) tes aplikasi konsep, dan (3) angket gaya belajar verbal-visual hasil adaptasi dari Index of Learning Style, ILS, Felder-Soloman. Tes pemahaman konsep terdiri dari 25 soal pilihan ganda yang sebagian mengandung pilihan alasan dengan reliabilitas alpha Cronbach = 0,797. Tes aplikasi konsep terdiri dari 6 soal essay dengan reliabilitas alpha Cronbach = 0,875. Analisis faktor dilakukan untuk menentukan validitas konstruk angket gaya belajar verbal-visual adaptasi ILS Felder-Soloman. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa hanya 7 dari 11 item ILS Felder-Soloman yang valid dan diperoleh tiga konstruk yang menjadi landasan konseptual dari angket ini, yaitu: (a) format informasi yang disukai untuk memori atau mengingat; (b) format informasi yang disukai untuk input; dan (c) format informasi yang disukai karena bakat seni menggambar. Reliabilitas angket gaya belajar verbal-visual adaptasi ILS Felder-Soloman adalah 0,649. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA faktorial 2x2 dengan menggunakan SPPS 13.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman konsep kimia siswa SMP kelas VII yang menggunakan hypermedia lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan nonhypermedia; (2) siswa yang memiliki gaya belajar visual mempunyai pemahaman konsep yang lebih tinggi dari pada yang memiliki gaya belajar verbal; (3) ada interaksi antara strategi penyampaian siklus belajar (SB-hypermedia dan SB-nonhypermedia) dan gaya belajar (verbal dan visual) terhadap pemahaman konsep, dan (4) kemampuan aplikasi konsep siswa SMP kelas VII tidak berbeda secara signifikan, baik antara kelompok strategi penyampaian siklus belajar menggunakan media berbeda (SB-Hypermedia dan SB-Nonhypermedia), maupun kelompok gaya belajar dimensi verbal-visual. Terkait dengan pemahaman konsep, temuan penelitian ini menegaskan bahwa visualisasi konseptual dan kemampuan literasi visual siswa berperan penting dalam pembelajaran sains. Praktikum laboratorium akan optimal dalam memfasilitasi pengembangan pemahaman mendalam apabila didukung dengan visualisasi konseptual. Pembelajaran sains sangat penting mengembangkan kemampuan literasi visual dengan memberikan peluang siswa memahami visualisasi konseptual sekaligus mendorong siswa menyampaikan pemahamannya menggunakan visualisasi. Terkait dengan kemampuan dalam aplikasi konsep, temuan ini menegaskan bahwa kemampuan dalam mengaplikasikan konsep tidak berkaitan langsung dengan jenis media. Kemampuan aplikasi konsep lebih banyak dikontribusi oleh intensitas latihan mengaplikasikan konsep dengan menggunakan kasus yang bervariasi.

            Berdasarkan temuan penelitian, guru sains SMP disarankan menggunakan hypermedia untuk mendukung pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri dalam rangka meningkatkan pemahaman konsep dan literasi teknologi. Dalam mengelola pembelajaran sains, utamanya kimia pemula, guru disarankan memberikan penekanan pembelajaran pada aspek submikroskopis menggunakan bantuan visualisasi (analogi konseptual) dan mendorong siswa mengemukakan pemahamannya menggunakan visualisasi. Gaya belajar verbal-visual perlu menjadi pertimbangan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan teknologi multimedia. Perhatian khusus perlu diberikan kepada siswa verbal dalam pembelajaran sains yang menggunakan teknologi ini.

 

ABSTRACT

 

Kirna, I Made. 2010. The Effect of the Use of Hypermedia in Instruction Using Learning Cycle Strategy on the Understanding and Application of Chemistry Concepts of Junior High School Student with Two Different Learning Styles. Dissertation, Instructional Technology Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Wayan Ardhana, M.A., (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M. Pd, (III) Dr. Sulthon, M. Pd.

 

Keywords: hypermedia, learning cycle, learning styles, understanding of chemistry concepts, concept application.

Learning for understanding in the context of the new learning paradigm is not only focused on mental construction. In learning for understanding, learners are also expected to be able to apply their knowledge flexibly and creatively in practical situations. One of the important issues in science learning, especially chemistry, is the low conceptual understanding of students. Most novice students (of junior high school) do not learn science meaningfully, so they have difficulties in applying their knowledge. Learning for conceptual understanding that is suitable to the nature of science should be encouraged toward the use of inquiry approach, such as learning cycle. However, the implementation of this approach has many constraints, particularly those of technical ones, like the limitation of equipments/materials and time. In addition, learning for conceptual understanding in chemistry should also consider the nature of chemistry concepts which is submikroskopic and visuospatial.

The advance of multimedia technologies, such as hypermedia, is very potential to be used to solve technical problems in implementing inquiry approach. Facilities owned by hypermedia are also potential to optimize instruction in improving conceptual understanding. The present research investigated the use of hypermedia in an instruction based on inquiry approach, three-phase learning cycle. This research also described the influence of hypermedia use on students with different learning styles.

The research were aimed at: (1) comparing the effectiveness of the use of hypermedia and nonhypermedia (conventional) in the instruction using learning cycle strategy viewed from the understanding and ability to apply chemistry concepts on junior high school students; (2) investigating the influence of verbal-visual dimension of learning style on the effectiveness of the use of hypermedia in facilitating chemistry learning on junior high school students; and (3) studying the interaction between the delivery strategy of the learning cycle using different media (LC-hypermedia and LC-nonhypermedia) and learning styles (verbal and visual) with the effectiveness of chemistry instruction on the junior high school students.

A quasi-experimental research design with pretest-posttest nonequivalent control group design was carried out to achieve the goals. The research was conducted in two junior high schools, SMPN 2 and SMPN 6 Singaraja, that were selected using cluster random sampling method (multistage) from the population of junior high schools in Singaraja. The research was conducted in the first semester of the seventh graders in the academic year 2009/2010. The total number of students involved were 118 people, including of 53 males and 65 females. The data were collected using: (1) test of conceptual understanding; (2) test of concepts application; and (3) verbal-visual learning style questionnaires from the adaptation of Felder-Soloman Index of Learning Style (ILS). The test of conceptual understanding consisted of 25 multiple choice questions, some of which provided options in the form of reasons. The Cronbach alpha reliability of this test was 0.797. The test of concepts application comprised of six essay items with the Cronbach alpha reliability = 0.875. Factor analysis was conducted to determine the construct validity of the questionnaire of verbal-visual learning style. The results of factor analysis revealed that only seven of the eleven items of the Felder-Soloman's ILS were valid and there were three conceptual constructs underlying the questionnaires, i.e.: (a) information format preferred for memory or recall; (b) information format preferred for input; and (c) information format preferred because of drawing talent. The reliability of the questionnaires of verbal-visual learning style from adaptation of Felder-Soloman's ILS was 0.649. The data were analyzed by descriptive and 2x2 factorial MANCOVA using SPSS 13.0 for Windows.

The results showed that (1) the understanding of chemistry concepts of the seventh grade students using hypermedia was higher than that of students using nonhypermedia; (2) the students having visual learning style had higher conceptual understanding than those having verbal learning style; (3) there was an interaction between the delivery strategy of the learning cycle (LC-hypermedia and LC-nonhypermedia) and learning styles (verbal and visual) with the understanding of concepts, (4) there were no significant differences in the ability of applying concepts of the seventh grade students between the groups delivery strategy of learning cycle using different media (LC-hypermedia and LC-nonhypermedia) and between the groups of learning style (verbal and visual). In terms of conceptual understanding, the research findings clearly revealed that conceptual visualization and student's visual literacy play an important role in learning science. Laboratory experiments will be optimal in facilitating the development of deeper understanding if they are supported with conceptual visualization. It is essential for science learning to develop ability in visual literacy by giving students opportunities to understand conceptual visualization as well as encouraging them to present their understanding through visualization. In terms of ability to apply concepts, the findings reveal that the ability to apply concepts is not directly related to types of media. The ability to apply concepts is contributed more by the intensity of practice to apply concepts using various cases.

Based on the research findings, it is suggested that junior high school science teachers use hypermedia to support their instruction using the inquiry approach in order to improve conceptual understanding and technology literacy of their students. In managing the learning of science, mainly for novice chemistry students, it is suggested that teachers emphasize their instruction on the submicroscopic aspect of chemistry using visualization (conceptual analogy) and encourage students to communicate their understanding using visualization. Verbal-visual learning style needs to be taken into account by teachers in teaching using multimedia technology. Particular attention should be given to students with verbal learning style in science instruction using this technology.