DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran berbasis Masalah (Berbantuan Komputer dan Tanpa Bantuan Komputer) terhadap Keterampilan Praktis Mahasiswa dengan Kemampuan Awal yang Berbeda Pada Matakuliah Perancangan Rangkaian Elektronika. (Disertasi)

Agus Budi Santosa

Abstrak


Agus Budi Santosa. 2010. Pengaruh Model Pembelajaran berbasis Masalah (Berbantuan Komputer dan Tanpa Bantuan Komputer) terhadap Keterampilan Praktis Mahasiswa dengan Kemampuan Awal yang Berbeda Pada Matakuliah Perancangan Rangkaian Elektronika. Pembimbing : (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, (III) Prof. Dr. Punadji Setyosari.

 

Kata Kunci : Model Pembelajaran berbasis Masalah Berbantuan Komputer, Kemampuan awal, Ketrampilan Praktis.

Pergeseran paradigma pembelajaran telah mengubah prinsip pembelajaran yang semula behavioristik dan menekankan latihan untuk menumbuhkan kebiasaan, telah bergeser ke pembelajaran yang bersifat konstruktivistik dan menekankan pentingnya peran kognitif untuk mengkonstruksi informasi. Orientasi pembelajaran yang teacher centered ditinggalkan dan berubah menjadi student centered. Pengaruh paham konstruktivisme dalam pembelajaran semakin kuat, sehingga melahirkan metode pembelajaran yang inovatif seperti pembelajaran kontekstual, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berdasar masalah dan lain-lain. Sebagai salah satu model pembelajaran, pembelajaran berbasis masalah (PBL) tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya pada siswa. PBL utamanya dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah dan ketrampilan intelektual; belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pebelajar yang otonom dan mandiri (Ibrahim, M. 2000). Dalam hal ini, siswa dipandang sebagai pusat dari kegiatan belajar. Oleh karena itu penelitian tentang pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan komputer untuk meningkatkan ketrampilan praktis mendapat perhatian untuk diteliti.

Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya pada semester genap tahun ajaran 2008 - 2009 sampai dengan semester ganjil tahun ajaran 2009 - 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah "post test only control group design", dengan variabel bebas metode pembelajaran, variabel moderator kemampuan awal dan variabel terikatnya adalah ketrampilan praktis. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis two way ANAVA.

Hasil analisis data menunjukkan (1) Signifikansi perbedaan model pembelajaran terhadap ketrampilan praktis sebesar 0,000 < 0,05. Pembelajaran berbasis masalah berbantuan komputer mempunyai pengaruh lebih besar dibanding pembelajaran berbasis masalah tanpa bantuan komputer dalam membelajarkan ketrampilan praktis perancangan rangkaian elektronika. (2) Signifikansi perbedaan kemampuan awal terhadap ketrampilan praktis sebesar 0,028 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa kemampuan awal pebelajar yang tinggi mempunyai pengaruh lebih besar dibandingkan kemampuan awal pebelajar yang rendah dalam meningkatkan kemampuan ketrampilan praktis perancangan rangkaian elektronika. (3) signifikansi interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal terhadap ketrampilan praktis adalah sebesar 0,999 jauh lebih besar dari 0,05. Ini menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal terhadap ketrampilan praktis. Hal ini berarti model pembelajaran berbasis masalah berbantuan komputer mempunyai pengaruh lebih baik dalam meningkatkan kemampuan ketrampilan praktis pebelajar dibanding pembelajaran berbasis masalah tanpa bantuan komputer terlepas dari kondisi kemampuan awal pebelajar. Demikian juga kemampuan awal pebelajar yang tinggi mempunyai pengaruh lebih baik dalam meningkatkan ketrampilan praktis dibanding kemampuan awal pebelajar yang rendah terlepas model pembelajaran yang digunakan.

            Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan sebagai simpulan penelitian, berikut ini dipaparkan beberapa saran : 1) Saran bagi pemakai hasil penelitian (a) Model pembelajaran berbasis masalah berbantuan komputer, merupakan model pembelajaran yang patut dikembangkan dalam membelajarkan keterampilan dalam perancangan rangkaian elektronika. (b) model pembelajaran berbasis masalah berbasis masalah berbantuan komputer juga dapat dikembangkan dalam membelajarkan keterampilan perancangan keteknikan (engineering design) dengan menggunakan program CAD dan simulasi yang sesuai. (c) Penggunaan tekologi modern (Komputer) dalam model pembelajaran, perlu dikembangkan dalam membelajarkan keteknikan kususnya yang bersifat pengetahuan prosedural dan pemecahan masalah. (d) Kemampuan awal dalam hal ini adalah kemampuan kognitif pebelajar perlu mendapat perhatian untuk dapat meningkatkan keterampilan praktis perancangan keteknikan kususnya rangkaian elektronika. (e)

Peningkatan keterampilan kognitif taraf tinggi (analisis, sintesis dan aplikasi) perlu dikembangkan dalam pembelajaran perancangan keteknikan. 2) Saran bagi Peneliti selanjutnya : (a) Keterbatasan penelitian ini adalah subyek penelitian yang hanya diambil dari satu tempat yaitu Jurusan TE, FT UNESA. Untuk lebih sempurna penelitian sejenis ini perlu dikembangkan dengan memperluas subyek penelitian. (b) Penelitian ini juga dapat diterapkan pada pembelajaran yang membelajarkan perancangan keteknikan (design engineering) pada umumnya, dengan menggunakan program komputer yang sesuai. (c) Penelitian yang menggunakan PBL berbantuan komputer sebagai variabel bebas, perlu dipilih dengan cermat variabel moderator yang akan dapat memperkuat atau memperlemah variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. (4) Dalam penelitian ini komputer digunakan sebagai alat bantu (scaffold). Sehingga perlu dilakukan penelitian sejenis dengan menggunakan komputer sebagai alat pembelajaran (Computer-based Instructional).

 

ABSTRACT

 

Agus Budi Santosa. 2010. The effect of Problem-based Learning Model (Computer Assisted and Without Computer Assisted ) towards students Practical Skills with Different entry level on the course of circuit Electronic Design. Advisors: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, (III) Prof. Dr. Punadji Setyosari.

 

Keywords: Problem-based Learning Model with Computer Assisted, different entry level, Practical Skills.

The shifting of learning paradigm has transformed the learning principles that originally behavioristic and emphasizes exercises to create the habit, was shifted to the constructivist of learning and stresses the importance of the role of cognitive to construct the information. Teacher centered learning orientation was abandoned and turned into a student centered. The influence of constructivism in learning is stronger; therefore, innovative learning methods such as contextual learning, cooperative learning, problem based learning and others has delivered. As the model of learning, problem based learning (PBL) is not designed to help teachers provide as much as information to students. PBL was developed primarily to help students develop thinking skills, problem solving and intellectual skills, as well as to learn a variety of adult roles by involving them in real or simulated experiences, and become an autonomous and independent learners (Ibrahim, M. 2000). In this case, students regarded as a center of learning activities. Therefore, research about the effects of problem based learning model with computer assisted to improve practical skills has importantly required.

This research was conducted in the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Surabaya State University in academic year 2008 - 2009 up to uneven semester of the school year 2009-2010. The research design using "post test only control group design", independent variable is learning method; the moderator variable is the entry level ability; and dependent variable is practical skills. Analysis of the results of research that is used is two way ANOVA analysis.

The result of data analysis shows: (1) A significant differences of the learning models toward practical skill is 0.000 < 0.05. A problem-based learning model with computer assisted has a greater influence than a problem-based learning without computer assisted to teach practical skills in electronic circuit design. (2) The significantly of entry level differences toward practical skills is 0.028