DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Ekspresi Nilai-Nilai Budaya Sasak Kemidi Rudat Lombok: Perspektif Hermeneutika. (Tesis)

Murahim Murahim

Abstrak


Murahim, 2010. Ekspresi Nilai-Nilai Budaya Sasak Kemidi Rudat Lombok: Perspektif Hermeneutika. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (II) Dr. Djoko Saryono, M. Pd.

 

Kata kunci: nilai budaya, Sasak, Kemidi Rudat.

Setiap daerah memiliki satu bentuk kesenian yang menjadi simbol dan identitas daerah tersebut. Pulau Lombok yang didiami suku Sasak juga memiliki satu bentuk kesenian yang merupakan warisan budaya dan memiliki sejumlah nilai yang menjadi pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari sehingga layak untuk dipertahankan keberadaannya. Kesenian tersebut adalah seni teater tradisional Kemidi Rudat Lombok. Upaya pemertahanan Kemidi Rudat Lombok sebagai seni khas daerah juga merupakan upaya pemertahanan kandungan nilai-nilai yang berada di dalamnya. Penelitian ini merumuskan masalah nilai-nilai budaya apa saja yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok yang meliputi (1) nilai-nilai religius apa saja yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok?, (2) nilai-nilai filosofis apa saja yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok?, (3) nilai-nilai etis apa saja yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok?, dan (4) nilai-nilai estetis apa saja yang diekspresikan melalui pementasan Kemidi Rudat Lombok?

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya sasak dalam seni teater tradisional Kemidi Rudat Lombok. Nilai-nilai budaya yang dimaksud adalah (1) nilai religius, yang meliputi (a) nilai akidah, (b) nilai ibadah, dan (c) nilai muamallah; (2) nilai filosofis, yang meliputi filosofi (a) epe-aik (sang pemilik),(b) gumi-paer (bumi-tanah/tanah air), dan (c) budi-kaye (kekayaan budi pekerti); (3) nilai etis, yang meliputi (a) kepatutan dan kerja keras, (b) kepatuhan dan disiplin, (c) kepacuan atau ketekunan; (4) nilai estetis, yang meliputi (a) wujud atau rupa, (b) bobot atau isi, (c) penampilan atau penyajian.

Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika, yaitu penafsiran secara mendalam terhadap sebuah fenomena budaya. Pendekatan ini memiliki kaidah: (1) dibutuhkan keterlibatan dan atau partisipasi, (2) setiap usaha penafsiran, tidak bisa dihindari adanya akibat ikutan dari partisipasi dan latar belakang penafsir, (3) upaya penafsiran harus dilihat sebagai proses pendekatan kepada makna sejati, (4) walaupun ada wilayah perbedaan karena partisipasi dan latar belakang penafsir, niscaya ada pula wilayah yang mempertemukan antar penafsir, pemahaman bersama terhadap suatu masalah.

Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa Kemidi Rudat terdiri dari dua bagian penting yaitu bagian rudat, sebagai bagian pembuka, dan kemidi sebagai bagian inti yang merupakan bagian pementasan yang menyajikan cerita tentang perjalanan dua kerajaan yaitu kerajaan Ginter Baya dengan Raja Indra Bumaya sebagai rajanya dan kerajaan Puspasari dengan Sultan Ahmad Mansyur sebagai rajanya. Cerita tersebut diberi judul "Prahara di Ginter Baya". Nilai-nilai budaya yang berupa nilai religius, filosofis, etis, dan estetis ditemukan dalam dialog-dialog antar tokoh, perilaku tokoh, dan sikap tubuh para pemain. Semua nilai budaya yang ditemukan dihubungkan dengan sistem nilai dasar dalam masyarakat Sasak, hukum adat dan kitab tembang suluk berbahasa Sasak "Tapel Adam" yang banyak berisi nilai-nilai kebijaksanaan hidup manusia Sasak.

Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, diajukan saran agar penelitian ini dapat dijadikan salah satu media untuk melakukan penelitian lanjutan tentang Kemidi Rudat Lombok. Temuan penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai media pengajaran tentang kearifan lokal masyarakat Sasak di pendidikan dasar dan menengah sehingga budaya luhur masyarakat Sasak lebih dikenal dan dihayati. Dalam aspek implikasi, teori hermeneutika dapat dijadikan alternatif untuk menggali khasanah kebudayaan dengan tafsir yang dalam dan akurat. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan titik tolak pelambagaan nilai dalam masyarakat Sasak sehingga lebih dikenal dan diaplikasikan dalam kehidupan.

 

ABSTRACT

 

Murahim, 2010. Expression of Cultural Values Kemidi Rudat Sasak Lombok: Perspectives Hermeneutics. Thesis, Indonesian Education Study Program, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (II) Dr. Djoko Saryono, M. Pd.

Keywords: cultural values, Sasak, Kemidi Rudat.

Each region has one art form as the symbol and the identity of the area. Inhabited the island of Lombok Sasak tribe also a form of art that represents the cultural heritage and a number of values that guide behavior in everyday life so worthy to be protected. Art is a traditional theater art Kemidi Rudat Lombok. Preservation efforts Kemidi Rudat Lombok as typical of the region is also an art preservation efforts content values in it. This study formulates the problem of cultural values whatever Kemidi Rudat expressed through the staging of Lombok include (1) religious values whatever Kemidi Rudat expressed through the staging of Lombok?, (2) the values of what is expressed philosophically through staging Rudat Kemidi Lombok?, (3) what ethical values are expressed through staging Kemidi Rudat Lombok?, and (4) what aesthetic values are expressed through staging Kemidi Rudat Lombok?

This study aimed to describe the cultural values of traditional theater arts Sasak in Kemidi Rudat Lombok. Cultural values in question are (1) religious values, which include (a) the value of faith, (b) the value of worship, and (c) muamallah value, (2) philosophical values, which include philosophy (a) the epe-aik ( the owner), (b) gumi-paer (bumi-tanah/tanah air), and (c) mind-kaye (wealth of character), (3) ethical values, which include (a) decency and hard work, (b ) obedience and discipline, (c) kepacuan or persistence, (4) aesthetic value, which includes (a) the form or manner, (b) the weight or contents, (c) the appearance or presentation.

This study used hermeneutic approach, namely in-depth interpretation of a cultural phenomenon. This approach has a rule: (1) required the involvement and or participation, (2) any attempt of interpretation, could not avoid the effect of participation and follow-up background interpreter, (3) the effort of interpretation should be seen as a process approach to the true meaning, (4 ) although there are differences in the region because of the participation and background interpreter, surely there is also the region joining between the interpreter, shared understanding of a problem.

The research found that Kemidi Rudat consists of two important parts of the Rudat, as the opener, and Kemidi as part of the core which is part of staging that presents a story about the journey of two kingdoms namely Ginter Baya kingdom by King Indra Bumaya as its king and royal Puspasari by Sultan Ahmad Mansour as its king. The story is entitled "Prahara in Ginter Baya". Cultural values that form of religious values, philosophical, ethical, and aesthetic found in the dialogues between characters, character behaviors, and gestures of the players. All the cultural values that are found associated with the basic value system in society Sasak, customary law and the book of songs Sasak language mysticism "Tapel Adam" which many contain the values of human life wisdom Sasak.

Based on the findings of the study, submitted suggestions are forwarded that study can be used as a medium to conduct advanced research on Kemidi Rudat Lombok. The findings of this study can also be used as a medium for teaching about indigenous Sasak people in primary and secondary education so that the noble society Sasak culture better known and internalized. In the aspect of the implications, the theory of hermeneutics can be an alternative to explore cultural treasures with a deep and accurate interpretation. In addition, this study can be used as a starting point pelambagaan Sasak community values in making it more known and applied in life.