DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan peran kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi sekolah dan motivasi kerja guru dengan kinerja guru SMK Negeri se kabupaten Bojonegoro provinsi Jawa Timur. (Tesis)

Teguh Widodo Wurijanto

Abstrak


Wurijanto, Teguh Widodo. 2011. Hubungan peran kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi sekolah dan motivasi kerja guru dengan kinerja guru SMK Negeri se kabupaten Bojonegoro provinsi Jawa Timur. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Kusmintardjo, M.Pd., (II) Prof. Ahmad Sonhaji KH., M.A., Ph.D.

 

Kata kunci: peran kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi sekolah, motivasi, kinerja guru.

Sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan pasal 15 UU SISDIKNAS, merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan adalah: (1) Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, dan dunia usaha lainnya sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya; (2) Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya; (3) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi; (4) Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

Dalam penelitian ini ada beberapa tujuan yang ingin dicapai antara lain: (1) Untuk mendekripsikan hubungan secara langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru SMK Negeri kabupaten Bojonegoro, (2) Untuk mendekripsikan hubungan secara langsung antara budaya organisasi sekolah dengan kinerja guru (3) Untuk mendekripsikan hubungan secara langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru, (4) Untuk mendekripsikan hubungan secara langsung antara budaya organisasi sekolah dengan motivasi kerja guru (5) Untuk mendekripsikan hubungan secara langsung antara motivasi kerja guru dengan kinerja guru (6) Untuk mendekripsikan Motivasi kerja guru memberikan kontribusi terhadap besarnya hubungan peran kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru (7) Untuk mendekripsikan Motivasi kerja guru memberikan kontribusi terhadap besarnya hubungan budaya organisasi sekolah dengan kinerja guru SMK Negeri kabupaten Bojonegoro. Untuk menjawab pertanyaan di atas penelitian ini dirancang dengan deskriptif serta dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri kabupaten Bojonegoro. Ada 14 sekolah negeri dengan 76 guru negeri yang dijadikan sampel penelitian. Sampel ini diambil dengan teknik acak atau random sampling dari populasi yang terdiri 14 sekolah negeri dengan 310 guru negeri. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrument dalam pengumpulan data.

Dari hasil penelitian dapat ditemukan dan disimpulkan bahwa (1) terdapat kontribusi langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri kabupaten Bojonegoro; (2) terdapat kontribusi langsung antara budaya organisasi sekolah dengan kinerja guru; (3) terdapat kontribusi langsung antara peran kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru; (4) terdapat kontribusi langsung antara budaya organisasi sekolah dengan motivasi kerja guru; (5) terdapat kontribusi langsung antara motivasi kerja guru dengan kinerja guru; (6) motivasi kerja guru memberikan kontribusi terhadap besarnya hubungan peran kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru; (7) motivasi kerja guru memberikan kontribusi terhadap besarnya hubungan budaya organisasi sekolah dengan kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri kabupaten Bojonegoro.

Beberapa saran yang dapat digunakan untuk menetapkan langkah-langkah strategis bagi Dinas Pendidikan Daerah, Kepala sekolah, serta guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri kabupaten Bojonegoro provinsi Jawa Timur untuk: (1) selalu menciptakan budaya sekolah yang kondusif melalui suasana yang harmonis, komunikasi yang selalu terbuka, baik antara kepala sekolah dengan gurunya, kepala sekolah dengan stafnya, serta kepala sekolah dengan siswanya, sehingga terwujud disain budaya sekolah yang efektif, menghasilkan output dan outcome yang terbaik; (2) lebih akomodatif mengacu pada kebutuhan organisasi berorientasi pada misi, memiliki komitmen terhadap pencapaian tujuan dan konsisten pada mutu secara terus menerus, sehingga mampu membangkitkan kreativitas dan inovasi guru, memiliki orientasi mutu yang dipandang sebagai prestasi yang kompetitif juga menambah kesejahteraan; (3) peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan studi lanjutan yang relevan dan bahan kajian ke arah pengembangan konsep-konsep pengembangan guru yang mendekati pertimbangan-pertimbangan kontekstual dan konseptual, serta kultur pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Bojonegoro dalam melaksanakan sistem pengendalian kualitas pendidikan yang berkembang pada dunia pendidikan dewasa ini.

 

ABSTRACT

 

Wurijanto, Teguh Widodo. 2011. The relationships leadership role principals, school organizational culture and motivation of teachers working with teacher performance State Vocational High School Bojonegoro district of East Java province. Thesis, Program of Education Management Studies, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Kusmintardjo, M.Pd., (II) Prof. Ahmad Sonhaji KH., M.A., Ph.D.

 

Keywords: principal's leadership role, school organizational culture, motivation, teacher performance.

Vocational schools (SMK) as a form of vocational education unit as defined in its explanation of Article 15 of Law on National Education System (pasal 15 UU SISDIKNAS), is a secondary education that prepares students primarily for work in specific areas. Specific objectives vocational secondary education are: (1) Preparing students for a human being productive, capable of working independent, and other businesses as a middle-level manpower in accordance with the competencies in the chosen program expertise , (2) Preparing students to be able to choose a career, tenacious and persistent in a competent, adaptable in the workplace, and develop a professional attitude in the field of expertise of interest, (3) Equipping students with science, technology and art, to be able to develop themselves in the future either independently or through higher levels of education, (4) Equipping students with the competencies according to the expertise of the selected program.

In this research, there are several objectives to be achieved include: (1) To decrypt a direct relationship between the principal leadership role with teacher performance SMK Bojonegoro district, (2) To decrypt a direct relationship between organizational culture of schools with teacher performance (3 ) To decrypt a direct relationship between the principal leadership role with the teacher work motivation, (4) To decrypt a direct relationship between organizational culture of schools with teacher work motivation (5) To decrypt a direct relationship between the motivation of teachers working with teacher performance (6) To decrypt the work motivation of teachers to contribute to the amount of principal leadership role relationship with the performance of teachers (7) To decrypt the work motivation of teachers to contribute to the amount of school organizational culture relationship with teacher performance SMK Bojonegoro district. To answer the above question with a descriptive study designed and implemented at the State Vocational High School Bojonegoro district. There are 14 public schools with 76 teachers who made the country sample. These samples were taken with a random or random sampling technique from the population consisting of 14 schools with 310 teachers domestic servants. This study used a questionnaire as an instrument in data collection.

From the results of research can be found and concluded that (1) there is a direct contribution of the principal's leadership role with the performance of State Vocational High School teacher Bojonegoro district, (2) there is a direct contribution of organizational culture school with teacher performance, (3) there is a direct contribution principal's leadership role with the teacher work motivation, (4) there is a direct contribution of school organizational culture with the teacher work motivation, (5) there is a direct contribution to the motivation of teachers working with teacher performance, (6) work motivation of teachers to contribute to the relationship role principal's leadership with the performance of teachers; (7) work motivation of teachers to contribute to the amount of school organizational culture relationship with teacher performance Vocational School District Bojonegoro district.

Some suggestions that can be used to define the strategic steps for the Regional Education Office, school principal, and the State Vocational High School teacher Bojonegoro district of East Java province to: (1) always creates a conducive school culture through an atmosphere of harmony, communication is always open , both between the principal with the teacher, the headmaster with his staff, and principals with their students to realize the design of an effective school culture, producing the best output and outcome, (2) refers more accommodating to the needs of mission-oriented organization, committed to achievement of objectives and consistent in quality continuously, so as to raise teachers' creativity and innovation, has a quality orientation that is seen as a competitive performance also increase welfare, (3) other researchers, the results of this study can be used as material for further study that is relevant and material studies towards the development of teacher development concepts that approach contextual considerations and conceptual, as well as the management culture of Vocational High School in Bojonegoro in carrying out quality control system of education that developed in the world of education today.