DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Struktur Retorik Tragedi Cinta Retno Wulan. (Tesis)

Moh Badrih

Abstrak


Badrih, Moh. Struktur Retorik Tragedi Cinta Retno Wulan. Tesis Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Imam Syafi'ie, (II) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd.

 

Kata Kunci: struktur, retorika, ludruk, Retno Wulan.

Retorika yang digunakan pada pertunjukan ludruk telah merebak dan menggeser retorika verbal atau oral yang hanya berfokus pada ceramah dan pidato. Konsep ini merupakan salah satu rute pemekaran bakat-bakat tertinggi manusia, yakni rasio dan cita rasa lewat bahasa selaku kemampuan untuk berdialog yang ditampilkan dalam ludruk.

Selain itu, sebagai suatu upaya persuasi khalayak retorika yang digunakan tidak hanya hidup dalam ranah produksi tetapi juga dalam ranah konsumsi. Retorika pementasan ludruk ditujukan supaya pendengar tergerak mengkonsumsi apa yang disampaikan oleh para pemeran dalam setiap dialognya ataupun panampilannya. Sebagai persuasi, menurut Kenneth Burke rutenya adalah identifikasi, menurut Rene Girard adalah mimesis atau peniruan terhadap ‘model'.

Kaitannya dengan hal di muka, retorika mempunyai subtansi yang bertujuan fungsional. Barrett mengatakan bahwa "setidaknya pemakai retorika berusaha agar efektif, untuk mendapatkan jawaban, menjadi orang, dikenali, didengarkan, dishahihkan, dimengerti dan diterima". Dengan demikian tujuan interaksi retoris merupakan dasar bersama tempat menjalin hubungan secara sukses.

Berdasarkan deskripsi di atas penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut, (1) bagaimanakah struktur gagasan ludruk tragedi cinta Retno Wulan?, (2) bagaimanakah struktur paparan ludruk tragedi cinta Retno Wulan?, dan (3) bagaimanakah struktur bahasa ludruk tragedi cinta Retno Wulan? Untuk menjawab pertanyaan di atas penelitian ini memakai pendekatan kualitatif karena data yang diperoleh berdasarkan deskripsi yang terdapat dalam ludruk tragedi cinta Retno Wulan bersifat kualitatif, yaitu lirik diksi dan bukan angka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ludruk tragedi cinta Retno Wulan (1) terdapat struktur gagasan yang meliputi (a) proposisi, yaitu proposisi tunggal proposisi majemuk, proposisi universal afirmatif, proposisi universal negatif, proposisi partikular afirmatif, dan partikular negatif, (b) argumen, dan (c) penalaran; (2) berdasarkan kebertalian antar kalimat terdapat struktur paparan, yaitu (a) kohesi yang berbentuk referensi, deiksis, subtitusi, elepsis, konjungsi, dan hubungan leksikal, dan (b) koherensi yang dapat dilihat berdasarkan prinsip interpretasi, dan analogi; (3) di samping struktur paparan juga terdapat struktur bahasa, meliputi (a) diksi berupa nomina, verba, adjektiva, pronomina, (b) kalimat berupa kalimat imperatif tak transitif, kalimat imperatif transitif, kalimat imperatif halus, kalimat imperatif permintaan, kalimat imperatif permintaan dan harapan, kalimat imperatif larangan, kalimat imperatif pembiaran, kalimat interogatif, dan kalimat ekslamatif, (c) gaya bahasa retorik berupa aliterasi, asonansi, anastrof, apafasis, apostrof, polisindeton, kiasmus, eufemismus, litotes, histeron proteron, pleonasme, prolepsis atau antipasis, aroteris, hiperbol.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam ludruk tragedi cinta Retno Wulan terdapat struktur gagasan berupa proposisi, argumen, dan penalaran, sedangkan dalam bentuk struktur paparan terdapat kebertalian kohesi dan koherensi. Selain itu, dalam struktur bahasa terdapat pilihan kata (diksi), kalimat, dan gaya bahasa.

Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas struktur retorik. Saran yang diajukan tersebut ialah (1) dapat dijadikan referen untuk menambah wawasan dalam bidang retorika dan sastra; (2) dapat dijadikan referensi untuk memperkaya khasanah keilmuan dan menyelesaikan berbagai persoalan retorika komunikasi khususnya yang berbahasa Madura; (3) dapat dijadikan rujukan untuk meneliti kebudayaan (bahasa lisan) pada bidang dan kebudayaan yang lain; (4) hendaknya menjadi pegangan untuk mengajarkan kajian retorika secara komprehensif. Sehingga kajian retorika tidak hanya terfokus pada contoh ceramah dan pidato saja, melainkan juga pada sastra lisan seperti ludruk.

 

ABSTRACT

 

Badrih, Moh. Love Tragedy rhetorical structure Retno Wulan. Thesis Study Program Indonesian Language and Literature Education, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. H. Imam Syafi'ie, (II) Prof. Dr. Maryeni, M.Pd.

 

Keywords: structure, rhetoric, ludruk, Retno Wulan.

The rhetoric used on the show has spread and shift ludruk verbal or oral rhetoric which only focuses on lectures and speeches. This concept is one route expansion supreme talents of man, namely the ratio and tastes through language as the ability to dialogue that is displayed in ludruk.

In addition, as an effort to persuade the public rhetoric is used not only live in the realm of production but also in the sphere of consumption. Ludruk staging rhetoric aimed at hearing moved to consume what is conveyed by the cast in any dialogue or panampilannya. As persuasion, according to Kenneth Burke route is identified, according to Rene Girard is mimesis or imitation of the 'model'.

Relation to the matter in advance, the rhetoric has a substance which aims functional. Barrett said that "at least trying to be effective users of rhetoric, to get answers, be a man, recognized, heard, dishahihkan, understood and accepted ". Thus the purpose of rhetorical interaction is the basis of common place in a successful relationship.

Based on the above description of this study to formulate the problem as follows, (1) how the structure of the idea of love Retno Wulan ludruk tragedy?, (2) how the structure of exposure to the tragedy of love Retno Wulan ludruk?, and (3) How language structures Retno Wulan ludruk tragedy of love? To answer the above questions this study uses a qualitative approach because the data obtained based on the description contained in the tragedy of love Retno Wulan ludruk is qualitative, namely lyric diction and not a number.

The results showed that in the love tragedy ludruk Retno Wulan (1) there are structures of ideas that include (a) propositions, namely propositions single compound proposition, the proposition of universal affirmative, universal negative proposition, particular affirmative proposition, and particular negative, (b) argument, and (c) reasoning, (2) based on inter-sentence kebertalian there is exposure to the structure, namely (a) cohesion in the form of reference, deiksis, substitution, elepsis, conjunctions, and lexical relations, and (b) coherence which can be viewed on the principle of interpretation, and analogy, (3) in addition to the structure there is also exposure to language structure, covering (a) the diction in the form of nouns, verbs, adjectives, pronouns, (b) sentences in the form of imperative sentences intransitive, transitive imperative sentences, imperative sentences fine, sentence imperatively demand , imperative sentences demand and expectations, imperative sentences ban, omission imperative sentence, interrogative sentences, and sentences ekslamatif, (c) the style of rhetorical language in the form of alliteration, asonansi, anastrof, apafasis, apostrophes, polisindeton, kiasmus, eufemismus, litotes, histeron proteron, redundance, prolepsis or antipasis, aroteris, hyperbole.

It can be concluded that the tragedy ludruk Retno Wulan love the idea of propositions contained structure, arguments, and reasoning, whereas exposure in the form of structural cohesion and coherence are kebertalian. In addition, there is language in the structure of word choice (diction), sentence, and style of language.

Based on the findings of this study, some suggestions are expected to increase the percentage and quality of rhetorical structure. Suggestion that is (1) can be used as the referent to broaden the field of rhetoric and literature, (2) can be used as a reference to enrich the knowledge and solve various problems, especially the language of communication rhetoric Madura, (3) can be a reference to examine the culture (spoken language) in the field and other cultures, (4) should be a handle to teach in a comprehensive study of rhetoric. So the study of rhetoric is not only focused on the sample lectures and speeches, but also on oral literature such as ludruk.