DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Membaca Ekstensif melalui Strategi Metakognitif Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 1 Jatinegara Tegal. (Tesis)

Edi Puryanto

Abstrak


Puryanto, Edi. 2010. Peningkatan Kemampuan Membaca Ekstensif melalui Strategi Metakognitif Siswa Kelas VII SMP Ma'arif 1 Jatinegara Tegal. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suparno, (II) Prof. Dr. H. Imam Syafi'ie.

 

Kata kunci: strategi metakognitif, kemampuan, membaca ekstensif

Sebagai salah satu keterampilan berbahasa, membaca ekstensif merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh siswa. Keterampilan membaca ekstensif dibutuhkan untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam belajar. Siswa akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman umum secara luas dari teks yang dibaca. Kenyataanya, ada permasalahan dalam kegiatan membaca ekstensif di SMP Ma'arif 1 Jatinegara Tegal. Permasalahan tersebut dapat dilihat dari pembelajaran membaca ekstensif yang belum optimal. Pada pelaksanaan pembelajaran membaca ekstensif, guru menggunakan strategi yang kurang bervariasi dan kurang inovatif. Guru mengajarkan membaca ekstensif dengan menyuruh siswa secara langsung membaca teks bacaan yang tersedia dalam buku paket. Guru tidak mengajak siswa melakukan perencanaan diri secara matang sebelum membaca ekstensif. Pada saat pelaksanaan membaca ekstensif, guru tidak mengajak siswa melakukan monitoring pemahaman isi bacaan. Guru tidak melakukan pemantauan terhadap siswa dalam memahami isi bacaan. Pada pascabaca guru langsung menyuruh siswa menjawab pertanyaan yang tersedia di bawah teks bacaan. Guru tidak memberi kesempatan pada siswa untuk mengevaluasi diri terhadap pemahaman isi bacaan atau mengadakan remedial dengan mengulang kembali membaca ekstensif. Hasil kemampuan siswa membaca ektensif masih rendah, nilai rata-rata hanya mencapai 62,05. Apabila dihubungkan dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas I di sekolah tersebut dengan angka minimal 70 hanya ada 3 atau 7,69% dari 39 siswa yang dinyatakan tuntas belajar.

Salah satu strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran membaca ekstensif adalah strategi metakognitif. Penggunaan strategi ini dapat efektif karena akan melibatkan rencana-rencana atau aktivitas mental siswa yang digunakan untuk memperoleh, mengingat, dan memperbaiki berbagai macam pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan membaca ekstensif. Strategi metakognitif dalam membaca ekstensif merupakan strategi membaca ekstensif yang berkaitan dengan kesadaran siswa untuk mengatur, mengarahkan, dan mengontrol aktivitas kognitifnya melalui tiga tahap, yaitu (1) tahap perencanaan membaca ekstensif, (2) tahap pelaksanaan membaca ekstensif dengan pemonitoran, dan (3) tahap penilaian/remedial membaca ekstensif.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca ekstensif siswa kelas VII SMP Maarif 1 Jatinegara Tegal melalui strategi metakognitif yang mencakup tahap perencanaan membaca ekstensif, tahap pelaksanaan membaca ekstensif dengan pemonitoran, dan tahap penilaian/ remidial membaca ekstensif. Pelaksanaan penelitian tindakan dalam dua siklus, masing-masing tiga pertemuan. Subjek penelitian seorang guru dan siswa kelas VII di SMP Maarif 1 Jatinegara Tegal yang berjumlah 39 siswa. Istrumen kunci adalah peneliti yang dibantu dengan menggunakan lembar pengamatan, pedoman wawancara, lembar penilaian proses dan penilaian hasil kemampuan membaca ekstensif, serta lembar catatan lapangan. Data penelitian ini berupa hasil pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa, hasil wawancara dengan guru dan siswa, kumpulan catatan lapangan, dan dokumentasi hasil kerja siswa dari setiap tindakan. Adapun analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan pengambilan simpulan.

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa proses dan hasil tindakan peningkatan kemampuan membaca ekstensif melalui strategi metakognitif pada siklus I belum berhasil. Proses pembelajaran membaca ekstensif pada setiap tahap belum maksimal. Pada tahap perencanaan siswa masih mengalami kesulitan dalam merumuskan tujuan, membuat prediksi cerita, dan merumuskan pertanyaan. Pada tahap pelaksanaan membaca ekstensif, sebagai siswa tidak melaksanakan membaca ekstensif sampai tuntas sehingga siswa mengalami kesulitan menemukan pokok-pokok cerita. Pada tahap evaluasi/remidial membaca ekstensif siswa melakukan evaluasi diri, mengorganisasi pemahaman terhadap isi cerita yang telah dibaca. Remidial membaca dilakukan setelah siswa menyadari bahwa ada kesulitan dalam memahami cerita yang dibaca. Hasil pembelajaran membaca ekstensif siklus I belum dinyatakan berhasil. Berdasarkan penilaian hasil dari proses pembelajaran secara kelompok kemampuan menemukan pokok-pokok isi cerita hanya memperoleh nilai rata-rata 62,50, membuat ringkasan isi cerita memperoleh nilai rata-rata 66,67, dan memberi tanggapan terhadap isi cerita memperoleh nilai rata-rata 67,36. Sedangkan hasil laporan secara individu membuat ringkasan teks cerita memperoleh nilai rata-rata 69,59. Siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 23 orang atau 58,98% dan siswa yang dinyatakan belum tuntas sebanyak 16 orang atau 48,72%.

Pada siklus II proses dan hasil tindakan peningkatan kemampuan membaca ekstensif melalui strategi metakognitif pada siklus I dinyatakan berhasil. Proses pembelajaran membaca ekstensif pada setiap tahap dilaksanakan dengan baik. Pada tahap perencanaan, siswa berekplorasi melakukan peninjauan secara luas teks cerita sehingga tidak lagi menemui kesulitan dalam merumuskan tujuan, membuat prediksi cerita, dan merumuskan pertanyaan. Pada tahap pelaksanaan, siswa melakukan pemonitoran untuk memahami isi teks dengan dengan menerapkan teknik-teknik membaca ekstensif, menjawab pertanyaan isi cerita, dan menemukan pokok-pokok isi cerita. Pada tahap evaluasi/remidial, siswa melakukan evaluasi diri dan mengorganisasi kembali pemahaman terhadap isi cerita yang telah dibaca. Hasil pembelajaran membaca ekstensif siklus II telah menunjukkan keberhasilan. Berdasarkan penilaian hasil dari proses pembelajaran secara kelompok kemampuan menemukan pokok-pokok isi cerita memperoleh nilai rata-rata nilai rata-rata 79,17, membuat ringkasan isi cerita memperoleh nilai rata-rata 78,47, dan memberi tanggapan terhadap isi cerita memperoleh nilai rata-rata 80,55. Sedangan hasil laporan secara individu membuat ringkasan teks cerita memperoleh nilai rata-rata 75,64. Siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 39 orang atau 100%. Dari hasil temuan tersebut dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari siklus I ke siklus II sehingga dapat disimpulkan pembelajaran membaca ekstensif dapat ditingkatkan dengan strategi metakognitif.

 

ABSTRACT

 

Puryanto, Edi. 2010. Improving the Extensive Reading Ability through Metacognitive Strategy of the Seventh Graders of SMP Ma'arif I Jatinegara Tegal. Thesis. Graduate Program of Indonesian Language Teaching State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. H. Suparno, (II) Prof. Dr. H. Imam Syafi'ie.

 

Keywords: metacognitive Strategy, ability, extensive reading

As one of the language skills, extensive reading is important to be learned and mastered by students. Extensive reading skills needed to improve student success in learning. Students will obtain knowledge and broad public understanding of the text being read. In fact, there are problems in reading the extensive activity in SMP Ma'arif 1 Jatinegara-Tegal. These problems can be seen from reading the extensive learning that has not been optimal. In the implementation of extensive reading lessons, teachers use strategies that are less varied and less innovative. Teachers teach students to read extensively by asking directly read the text readings are available in textbooks. Teachers do not encourage students to do the planning yourself carefully before reading extensive. At the time of the implementation of extensive reading teachers do not encourage students to conduct monitoring in understanding the content of reading. Teachers did not monitor the students in understanding the content of reading. In read post direct teacher ordered students to answer questions that are available under teks.Teacher does not give opportunity to the students to evaluate themselves on understanding the content or remedial reading by repeating back to read extensive. The ability of the extensive reading of students remains low, the average score reached was only 62,05. It was still below the minimum passing grade (KKM) of Indonesian language subject which is 70 as the minimum passing grade. There were only three students (7,69%) of 39 students who passed the study.

One effective strategy to overcome the problems of learning to read extensive is metacognitive strategy. Use of this strategy can be effective because it would involve the plans or mental activity of students who used fatherly acquire, remember and improve various maacam knowledge gained from extensive reading activities. Metacognitive strategies in reading extensive reading strategies relating to the awareness of students to organize, direct, and control the cognitive activities through three stages, namely (1) stage of read the extensive planning stages, (2) stage of implementation extensive reading with monitoring, (3) stage of evaluations/remedial reading extensive.

This study was aimed to determine the improvement of extensive reading of the seventh graders of SMP Ma'arif I Jatinegara Tegal through metacognitive strategy that include planning stage, implementation stage, and evaluation/ remedial stage. The implementation of this action research consists of two cycles within three meetings in each cycle. The subjects of the study are a teacher and 39 students of the seventh grade of SMP Ma'arif I Jatinegara Tegal. The key instruments of this study are observation sheet, interview guide, process assessment and evaluation of extensive reading ability, and field notes. The data of this study are the result of observation to the teacher and students' activity, the result of interview with teacher and students, the field notes, and the documentation of students' work from each action. The data analysis was done through data reduction, data presentation, making conclusion.

From the research found that the process and outcome of the improvement of the extensive reading ability through meta-cognitive strategy in the first cycle was not successful. The learning process of extensive reading in every stage was not maximized. In the planning stage, students still having problems. In the implementation stage of extensive reading, some students didn't do the extensive reading completely so that the students having difficulties in finding the main points of the story. In the evaluation/remedial stage of extensive reading, the students did self-evaluation, organized their understanding of the content of the story they have read. Remedial reading was done after students realize that there were difficulties in understanding the story they have read. The result of the extensive reading cycle I was not successful yet. Based on the average of the result of learning process evaluation in groups was 62,50, summarizing the story was 66,67, and giving responds to the story was 67,36. While the result of summarizing the story individually was 69,59. The students who passed the minimum passing grade were 23 students or 58,98% and the students who didn't pass the minimum passing grade were 16 students or 48,72%.

In the second cycle, the process and the outcome of extensive reading ability through metacognitive strategy was successful in the first step. The learning process of extensive reading in every stage was done properly. In the planning stage, the students explore the story widely so that they didn't find any problems in organizing the goal, predicting the story, and making questions. In the implementation stage, the students performed monitoring in understanding the text by using the extensive reading techniques so that they can comprehend the story and finding the main points of the story. In the evaluation/remedial stage, the students did self-evaluation and re-organized their understanding about the text that has been read. The result of extensive reading learning cycle II has shown success. Based on the assessment result of the learning process doing in groups, the average score of understanding the main points of story was 79,17, summarizing the story was 78,47, and respond the story was 80,55. While the average score of summarizing the story individually was 75,64. The students who passed the minimum passing grade was 39 students or 100%. From the research finding, it can be seen that there is a significant improvement from cycle I to cycle II that can be concluded that the extensive reading learning can be improved by using metacognitive strategy.