DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Mitos Etnik Kembaran Papua. (Tesis)

Adolina Velomena Lefaan

Abstrak


Lefaan, Adolina Velomena. 2008. Mitos Etnik Kembaran Papua. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr. Abdul Syukur Ibrahim, dan (II) Dr. Djoko Saryono, M.Pd.

 

Kata Kunci: Mitos Kembaran, Tipe, Makna, dan Fungsi.

            Mitos Kembaran merupakan warisan turun temurun yang menjadi produk budaya Kembaran. Semua amanah, petuah, adat istiadat, norna-norma, nilai-nilai serta hukum adat terpatri di dalam mitos Kembaran. Penuturan yang masih terkemas dalam bentuk oral menunjukkan, bahwa mitos Kembaran terggolong jenis sastra lisan. Sebagai karya sastra, tentu saja akan tepat jika karya tersebut dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Khususnya di dalam pembelajaran sastra di sekolah, terutama sekolah di Papua, agar dapat memanfaatkan sebagai bentuk pembelajaran lokal.

            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya Kembaran yang terpatri di dalam mitos kembaran. Secara substansial, penelitian ini mengambarkan mengenai tiga hal pokok yakni, (1) tipe mitos Kembaran yang mencakup, (a) mitos human endogonik, (b) mitos Kosmogonik, (c) mitos asal-usul, dan (d) mitos transformasi. (2) makna mitos yang mencakup persepsi Kembaran tentang (a) hubungan manusia dengan manusia, dan (b) hubungan manusia dengan alam. (3) fungsi mitos Kembaran yang mencakup, (a) fungsi mistis, (b) fungsi kosmologis, (c) fungsi pedagogis.

            Pedekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan ancangan hermeneutika,yang merujuk pada ilmu interpretasi. Dalam kaitannya dengan interpretasi pada teks mitos Kembaran, digunakan hermeneutika objektif (Overmann dkk., 1979:368). Hermeneutika objektif dianggap sebagai perspektif metodologois yang cocok bagi kebutuhan kajian mitos Kembaran, karena teks mitos itu sendiri mengandung tanda-tanda budaya. Tanda-tanda itu memerlukan pemahaman secara total di dalam konteks masyarakat pemiliknya. Selain itu digunakan pula hermeneutika Ricoeur dan Dilthey sebagai pelengkap dan bandingan guna kelengkapan interpretasi terhadap mitos Kembaran.

            Berdasarkan temuan lapangan, terdapat 13 teks mitos Kembaran. Pengklasifikasian itu terdiri atas, empat tipe, yang meliputi (1) mitos human endogonik, (2) mitos kosmogonik, (3) mitos asal-usul, dan (4) mitos transformasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa makna mitos kembaran mengacu pada dua pola hubungan yaitu, (1) hubungan manusia dengan manusia, dan (2) hubungan manusia dengan alam. Mitos Kembaran memiliki potensi yang dapat mempengaruhi, dan mengarahkan pikiran, perasaan, serta perilaku personal maupun kolektif masyarakat Kembaran. Penuturan cerita mitos ini pada hakikatnya mempunyai peran sebagai ungkapan dan rumusan kepercayaan terhadap agama suku, norma, adat-istiadat,dan memberi pendidikan praktis kepada orang kembaran agar dapat menghargai dan melestarikan relasi dengan alam sekitarnya, serta memperkokoh relasi dengan kosmologis Kembaran. Temuan ini menghasilkan 4 fungsi penting dalam mitos Kembaran, yakni fungsi mistis, kosmologis, sosiologis, dan pedagogis.

            Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, bahwa mitos Kembaran merupakan sastra lisan kembaran yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan tindakan berpola orang Kembaran, merupakan produk budaya kembaran. Mitos Kembaran merangkum, dan merumuskan semua pengetahuan Kembaran yang terkemas rapih dengan bahasa sebagai media penyampaian, serta norma, dan hukum adat sebagai fungsi kontrol terhadap sejumlah aturan yang terstruktur berdasarkan konvensi kolektifitas Kembaran.

            Secara holistis teks mitos Kembaran memiliki satu tema sentral yaitu, tema asal-usul. Berdasarkan perspektif sastra lisan, mitos kembaran mengacu pada dua relasi, yakni hubungan manusia dengan manusia dan relasi hubungan manusia dengan alamnya. Secara esensial relasi hubungan tersebut terjalin sejak nenek moyang Kembaran memulai segala kehidupan mereka di atas bumi. Orang Kembaran tidak hanya menjalin hubungan diantara mereka yang masih hidup, tetapi juga dengan para leluhur yang telah berada di alam sana.

            Fenomena ini di buktikan melalui berbagai ungkapan amanah di dalam cerita mitos, dan tindakan bermakna kembaran dalam keseharian mereka. Secara koherensif pengetahuan kembaran dalam kehidupan sangat erat dengan ekologi Kembaran. Mereka menghargai dan menghormati setiap perjuangan nenek moyang yang telah mewarisi tanah sebagai pusaka. "Tanah begitu sakral," sehingga disimbolkan sebagai "rahim seorang perempuan," artinya sebagai kandungan seorang Ibu yang melahirkan manusia Kembaran di atas bumi. Makna tanah menjadi hakikat yang mendasari kebijakan positif dalam kolektifitas Kembaran. Sebagai tendensi dalam kolektivitas komunal Kembaran, maka motif tadi mengkosntruksikan pikiran, perasaan, perilaku serta karateristik Kembaran dalam menjalani hidup. Dalam perspektif fungsional, peranan mitos Kembaran sangat memengaruhi sistem yang berada di dalam keseharian Kembaran.

 

ABSTRACT

Lefaan, Adolina Velomena. 2008. Myths of Ethnic Kembaran Papua. Thesis. Post-Graduate School, State University of Malang. Supervisor: (I) Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim, and (II) Dr. Djoko Saryono, M.Pd.

 

Keywords: myths of Kembaran, type, meaning and function.

The myths of Kembaran is a heritage from previous generations that has become a cultural product. All wisdom and knowloedge, tradition, norms, values and traditional laws are contained within the myths of Kembaran. The oral tradition by which these myths are passed on shows that myths of Kembaran are part of the oral literature. As works of literature, it would be appropriate when these myths are used properly, especially for literature classes in schools, especially those in Papua, so that it can be used for local learning.

This research aims to describe the culture of Kembaran as inscribed in the myths of twins. Substantially, this research describes three main points, that is: (1) the types of myths of Kembaran, which includes: (a) the myth of endogenous human, (b) cosmogonic myths, (c) myths of origin, and (d) myths of transformation; (2) the meaning of myths, which includes: (a) the relation among human beings and (b) the relation between human beings and nature; and (3) the function of myths of twins, which includes: (a) the mystical function, (b) the cosmological function, and (c) pedagogical function.

The approach used in this research is qualitative approach with hermeneutics design, which refers to the science of interpretation. For the interpretation of the text of Kembaran myths, objective hermeneutics is used here (Overman et. al., 1979:368). Objective hermeneutics is considered as the proper methodological perspective for the study of Kembaran myths because the text of the myths itself contains cultural signs. The signs require total understanding of the context of its speakers. This research also uses the hermeneutics of Ricoeur and Dilthey as supplementary and comparative analysis in order to have a complete interpretation of the myths of Kembaran.

Based on field findings, there are 13 texts of twin myths, which can be classified into 4 types, that is: (1) the myth of endogenous human, (2) the cosmogonic myth, (3) myths of origin, and (4) myths of transformation.

The result of the analysis shows that the meaning of twin myths refers to two kinds of relation, that is: (1) relation among human beings, and (2) relation between human beings and nature. The myths of twins has the potential to influence and direct thoughts, feelings and behavior, both personal and collective, of the society of Kembaran. The utterance of the myths plays a fundamental role as the expression and formulation of the belief on tribal religion, norms, and tradition and also as practical education for the people of Kembaran so that they can appreciate and preserve their relation with their surroundings, and also as a means to fortify the cosmology of Kembaran. The result shows that there are 4 important functions of the myths of Kembaran, that is: mystical function, cosmological function, sociological function and pedagogical function.

The conclusion of this research is that the myths of Kembaran is the oral tradition of the Kembaran people and it is reflected in the attitude, behavior, and patterned action of the Kembaran people, which is the product of the culture of Kembaran. The myths of Kembaran summarizes and formulate all knowledge of the Kembaran people as found in their language as medium of expression, and the norms and traditional law as the control function for the rules which are structured based on the conventions of the Kembaran collective.

In holistic terms, the text of Kembaran myths has one central theme, that is the theme of origin. According to the perspective of oral literature, the myths of Kembaran refers to two relations, that is the relation among human beings and the relation between human beings and nature. Essentially, the relation has been formed since the ancestors of Kembaran people began their life on the face of the earth. The people of Kembaran maintain their relation not only with the living, but also with their ancestors in the Afterlife.

The phenomenon is evident from the various expression in the myths, and also from the actions of the Kembaran people in their daily lives. Comprehensively, the knowledge of the Kembaran people in their life is strongly related with the ecology of the Kembaran people. They value and respect the effort of their ancestors who have passed on to them the land as heritage. "The land is sacred", and hence it is symbolized as "the womb of a woman", meaning that land is the womb of a mother who gives birth to Kembaran people on earth. Therefore, land is the principle that serves as the foundation for the positive wisdom in the Kembaran collective. As a tendency in the collective of Kembaran, the motive can be said to characterize the thoughts, feelings, behavior and characteristics of the Kembaran people in living their lives. In functional perspective, the role of Kembaran myths is very strong in the system of the daily lives of the Kembaran people.