DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Implementation of Role Play to Improve the EFL Speaking Ability of the Fourth Semester Students of STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang. (Thesis)

Khudriyah Khudriyah

Abstrak


Khudriyah. 2010. The Implementation of Role Play to Improve the EFL Speaking Ability of the Fourth Semester Students of STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang.Thesis. Graduate Program in English Language Education State University of Malang. Advisors: (I) Dr.Hj. Arwijati Wahjudi, M.Pd, Dipl. TESL., (II) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed.

 

Keywords: Role play, speaking ability

 

Based on the researcher's experience in the teaching of speaking and the preliminary study, the researcher found some problems, namely the students' speaking ability was poor, their average score was 43.8 and their motivation to study was low. It was because the teacher used monotonous technique in teaching speaking. To overcome these problems, the researcher proposed one strategy in the teaching of speaking that is role play.

This study was designed to improve the students' speaking ability using role play. The study was intended to describe how role play can improve the speaking ability of the fourth semester students of STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang.

The study was collaborative classroom action research in which the researcher and the collaborator worked together in conducting this study. The researcher acted as the teacher while the collaborator observed the teacher and the implementation of role play. This study was conducted in two cycles using the following procedures: planning, implementing, observing, and reflecting. Each cycle consisted of three meetings. The data of the study were gathered through the following instruments - observation checklist, field notes, audio recording, and questionnaire. The subjects of this study were 30 students of STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang.

The finding of the study revealed that the appropriate model of role play as strategy to teach speaking includes the following procedures. (1) brainstorming by turning the video related to topic and questioning the students about what they have watched, (2) telling students what is going to be done, (3) dividing students into pairs, (4) giving the handouts, (5) drilling the handout to the students, (6) distributing the cards containing the situation to each student, (7) guiding the students to make conversation and improvised it, (8) modeling the students by performing role play with one of them , (9) asking them to make their own conversation, and practiced on their own seat, (10) asking them to perform the role play in pair, and (11) asking them to report their experience relate to the topic orally.

Furthermore, the finding of the study indicated that role play was successful in improving students' speaking ability. The improvement could be seen from the increase of students' average speaking score from 43.8 in the preliminary study, and 54.2 in Cycle 1, to 64.7 in Cycle 2. Besides, the finding indicated that role play was effective in enhancing the students to be actively involved in the teaching and learning process. It was found that the number of the students who were actively involved was 22 (73.3%).

It is suggested that English teachers apply role play since it can be practical contribution on how to improve the students' speaking ability with more practice of using oral communication in their real and natural communication activities, and as a relevant knowledge about the teaching of speaking. It is also recommended to the institution, that the findings of the research are used for decision making that the teaching of speaking in this institution have to use role play as the strategy. And for the future researchers, the findings of this research can become a good reference as strategy to teach speaking.

 

ABSTRAK

Khudriyah. 2010. Implementasi Role play Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Semester 4 STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hj. Arwijati Wahjudi, M.Pd, Dipl. TESL., (II) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed.

Kata-kata Kunci: Role play, Kemampuan berbicara

Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar speaking dan studi awal, peneliti menemukan beberapa permasalahan, antara lain kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa belum memuaskan, nilai rata-rata mereka adalah 43.8 dan motivasi belajar mereka juga rendah. Hal ini disebabkan karena dosen yang mengajar selalu menggunakan tehnik pembelajaran yang monotun. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mengusulkan sebuah strategi dalam mengajar speaking, yaitu role play.

Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa dengan menggunakan role play. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana strategi role play dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa semester 4 STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan dosen bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. Peneliti berperan sebagai pengajar sedangkan dosen bahasa Inggris menjadi kolaborator peneliti untuk mengobservasi peneliti dan pelaksanaan role play. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu, planning, implementing, observing, dan reflecting. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi, catatan lapangan, alat perekam seara, dan kuesionar. Subyek penelitian ini adalah 30 mahasiswa semester 4 STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi role play yang sesuai dalam pengajaran berbicara bahasa Inggris mahasiswa meliputi langkah-langkah berikut: (1) memutarkan video yng berhubungan dengan topik serta memberi pertanyaan kepada mahasiswa tentang apa yang sudah dilihat dari video tersebut, (2) menjelaskan kepada mahasiswa apa yang akan dilakukan, (3) meminta mahasiswa duduk berpasangan, (4) membagikan hand out, (5) melatih mahasiswa untuk membaca hand out berkali-kali, (6) mendistribusikan kartu yang berisi situasi dalam bermain peran kepada setiap mahasiswa,(7) menjelaskan kepada mahasiswa cara membuat dialog serta mengimprovisasikannya, (8) memberi contoh bermain peran dengan mendemonstrasikan role play dengan salah satu mahasiswa, (9) meminta mahasiswa untuk membuat percakapan bersama kelompoknya dan diperankan di tempat duduk mereka sendiri, (10) meminta mahasiswa untuk mendemonstrasikan role play di depan kelas, dan (11) meminta mahasiswa untuk menceritakan pengalaman mereka yang berhubungan dengan topik yang sudah di perankan.

Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa role play telah berhasil meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata speaking mahasiswa dari 43.8 pada studi awal dan 54.2 di siklus pertama, menjadi 64.7 di siklus kedua. Di samping itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa role play sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Diketahui bahwa mahasiswa yang berpartisipasi secara aktif adalah 22 orang (73.3%) dari seluruh mahasiswa.

Oleh karena itu disarankan kepada guru bahasa Inggris untuk menerapkan role play karena strategi ini merupakan kontribusi yang sangat praktis terhadap cara bagaimana meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa dengan praktik berbicara yang lebih pada kegiatan komunikasi yang wajar dan nyata bagi mereka. Role play juga merupakan pengetahuan yang relavan untuk mengajar speaking. Dan kepada institusi diharapkan untuk segera membuat kebijakan bahwa pengajaran speaking di institusi ini harus menggunakan strategi role play. Dan kepada peneliti yang akan datang, hendaknya menggunakan hasil penemuan ini sebagai referensi yang baik untuk mengajar speaking.