DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Effectiveness of Literature Circles on Students’ Reading Comprehension. (Thesis)

Neng Syifa Masnoneh

Abstrak


Neng Syifa Masnoneh. 2010. The Effectiveness of Literature Circles on Students' Reading Comprehension. Thesis, English Language Education, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Suharmanto, M.Pd. (2) Dr. Monica Djoehana D. Oka, M.A.

 

Key words: effectiveness, literature circles, reading comprehension

 

The research was conducted into the effectiveness of literature circles on students' reading comprehension. The research problem is "Do the students who are taught using literature circles achieve significantly higher reading comprehension than those who are taught using conventional teaching reading activity?"As a tentative answer, the research hypothesis is "The students who are taught using literature circles achieve significantly higher reading comprehension than those who are taught using conventional teaching reading activity".

To answer the question, a quasi experimental research was conducted using nonrandomized control group pretest-posttest design involving two variables. Teaching strategies were the independent variable, and the dependent variable was the students' reading comprehension. The samples were taken from the population of the second semester students of PAI (Pendidikan Agama Islam/ Islamic Studies) STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam/ College for Islamic Studies) Daarussalaam in the academic year 2009/2010. There were three classes (class A: 23 students, B: 23 students, and C: 22 students). To choose the experimental and control group, the researcher used simple sampling technique, by which class A (23 students) was assigned to experimental group while class B (23 students) was assigned to control group. The instrument of data collection was a multiple choice test consisting of 30 items used in pretest and posttest.

The pretest means were analyzed statistically to see the equivalence of the experimental and control group before the experiment. An independent t-test analysis of the difference between the pretest means yielded a t of 0.33. This was not significant at the level of significance of .05 one-tailed (with df 44). The t-value was lower than the critical value (1.678). This indicates that there is not a significant difference between the experiment and control group on their pretest. Therefore, an independent t-test was used to analyze the posttest means.

Based on the statistical computation using an independent t-test, the t-value for the posttest means were 3.11. This was significant at the level of significance of .05 one-tailed (with df 44). The t-value was higher than the critical value (1.678). Therefore, Ho was rejected. It is concluded that literature circles is effective.

Based on the findings, recommendations are addressed to English teachers/ instructors and future researchers. English teachers/ instructors should consider utilizing literature circles due to the benefits of the strategy. For future researchers, it is suggested to conduct more sophisticated research on the same topic.

ABSTRAK:

Neng Syifa Masnoneh. 2010. Keefektifan Literature Circles terhadap Pemahaman Membaca Siswa. Tesis. Program Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suharmanto, M.Pd. (2) Dr. Monica Djoehana D. Oka, M.A.

 

Kata kunci: efektif, literature circles, pemahaman membaca

 

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan literature circles terhadap pemahaman membaca mahasiswa. Rumusan masalah penelitian ini adalah "Apakah mahasiswa yang diajar menggunakan literature circles secara signifikan memperoleh pemahaman membaca lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang diajar menggunakan aktifitas belajar mengajar secara konvensional". Sebagai jawaban sementara, hipotesis penelitian ini adalah, "Siswa yang diajar menggunakan literature circles secara signifikan memperoleh pemahaman membaca lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang diajar menggunakan aktifitas belajar mengajar secara konvensional".

Untuk memjawab pertanyaan tersebut, peneliti melakukan penelitian semi-experiemen menggunakan disain tes awal - test akhir kelompok control yang tidak diacak. Penelitian ini melibatkan dua variable. Strategi pembelajaran merupakan variable bebas, dan pemahaman membaca merupakan variable terikat. Sampel penelitian diambil dari populasi mahasiswa semester dua PAI STAI Daarussalaam pada tahun ajaran 2009/2010. Terdapat tiga kelas (kelas A: 23 siswa, B: 23 siswa, dan C: 22 siswa). Untuk menentukan kelompok experimen dan kelompok kontrol, peneliti menggunakan tekhnik sampling sederhana. Kelas A (23 siswa) merupakan kelompok eksperimen, sedangkan kelas B (23 siswa) merupakan kelompok control. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes pilihan ganda yang berisikan 30 pertanyaan. Instrumen ini digunakan dalam pretest dan posttest.

Hasil skor tes awal dianalisis secara statistik menggunakan independent t-test. Hal ini dilakukan untuk melihat kemampuan awal siswa antara kedua kelompok sebelum eksperimen. Hasil dari analsis tersebut menghasilkan t-hitung 0.33. T-0.33 tidaklah signifikan pada level .05 satu arah (dengan dk 44). T-hitung lebih kecil daripada nilai kritis (1.678) Hal ini menunjukan bahwa sebelum experimen kemampuan kedua kelompok tidak jauh berbeda. Dengan begitu, independent t-test digunakan juga dalam menganalisa hasil skor tes akhir.

Berdasarkan penghitungan statistik menggunakan independent t-test terhadap skor siswa di tes akhir, t-hitung nya adalah 3.11. T-hitung ini signifikan pada level .05 satu arah (dengan dk 44). T-hitung lebih besar daripada nilai kritis (1.678). Dengan demikian, Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa literature circles efektif.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, peneliti menyarankan kepada pengajar bahasa Inggris untuk menggunakan literature circles sebagai alternatif strategi mengajar dikarenakan manfaat dari strategi ini. Selanjutnya, peneliti menyarankan agar peneliti yang lain melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai literature circles.