DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using Directed Reading Thinking Activity (DR-TA) to Improve the Students’ Reading Comprehension at the English Education Study Program of STAIN Palangka Raya. (Thesis)

Santi Erliana

Abstrak


Erliana, Santi. 2010. Using Directed Reading Thinking Activity (DR-TA) to Improve the Students' Reading Comprehension at the English Education Study Program of STAIN Palangka Raya. Thesis. English Education Study Program of Post Graduate Program of State University of Malang. Advisor (I) Dr. Suharmanto, M. Pd, Advisor (II) Drs. Fachrurrazy, M.A., Ph. D.

 

Keywords: DR-TA, reading skills, expository text

 

Expository text is one of the four reading texts in tertiary education. This informational text is considered to be most difficult by second semester students at the English Education Study Program of Islamic State College (STAIN) of Palangka Raya among other texts since it uses new and contextual vocabularies and is organized using more than one particular structure.

To overcome these classroom problems, the process-based approach underlying Directed Reading Thinking Activity (DR-TA) strategy combined with restructuring-the teaching procedure of building students' awareness of the use of particular structure within informational text-was applied in collaborative action research. The DR-TA comprises three phases (prediction, guided silent reading, and post-reading) which enable the students to plan, monitor and evaluate their reading. This research was intended to know how the DR-TA strategy can improve reading skill of the students.

The findings of the research that were conducted in two cycles showed that DR-TA strategy was worthy to improve the students' reading skills, particularly the ability to identify topics, main ideas, writer's organization, text structures, literal information, and to draw inference. The students' average score developed significantly from 70 in the preliminary test to 72.93 in Cycle 1 to 80 in cycle 2. The findings of the study also described that this strategy improved the students' participation from 58.14% in Cycle 1 to 79.2% in Cycle 2.

The improvement of the achievement tests and learning participation were encompassed through three stages of DR-TA strategy namely: pre-reading, whilst-reading, and post-reading stages. In the pre-reading stage the students were introduced to promote their language proficiency in the schemata building activity by the display of pictures and introduction of new/contextual vocabularies on the whiteboard. Then, there were five phases of activity in the whilst-reading stage, namely prediction, guided silent-reading, prediction verification, restructuring, and evaluation of comprehension. The steps at the prediction phase are: (1) writing the title of the text to be read on the whiteboard, (2) grouping the class, (3) giving modeling of how to state prediction, (4) delivering the DR-TA worksheet, (5) asking the students to formulate prediction orally, (6) writing the students' prediction on the whiteboard, and (7) asking the students to discuss the prediction listed on the whiteboard and to state their preference. The steps at the guided silent-reading phase are: (8) delivering the text to read, (9) asking students to read the text and (10) giving modeling of how to verify prediction. The steps at the prediction verification phase are: (11) asking students to confirm their prediction, (12) asking students to verify their prediction by showing sentences or information provided in the text supporting or rejecting their prediction. The steps at the restructuring phase are: (13) asking student to identify the use of particular structure used in the text and (14) asking students to complete the provided incomplete graphic organizers. Finally, students' comprehension of the text was evaluated in oral comprehension questions.

Related to the research findings, some suggestions are addressed to English students, teachers/lecturers and other researchers. The students are suggested applying the DRTA independently not only in the classroom but also outside wherever they are reading any type of text. For the English teacher/lecturer, they are recommended to use DRTA to teach reading. For other researchers, the development of appropriate procedure of DR-TA strategy in another action research can be conducted with the diversity of reading microskills for different level of proficiency.

 

ABSTRAK

 

Erliana, Santi. 2010. Menggunakan Strategi Directed Reading-Thinking Activity (DR-TA) untuk Memperbaiki Keterampilan Membaca Mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, STAIN Palangka Raya. Thesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharmanto Ruslan, M. Pd, Advisor (II) Drs. Fachrurrazy, M.A., Ph. D

 

Kata kunci: DR-TA, keterampilan membaca, teks ekspositori

 

Teks ekspositori merupakan salah satu teks yang diajarkan pada tingkat perguruan tinggi. Teks informatif ini dianggap sebagai teks yang paling sulit bagi mahasiswa bahasa Inggris semester dua di STAIN Palangkaraya dari teks-teks yang lain mengingat teks ini menggunakan kosakata baru dan kontekstual, dan diorganisir menggunakan lebih dari satu struktur.

Pendekatan berbasis proses yang menjadi acuan Strategi DR-TA dipadukan dengan restrukturisasi, prosedur pengajaran yang berupaya membangun kewaspadaan siswa terhadap penggunaan struktur tertentu dalam teks informatif, diterapkan dalam penelitan tindakan kolaboratif ini. Penelitian tindakan ini dilaksanakan pada mahasiswa semester dua pada mata kuliah Membaca Pemahaman II di STAIN Palangka Raya untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kemampuan membaca dengan menggunakan strategi DR-TA dipadukan dengan restrukturisasi. Strategi DR-TA meliputi tiga fase (prediksi, membaca dalam hati terbimbing, dan pembuktian prediksi) bertujuan mengarahkan mahasiswa untuk merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi proses membaca mereka.

Berdasarkan temuan dari penelian yang dilakukan dalam dua siklus menunjukkan bahwa strategi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa, khususnya kemampuan mengidentifikasi topik, ide pokok, organisasi yang dipergunakan penulis dalam menulis teks ekspositori, struktur teks, informasi tersurat, dan menarik kesimpulan dari pesan tersirat yang disampaikan penulis. Nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yang pesat dari 70 pada tes pendahuluan menjadi 72.93 pada Siklus 1, dan 80 pada Siklus 2. Temuan penelitian juga menunjukkan hasil positif bahwa siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dari 58.14% di Siklus 1 menjadi 79.2% di Siklus 2.

Peningkatan kemampuan membaca dapat dilihat melalui pendekatan melalui tiga tahap prosedur pelaksanaan strategi DR-TA yakni sebelum membaca, membaca, dan sesudah membaca. Tahap sebelum membaca bertujuan meningkatkan pengetahuan bahasa dengan cara meningkatkan pengetahuan awal mereka. Langkah-langkahnya adalah menampilkan gambar yang berkaitan dengan topik dan memperkenalkan kosakata baru atau kontekstual dengan cara menuliskannya pada papan tulis. Kemudian, terdapat lima langkah pada tahap membaca yaitu prediksi, membaca dalam hati terbimbing, pembuktian prediksi, restrukturisasi, dan evaluasi pemahaman isi bacaan. Langkah-langkah pada tahap prediksi adalah: (1) menulis judul dari teks yang akan dibaca pada papan tulis, (2) mengelompokkan kelas, (3) memberikan model atau simulasi bagaimana menyatakan prediksi, (4) membagikan lembar kerja siswa, (5) meminta siswa membuat prediksi secara lisan, (6) membuat daftar prediksi siswa pada papan tulis, dan (7) meminta siswa mendiskusikan daftar prediksi yang tersedia di papan tulis, dan menyatakan pendapat mereka atas prediksi yang paling baik. Sementara itu, langkah-langkah pada tahap membaca dalam hati terbimbing adalah (8) membagikan teks yang akan dibaca, (9) meminta siswa untuk membaca teks dengan tujuan untuk mengidentifkasi komponen essai, kata kunci yang diperkenalkan diawal, dan menemukan informasi yang mendukung atau menolak prediksi mereka, dan (10) memberikan modeling, contoh atau simulasi bagaimana membuktikan prediksi. Kemudian, langkah-langkah pada tahap pembuktian prediksi adalah: (11) meminta siswa untuk mengkonfirmasikan prediksi mereka, dan (12) meminta siswa untuk membuktikan prediksi mereka dengan menunjukan informasi yang terdapat dalam teks untuk mendukung pendapat mereka. Setelah ketiga fase DR-TA selesai, fase berikutnya adalah restrukturisasi. Adapun langkah-langkahnya adalah (13) meminta siswa mengidentifkasi struktur yang digunakan dalam teks, dan (14) meminta siswa melengkapi graphic organizer yang telah disediakan. Akhirnya, pemahaman siswa akan isi teks dievaluasi pada langkah (15) pertanyaan pemahaman secara lisan kepada siswa.

Akhirnya, rekomendasi hasil penelitian ini ditujukan kepada siswa, pengajar bahasa Inggris, dan peneliti pada bidang yang sama. Pertama-tama, siswa diharapkan tidak hanya menggunakan DR-TA ketika dikelas membaca saja, namun pada saat dimana mereka sedang membaca teks apapun jenisnya. Kemudian bagi pengajar dianjurkan untuk menggunakan DRTA dalam mengajar. Akhirnya untuk peneliti pada bidang yang sama, pengembangan prosedur strategi DR-TA dalam penelitian tindakan dapat dilaksanakan dengan memperluas keahlian mikro reading untuk tingkat kebisaan yang lebih tinggi.