DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Use of Videocast to Improve Listening Skill of English Department Students of STAIN Palopo. (Thesis)

Syamsudarni Syamsudarni

Abstrak


Syamsudarni. 2010. The Use of Videocast to Improve Listening Skill of English Department Students of STAIN Palopo. Thesis, Graduate Program in English Language Education, State Universtiy of Malang. The Advisors: (1) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D., (2) Fachrurrazy, M.A., Ph.D.

 

Key words: Videocast, listening skill, STAIN Palopo

            The development of technology has influenced English teachers and students to improve their abilities in utilizing the technology in the teaching and learning process. Teachers have strong demand to utilize the information technology from the Internet as medium in the application of classroom teaching process. Because the use of technology has an important role as teaching and learning aid, Videocast is proposed to solve some problems encountered in the teaching of listening skill.

            The preliminary study conducted at STAIN Palopo, South Sulawesi, showed that the ability of the students in listening skills such as note taking, finding main ideas, finding detail information, and summarizing still far from what was expected by the curriculum. To solve these problems, the researcher used Videocast as an instructional medium by implementing three steps in the teaching of listening, i.e. pre-listening, whilst-listening, and post-listening activities.

            This study utilized a collaborative action research design in which the researcher and the collaborative teacher worked together in designing the lesson plan, implementing the action, observing the action, and making reflection. The subjects of the study were the fourth semester students of English Department in State College for Islamic Studies (STAIN) Palopo in the academic year 2009/2010. This study was conducted in two cycles by following the procedure of the action research i.e. planning, implementing, observing, and reflecting. The instruments for collecting data consist of test, field notes, observation sheets, and questionnaire.

            The activities performed in the pre-listening step using Videocast were: giving explanation about the objective and assigned tasks, showing students the video screen, finding some important words, brainstorming on the topic learnt, setting the students into groups of five, and giving models of expression. In whilst-listening, the activities were: playing an English Videocast while doing note taking and discussing the main idea of the topic, playing again the Videocast while continuing the note taking activity and then discussing for finding detail information and summarizing, asking students' opinion and then checking and discussing their answers. Post-listening activities were conducted by reviewing on the grammatical/structural rules and asking students' feedback. As extensive listening, the follow-up activities were conducted by asking students to listen two new topics downloaded from thr Internet and then answering the worksheets about note taking, finding main ideas, finding detail information, and summarizing for each meeting.

            The findings of the study show that the use of Videocast can improve the students' listening skill. The improvement can be seen in the increased score of the students' listening from the preliminary study and the score after the implementation of the teaching of listening using Videocast in Cycle 2. The students' average score in the preliminary study was 66.23, while the average score in the end of implementation of this study was 74. More specifically, there were 26 students (86.7%) got higher than or equal to 61 in the end of the study while in preliminary study 17 of the students (56.6%) got the score higher or equal to 61. Despite the score of the students' improvement in listening skill, the findings also indicated that the students had positive responses and were actively involved in the teaching of listening using Videocast. The average score of students' responses was 86.27% and the average score of students' involvement was 80.3%

            From the findings, the following suggestions are proposed to the English teachers and for further researcher. English teachers are suggested to implement the teaching of listening using Videocast. This instructional media can be used as both intensive listening and extensive listening activities to retain the message that has been heard longer. The teachers should provide a variety of appropriate materials according to their level and provide various strategies in order to improve the learning process and results. In addition, the duration of Videocast playing should be made appropriate with the students' level. Further researchers can conduct more intense research study by developing Videocast materials which are downloaded from the Internet by considering the students' level and their interest using different research design such as Research and Development (R & D) design. Developing their research on the use of Videocast in integrated way is also possible. In addition, one of the Videocast facilities is that the students can record themselves to speak in front of the computer and then other students can access their performance through the Internet. Researchers are recommended to develop this research by using the recording system of Videocast in the Internet to improve the students' interest and their speaking skill.

 

ABSTRAK

 

Syamsudarni. 2010. Penggunaan Videocast untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris STAIN Palopo. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., MA, Ph.D., (2) Fachrurrazy, MA, Ph.D.

Kata kunci: Videocast, keterampilan menyimak, STAIN Palopo

 

            Perkembangan teknologi telah mempengaruhi para guru Bahasa Inggris dan siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam hal pemanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Guru memiliki tuntutan yang kuat untuk menggunakan teknologi informasi melalui Internet sebagai media dalam penerapan proses mengajar di kelas. Mengingat akan pentingnya penggunaan teknologi sebagai alat bantu pengajaran dan pembelajaran, Videocast diusulkan untuk memecahkan beberapa masalah yang dihadapi dalam pengajaran keterampilan menyimak.

            Penelitian pendahuluan yang dilakukan di STAIN Palopo, Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam keterampilan menyimak seperti pencatatan (note taking), menemukan ide-ide utama (main idea), menemukan informasi detail (detail information), dan meringkas (summarizing) masih jauh dari apa yang diharapkan oleh tujuan kurikulum. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menggunakan Videocast sebagai media pembelajaran dengan menerapkan tiga langkah dalam pengajaran menyimak yaitu: pre-listening, whilst-listening, and post-listening activities.

            Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam merancang rencana pembelajaran, melaksanakan tindakan, mengamati tindakan, dan membuat refleksi penelitian. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester empat jurusan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Palopo pada tahun akademik 2009/2010. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yaitu, melitputi perencenaan (planning), pelaksanaan (impelementing), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Instrumen pengumpulan data penelitian meliputi tes (test), catatan lapangan (field notes), lembar observasi (observation sheets), dan kuesioner (questionnaire).

            Aktifitas dalam pre-listening dengan menggunakan media Videocast adalah: memberikan penjelasan tentang tujuan dan tugas dilaksanakan, menunjukkan sketsa Video, menemukan beberapa kosakata penting, melakukan brainstorming tentang topik yang diajarkan, mengelompokkan siswa dalam beberapa kelompok yang terdiri lima siswa per kelompoknya, dan memberikan model ekspresi. Dalam whilst-listening meliputi aktifitas: memutarkan Videocast berbahasa Inggris sambil melakukan pencatatan (note taking) dan mendiskusikan ide utama topik (main idea), memutar kembali Videocast sambil melanjutkan aktifitas pencatatan (note taking) dan kemudian mendiskusikan materi untuk menemukan informasi detail (detail information) dan meringkas (summarizing), meminta pendapat siswa dan kemudian mencek dan mendiskusikan jawaban mereka. Kegiatan post-listening dilakukan dengan membahas grammar/struktur bahasa materi pembelajaran dan kemudian siswa memberikan respon. Sebagai extensive listening, tindak lanjut kegiatan ini dilakukan dengan meminta siswa untuk mendengarkan dua topik baru yang diambil dari Internet dan kemudian menjawab lembar kerja tentang pencatatan (note taking), menemukan ide-ide utama (main ideas), menemukan informasi detail (detail information), dan meringkas (summarizing) yang diteguskan pada setiap pertemuan.

            Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Videocast dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada peningkatan nilai hasil test kemampuan menyimak siswa dari studi pendahuluan dan nilai setelah pelaksanaan pengajaran menyimak menggunakan Videocast pada siklus 2. Skor rata-rata siswa dalam studi pendahuluan adalah 66,23, sedangkan skor rata-rata di akhir pelaksanaan penelitian ini adalah 74. Lebih khusus lagi, ada 26 siswa (86,7%) mendapat skor lebih dari atau sama dengan 61 di akhir penelitian sementara dalam penelitian pendahuluan 17 dari mahasiswa (56,6%) mendapat skor yang lebih atau sama dengan 61. Selain itu, temuan juga menunjukkan bahwa siswa menunjukkan respon positif dan juga mereka secara aktif terlibat dalam proses pengajaran menyimak menggunakan Videocast. Nilai rata-rata respon siswa adalah 86,27% dan nilai rata-rata keterlibatan siswa adalah 80,3%.

            Berdasar temuan ini, berikut ini beberapa saran ditujukan kepada para guru Bahasa Inggris peneliti selanjutanya. Guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan pengajaran menyimak ini menggunakan Videocast. Media pembelajaran ini dapat digunakan sebagai kegiatan menyimak secara intensif maupun ekstensif untuk lebih mempertahankan pesan yang didapat melalui pengulangan menyimak sesering mungkin. Para guru hendaknya menyediakan berbagai materi ajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka dan melakukan berbagai strategi pembelajaran dalam rangka meningkatkan proses dan hasil belajar. Selain itu, durasi pemutaran Videocast hendaknya dibuat sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. peneliti lebih lanjut dapat melakukan penelitian lebih intensif dengan mengembangkan bahan ajar Videocast yang di-download melalui Internet dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan siswa dan kepentingan mereka dengan menggunakan desain penelitian yang berbeda seperti desain Penelitian dan Pengembangan (R & D). Para peneliti selanjutnya dimungkan untuk mengembangkan riset mereka mengenai penggunaan Videocast secara terpadu. Selain itu, salah satu fasilitas Videocast adalah bahwa siswa dapat merekam diri mereka berbicara di depan komputer berfasilitas Internet dan hingga kemudian siswa lain juga dapat mengaksesnya melalui Internet. Para peneliti disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan sistem perekam Videocast di Internet untuk meningkatkan minat siswa dan keterampilan berbicara (speaking skill) mereka.