DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Improving the Reading Comprehension Ability of the Fourth Semester Students of STIT Raden Wijaya Mojokerto through Webbing Strategy. (Thesis)

Suud Purnomo

Abstrak


Purnomo, Suud. 2010. Improving the Reading Comprehension Ability of the Fourth Semester Students of STIT Raden Wijaya Mojokerto through Webbing Strategy. Thesis Graduate Program in English Language Education, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Suharmanto, M. Pd, (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd, M.Ed

 

Keywords: reading comprehension, expository texts, webbing strategy.

 

This study was designed to improve the students' reading comprehension ability through webbing strategy. It was conducted in order to find a strategy of teaching and learning that occurs, especially, in the teaching of reading skills. The strategy was selected because it was believed to be able to stimulate or activate the students to be more involved in the reading activities and to facilitate the students to comprehend the texts, especially expository texts. Thus, this study was directed to solve practical problems in the teaching and learning process. The research problem was formulated as follows: "How can the reading comprehension ability of the fourth semester students of STIT Raden Wijaya Mojokerto be improved through webbing strategy?

            The study employed a collaborative classroom action research design in which the researcher and the collaborator as research team worked together designing the lesson plan, implementing the action, observing the action, and reflecting the action. The subjects of this research were 40 students the fourth semester students of STIT Raden Wijaya Mojokerto in the 2009/2010 academic year. This research study was conducted in two cycles by following the procedure of action research, i.e. planning, implementing, observing, and reflecting. Each cycle of the research study encompassed three meetings of the strategy implementation and one meeting for the reading comprehension test. The data of this research study were obtained through reading tests, observation checklist and field notes at the end of the cycle and the implementation of webbing strategy in teaching-learning process.

            The findings of this research study indicated that the webbing strategy was successful in improving both the students' ability in comprehending expository texts and the students' involvement in reading activities. The improvement can be seen from the increase of students' mean scores and the students' individual score percentage from preliminary study to Cycle 2. The students' mean score had improved greatly from 64.83 to 78.17 or the students' individual score percentage had achieved to a great extent from 42.50% to 85% equal or greater than 70% of 40 students. The mean score and the students' individual score indicated higher than predetermined criteria of success that was 70% of 40 students who got score of 70. Based on the result of the Cycle 2, the next cycle did not need to be conducted because the students' individual scores that the predetermined criteria of success have been met in the second cycle. Dealing with the students' involvement, it also seemed that most of students (92.50%) were involved actively in the reading activities in the third meeting of Cycle 2 which were shown by the observations checklists and field notes.

The appropriate procedure of webbing strategy in teaching reading comprehension encompassed the following steps: (1) explaining the students to the specific goals of learning and leading students to the topic by showing some webbings; (2) writing a key word or phrase from an expository text on the chalkboard; (3) asking students to group these words into logical categories and label each category with a descriptive title; (4) asking the students to make a group and to discuss unfamiliar vocabularies; (5) asking the students to find several themes or topics in a texts by brainstorming, class discussion, questioning to activate the students' background knowledge or prior knowledge; (6) asking the students to make webbing of the information from a text or write the information down in the form of phrases in the circles of webbing; (7) having the students read a text fast (speed reading); (8) asking the students to find important detailed information of a text by questioning and put the information in the form of phrases into the circles of webbings; (9) asking the students to find and discuss the center of idea or topic in a paragraph by classifying and categorizing with lines then write it into a sentence as a main idea of paragraph; (10) asking the students to share and complete mapping with other group by comparing with own group mapping; (11) asking to students to answer the reading comprehension questions individually then discuss or compare in a group; (12) asking to students to present the results of webbings and answer of reading comprehension individually; (13) asking the students to make a summary of a text they have learnt; and (14) giving feedbacks to the students by checking the right answers of the previous reading comprehension questions.

            Based on the students' achievement using webbing strategy in comprehending expository texts, it was suggested for the English teachers apply webbing strategy as one of many alternatives that can be used in teaching reading skills. To the further researcher teachers, particularly those who are interested in applying webbing strategy in their research, it is suggested that they conduct classroom action research and implement this strategy in the teaching of reading to other English text types (descriptive, narrative, recount, procedure) and other language skills, for instance writing and it can be their reference in conducting in the same strategy. For institution, webbing strategy can be new strategy that can improve the students' reading comprehension ability of the fourth semester at STIT Raden Wijaya Mojokerto in comprehending the expository texs.

 

ABSTRACT:

Purnomo, Suud. 2010. Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Mahasiswa Semester IV STIT Raden Wijaya Mojokerto melalui Strategy Jaring . Tesis. Program Pascasarjana pada Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharmanto, M. Pd, (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd, M. Ed

Kata kunci: membaca pemahaman, teks eksposisi, strategi jaring

Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahan mahasiswa melalui strategi jaring. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan sebuah strategi belajar dan mengajar yang terjadi, khususnya, mengajar keahlian membaca. Strategi ini dipilih karena strategi ini diyakini mampu merangsang atau mengaktifkan mahasiswa untuk lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan membaca dan menfasilitasi mahasiswa untuk memahami bacaan, khususnya teks eksposisi. Jadi, penelitian ini diarahkan untuk memecahkan masalah praktis dalam proses belajar mengajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana kemampuan membaca mahasiswa semester IV di STIT Raden Wijaya Mojokerto dapat ditingkatkan melalui strategi jaring?

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang merupakan kolaborasi antara peneliti dengan dosen sebagai sebuah tim yang bekerjasama dalam merancang rencana pembelajaran, melaksanakan tindakan, mengamati tindakan, dan merefleksikan tindakan. Subyek penelitian adalah empat puluh mahasiswa (Semester IV A) STIT Raden Wijaya Mojokerto pada tahun akademik 2009/2010. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu: planning, implementing, observing, dan reflecting. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan untuk pelaksanaan teknik dan satu pertemuan untuk pemberian kuis. Data penelitian dikumpulkan melalui test membaca, lembar observasi ceklist, dan catatan lapangan diakhir siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi jaring telah berhasil dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa memahami teks bahasa Inggris (expository texts) dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemahaman teks. Perbaikan dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata mahasiswa dan persentase nilai individu dari studi pendahuluan sampai Siklus 2. Nilai rata-rata mahasiswa meningkat dari 64.83 ke 78.17 dan 42.50% ke 85% mahasiswa telah mencapai nilai yang sama dengan atau lebih besar dari nilai 70. Nilai rata-rata mahasiswa dan dan nilai individu mahasiswa menunjukkan lebih tinggi dari nilai yang ditetapkan pada kriteria kesuksesan yaitu 70 persen dari 40 mahasiswa yang memperoleh nilai 70. Nilai-nilai individu mahasiswa yang telah ditetapkan pada kriteria kesuksesan dapat dicapai. Hal yang berkaitan dengan keterlibatan mahasiswa, sebagian besar mahasiswa (93.75%) telah terlibat secara aktif dalam tahap-tahap kegiatan membaca pada Siklus yang diperoleh dari lembar observasi ceklist, dan catatan lapangan.

 Prosedur yang sesuai strategi jaring dalam mengajar pemahaman membaca meliputi langkah-langakah sebagai berikut: (1) menjelaskan tujuan-tujuan khusus pada siswa dan mengarahkan mereka pada topic bacaan melalui webing-webing, (2) menulis kata-kata atau frase kunci dari sebuah teks ekspository pada papan putih, (3) meminta mahasiswa untuk menggolongkan kata-kata ke dalam kategori-kategori logis dan memberi label setiap kategori dengan uraian judul, dan (4) menyuruh siswa membentuk sebuah kelompok belajar dan mendiskusikan kata-kata yang tidak dimengerti, (5) meminta mahasiswa untuk menemukan beberapa tema atau topik dalam teks dengan dengan menggunakan brainstorming, diskusi kelas, bertanya untuk mengaktifkan pengetahuan latar atau pengetahuan sebelumnya, (6) menyuruh mahasiswa untuk membuat webbing informasi dari sebuah bacaan atau menulis informasi dalam bentuk frase dalam jaring lingkaran, (7) menyuruh mahasiswa membaca teks dengan cepat, (8) menyuruh mahasiswa untuk menemukan informasi terinci yang penting dari sebuah bacaan dengan bertanya dan menulis informasi tersebut dalam bentuk frase ke dalam lingkaran-lingkaran jaring, (9) menyuruh mahasiswa mendiskusikan pusat idea atau topik dalam sebuah paragraf dengan cara mengklasifikasikan dan menggolongkan dengan garis-garis penghubung dan kemudian menulisnya ke dalam bentuk kalimat sebagai ide pokok dari sebuah paragraf, (10) menyuruh mahasiswa membagi ide dan melengkapi jaring-jaring dengan kelompok lain dengan cara membandingkan jaring-jaring mereka sendiri, (11) menyuruh mahasiswa menjawab pertanyaan membaca pemahaman secara individu kemudian mendiskusikan atau membandingkannya dalam sebuah kelompok, (menyuruh mahasiswa untuk mempresentasikan hasil jaring-jaring mereka dan menjawab pertanyaan membaca pemahaman secara individu, (12) membimbing mahasiswa pada saat memperoleh kesulitandalam memperesentasikaan hasil lingkaran-lingkaran jaring dan menjawab petanyaan membaca pemahaman, (13) menyuruh mahasiswa membuat ringkasan dari sebuah teks yang telah mereka pelajari, dan (14) memberi umpan balik kepada mahasiswa dengan memeriksa jawaban-jawaban yang benar dari pertanyaan-pertanyaan membaca pemahaman sebelumnya.

Berdasarkan prestasi mahasiswa menggunakan strategi jaring dalam memahami teks bahasa Inggris, khususnya pada teks eksposisi, disarankan pada guru bahasa Inggris untuk menerapkan strategi jaring ini sebagai salah satu dari banyak alternatif yang dapat diaplikasikan dalam mengajar keahlian membaca. Kepada peneliti lain, khususnya yang berminat dalam meneliti strategi jaring didalam penelitiannya, dianjurkan untuk melakukan penelitian tindakan kelas dan menerapkan teknik ini pada pengajaran pemahaman membaca dengan jenis teks bahasa Inggris yang berbeda, seperti teks: deskripsi, narasi, recount, and prosedur atau pada keterampilan bahasa yang lain yaitu menulis. Ketiga, hasil penelitian bisa memberikan kontribusi dalam perbaikan pembelajaran untuk memahami text pada mahasiswa semester IV di STIT Raden Wijaya Mojokerto. Keempat, untuk lembaga, strategy jaring bisa menjadi strategy baru untuk memperbaiki pemahaman membaca mahasiswa pada STIT Raden Wijaya Mojokerto. Terakhir, untuk para peniliti kedepan, penerapan suatu strategy khusus dalam kelas membaca dengan menggunakan strategy jaring bisa menjadikan rujukan dalam bentuk stategy yang sama.