DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kisah Hidup Achmad Rosidi Sebagai Relawan Pendidikan Masyarakat Melalui Teater “Cuci Otak”. (Tesis)

Alim Harun Pamungkas

Abstrak


Pada tahun 2004 Achmad Rosidi mendirikan Teater Cuci Otak di Kota Pasuruan Jawa Timur sebagai wadah aktifitas positif dan rehabilitasi anak jalanan, remaja yang terlibat kasus kriminalitas dan masalah keluaga serta pelajar yang tidak berprestasi di sekolahnya. Keseriusan Achmad Rosidi telah menghantarkan Teater Cuci Otak menjadi wakil Indonesia dan benua Asia pada festival seni Internasional yang digelar oleh Contesting The World (CTW) di Manchester, Inggris pada 18 Juli 2010.

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan biografi. Penggalian data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis Data dilakukan dengan (1) menentukan tahapan pengalaman hidup sesuai kisah, (2) mereduksi dan menyusun kronologi kisah, (3) mengidentifikasi makna di balik setiap tahapan kisah, (4) menentukan keterkaitan teori Pendidikan Luar Sekolah dengan kisah hidup.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman hidup Achmad Rosidi merupakan perwujudan dorongan yang mempengaruhi munculnya keputusan untuk melakukan tindakan dengan sukarela. Makna dari setiap kondisi yang dialami selama hidupnya menimbulkan impian tentang kondisi ideal. Impian ini selanjutnya dipertimbangkan bersama dengan nilai-nilai. Pengalaman, kesadaran dan impian ini kemudian bersatu dan saling mempengaruhi tindakan sukarelanya yang diwujudkan kedalam Teater Cuci Otak sebagai suatu gerakan perubahan. Untuk menyebut gerakan perubahan yang dilakukan oleh Achmad Rosidi, digunakan istilah personal movement. Gerakan perubahan tersebut merupakan hasil dari kesukarelaan Achmad Rosidi yang dipengaruhi dorongan yang kuat dari dalam dirinya sehingga melahirkan suatu keputusan tindakan atas dasar kehendak (act of will). Kehendak tersebut juga dipengaruhi oleh pengalaman belajarnya sendiri maupun orang lain. Serangkaian hasil pengalaman belajar tersebut mempengaruhi munculnya tindakan perubahan yang dilakukan oleh Achmad Rosidi. Dengan demikian pendidikan merupakan wahana yang dapat mendorong munculnya kesukarelaan sebagai konsekuensi  lahirnya sikap kritis. Sikap kritis  menjadikan seseorang memiliki kepekaan terhadap kondisi dan kesadaran terhadap nilai-nilai universal seperti kemanusiaan. Terutama pendidikan luar sekolah sebagai salah satu jalur pendidikan yang memiliki misi untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat sesuai dengan landasan filosofis pendidikan luar sekolah yang bercita-cita untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, keadilan dan aktualisasi diri manusia secara universal. Berdasar pada cita-cita mulia dan luhur tersebut, kesukarelaan merupakan hal terpenting yang menjadi tajuk utama dalam pembelajaran pada pendidikan luar sekolah.

 

Abstract:

Pamungkas, Alim Harun. 2010. Biography of Achmad Rosidi as a Volunteer of Community Education by" Cuci Otak Theater". Thesis, Department of Non-formal Education, Post Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Sanapiah Faisal, (2) Dr. M. Djauzi Moedzakir, MA.

 

Keywords: Biography, Volunteer, Community Education Needs

 

In 2004 Achmad Rosidi established Cuci Otak Theater in Pasuruan City, East Java, as organizing the positive activities, rehabilitation of street child, teenagers which are deal with criminal case, and students that have the familial problems and under-performing in their school.

The research uses the qualitative approach by biography design. The methods of data gathering are interview, observation, and documentation study. The data analyzed based on (1) determine phase of life experience in compliance with the story, (2) arrange and redraw the chronology of story, (3)  identification the intrinsic meaning of each story phase, (4) determine the relevant theory and background of biography and, (5) write the narration of biography based on the related theory.

The result of the research is that biography of Achmad Rosidi encourages the actualization that influences decision to do a voluntary action. The meaning of each condition along his life becomes visible that deal with a dream condition "ideal". Further, this dream considered by "sense" and "universal love". Then, these experience, consciousness, and dream are unite and influence his voluntarily action each other that is realized into Cuci Otak Theater as alteration movement. The term used to mention the alteration movement that is motoring by this individual is personal movement. Due to education, it is vehicle that support the volunteering becomes visible, primarily non-formal education mission to fulfill the needs of universal value such as justice, prosperity, and independence. Thereby, non-formal education is able to get output that has the consciousness of volunteering.

Based on the result of this research, the submitted suggestions are: (1) for the Program Manager of Non-formal Education should be appreciate the character of this research and put him into the map as precedent in organizing institution of non-formal education, (2) for Department of Non-formal Education should bring this research result become scientific material to student learning concerning volunteering related to non-formal education service and, (3) for the other Researcher should be able to develop this research result by the methods and limitation that are different for strengthen the theory related to volunteering and for development of organizer institutions of non-formal education.