DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Wayang Kertas sebagai Media untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V SDN Juluk 2 Saronggi Sumenep

Salamet UM Herianto

Abstrak


Kemampuan berbicara merupakan salah satu dari kecerdasan majemuk yang dimiliki siswa. Kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan eskpresi. Kemampuan berbicara juga merupakan bentuk kemampuan awal bagi siswa untuk belajar. Pembelajaran bahasa secara umum untuk membentuk kecakapan berbicara. Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 juga dinyatakan bahwa pelajaran dan pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Dalam peraturan tersebut jugadinyatakan bahwa tujuan pelajaran dan pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain adalah agar siswa memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efesien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.

Dalam studi pendahuluan yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Juluk 2 Saronggi Sumenep ditemukan beberapa indikator yang menunjukkan bahwa mereka mengalami kesulitan berbicara. Berdasarkan pertimbangan dari berbagai rujukan dipilihkan wayang kertas sebagai media karena diduga efektif dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Dengan demikian ditetapkan judul penelitian: Penggunaan Wayang Kertas sebagai Media Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V SDN Juluk 2 Sumenep.

Berdasarkan judul tersebut ditetapkan rumusan masalah berikut. Pertama, bagaimanakah proses pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas V SDN Juluk 2 Kecamatan Saronggi Sumenep dengan menggunakan media wayang kertas? Kedua, bagaimanakah hasil pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas V SDN Juluk 2 Kecamatan Saronggi Sumenep dengan menggunakan media wayang kertas yang berkaitan dengan aspek: a) kebahasaan, dan b) non kebahasaan?

 

Desain penelitian dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan jenis deskriptif kualitatif. Dalam pelaksanaannya, tindakan penelitian berupa tindakan pembelajaran ditujukan kepada semua siswa kelas V SDN Juluk 2 Saronggi Sumenep. Dalam pengumpulan data, peneliti dilengkapi dengan alat pengumpul data berupa lembar pengamatan, pedoman wawancara, lembar angket, catatan lapangan, dan lembar penilaian berupa rubrik.

Pelaksanaan tindakan penelitian berupa tindak pembelajaran secara bersiklus yang dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Proses pembelajaran secara umum terutama diarahkan pada kegiatan siswa dan guru serta penggunaan wayang kertas sebagai media pembelajaran. Kegiatan siswa dan guru tersebut secara garis besar terbagi atas tiga tahap yakni: persiapan, pelaksanaan, dan akhir. Pada setiap tahap secara umum dapat dinyatakan berlangsung dengan baik dan dapat menggugah semangat dan minat belajar siswa. Dalam proses pembelajaran tersebut ditemukan pula bahwa semua siswa menyukai media wayang kertas dan mengusulkannya agar digunakan pada pembelajaran yang lain. Mereka merasa tidak sedang belajar melainkan merasa sedang bermain sehingga mereka bebas berdialog sesuai dengan naskah drama.

Pada hasil pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, hasil peningkatan kemampuan berbicara secara kelompok pada Siklus I masing-masing memperoleh nilai yang berkualifikasi baik (≥ 7,0). Pada Siklus II dan III separo kelompok berkualifikasi baik (≥ 7,0) dan separo yang lain berkualifikasi sangat baik (≥ 8,0). Hasil peningkatan kemampuan berbicara secara klasikal ditemukan bahwa pada Siklus I dan II diperoleh nilai berkualifikasi baik (≥ 7,0) sedangkan pada Siklus III nilai yang diperoleh berkualifikasi sangat baik (≥ 8,0). Dari Siklus I, II, dan III terjadi peningkatan kualifikasi kualifikasi baik menjadi sangat baik. Dengan demikian media wayang kertas dapat dinyatakan efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut. Pertama, kepada para guru sekolah dasar, hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa media wayang kertas dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Dengan demikian model pembelajaran tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembelajaran yang layak diujicobakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dan dasar bagi pengembangan teknik pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Kedua, kepada para kepala sekolah dasar agar merekomendasikan kepada para guru tentang pemanfaatan penggunaan media wayang kertas untuk para siswa yang memiliki kendala psikologis atau kesulitan berbicara. Dan ketiga, kepada para peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan atas penelitian lanjutan sejenis sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran khususnya pembelajaran berbicara baik dari segi proses atau pun hasil pembelajaran.