DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRATEGI PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU (Studi Multisitus: Yayasan Al-Ma’arif Singosari, LP Maarif Pakis dan Yayasan An-Nur Bululawang, Kabupaten Malang, Jatim)

Dr. H. Baharuddin, M. PdI Dr. H. Baharuddin, M. PdI

Abstrak


Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU sebagai salah satu aparat departementasi pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama (NU) bidang pendidikan mempunyai tugas untuk menyelenggarakan, mengelola, dan membina lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal selain pondok pesantren yang berhaluan Ahli sunnah waljamaah. Dengan demikian tugas LP Ma’arif NU yaitu mengelola dan membina berbagai jenis dan jenjang lembaga pendidikan NU, antara lain: TK/RA, TPQ, Diniyah, MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA, MAK/SMK, lembaga kursus/pelatihan dan perguruan tinggi. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, LP Ma’arif NU banyak menghadapi problematika baik dari intern lembaga, antar lembaga NU maupun ekstern lembaga, sehingga dalam banyak hal, lembaga-lembaga pendidikan binaan LP Ma’arif seringkali ketinggalan dibanding dengan sekolah-sekolah yang dibina oleh Muhammadiyah, Korseyu, Yayasan 17 Agustus dan sebagainya. Dengan lahirnya berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, termasuk otonomi daerah, desentralisasi pendidikan dan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS), nampaknya memberikan kesempatan yang lebih luas khususnya bagi lembaga-lembaga pendidikan swasta termasuk LP Ma’arif NU untuk mengembangkan diri secara optimal. 
Penelitian ini difokuskan pada persoalan: strategi pengembangan Lembaga Pendidikan Maarif NU Cabang Kabupaten Malang yang meliputi: (a) kepemimpinan, (b) SDM, dan (c) dukungan masyarakat. Situs penelitian ini adalah: Yayasan Almaarif Singosari, LP Ma’arif Pakis dan Yayasan PP An-Nur Bululawang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan paradigma alamiah (naturalistic paradigm), jenis kualitatif dengan desain studi multisitus serta menggunakan teknik analisis data model interaktif, yaitu pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan kesimpulan atau verifikasi (conclution drawing & verifying). Berdasarkan fokus penelitian, maka temuan penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut:
  Pertama, strategi pengembangan LP Ma’arif NU yang terkait dengan kepemimpinan, yaitu: (1) Melakukan periodisasi kepengurusan, (2) Proses pemilihan dan pengangkatan kepengurusan mengikuti aturan yang tertuang dalam AD/ART Nahdlatul Ulama. (3) Membuat aturan tata kerja dan kepatuhan bagi lembaga/sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU. (4) Menyelaraskan visi, misi dan tujuan masing-masing sekolah dan madrasah dengan visi, misi dan tujuan yayasan/lembaga. (5) Melakukan transformasi kepengurusan dan kepemimpinan lembaga dari figuritas menuju kolektif-tersistem. (6) Melakukan pembinaan secara kontinyu terhadap sekolah/madrasah binaan. (7) Ditumbuhkannya sistem otonomi kepada pihak sekolah/madrasah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing lembaga. (8) Meminimalisir sikap statusquo dari para pengurus dan pengelola pendidikan. (9) Membudayakan setiap ide dan gagasan diwujudkan dalam bentuk tulisan. (10) Membentuk dan menetapkan konsultan pendidikan dan tenaga teknis untuk pengawasan manajemen sekolah. 
Kedua, strategi pengembangan SDM LP Ma’arif NU sebagai berikut: (1) Memberikan bantuan beasiswa bagi guru-guru untuk studi lanjut. (2) Menyatukan visi, misi, dan gerak seluruh komponen dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan. (3) Melakukan pemerataan dan keadilan dari sisi kesejahteraan terhadap seluruh SDM yang terlibat secara proporsional. (4) Melakukan transformasi budaya kerja dari budaya tradisonal dan amatiran menuju budaya profesional. (5) Melakukan perubahan secara terus-menerus untuk menghindari agar pengelolaan pendidikan tidak terjebak pada kondisi stagnan. (6) Memberikan fasilitas bagi pengembangan profesi guru melalui pelatihan profesi, seminar, workshop maupun pelatihan-pelatihan. (7) Melakukan penataan efektivitas jam mengajar guru. (8) Pengembangan sekolah dan madrasah diharapkan dalam jangka pendek mencapai Standar Nasional dan jangka menengah memiliki sekolah bertaraf internasional. (9) Menyusun tata tertib sekolah guna menciptakan ketertiban dan kelancaran proses pendidikan dan pengembangan potensi siswa. (10) Membangun lingkungan sekolah yang asri dan indah. (11) Mewujudkan standar kelulusan yang sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Waljama’ah dengan menambah jam-jam di luar jam paket (try out). (12) Pengaktifan kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) maupun KKS/KKM (Kelompok Kerja Sekolah/Madrasah).
Ketiga, strategi pengembangan LP Ma’arif NU yang terkait dengan dukungan masyarakat, yaitu: (1) Meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan masyarakat maupun instansi dan lembaga-lembaga terkait. (2) Meminimalkan munculnya persaingan yang tidak sehat antar lembaga di dalam satu yayasan maupun antar lembaga pendidikan di sekitarnya. (3) Meningkatkan fanatisme, kepuasan pelayanan, kepercayaan serta hubungan yang semakin erat antara lembaga dengan para alumni. (4) Mengembangkan SMK Berbasis Pesantren (Boarding School) yang mampu melahirkan lulusan siap kerja dengan basis kepribadian santri (5) Mengembangkan sekolah/madrasah yang memiliki keunggulan-keunggulan berbasis lokal. (6) Memaksimalkan peran dan fungsi komite sekolah dan pengurus LP Ma’arif. (7) Memaksimalkan peran wali murid. (8) Membangun posisi lembaga pendidikan yang strategis, nyaman dan kondusif. 
 Dari penelitian ini dihasilkan empat model temuan penelitian, yaitu: Pertama, strategi pengembangan LP Ma’arif NU yang berdampingan dengan Pondok Pesantren. Kedua, strategi pengembangan LP Ma’arif NU yang berada di tengah masyarakat. Ketiga, strategi pengembangan LP Ma’arif NU yang berada di dalam Pondok Pesantren. Keempat, strategi pengembangan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Integratif. Dengan demikian secara akumulatif-integratif, dari penelitian ini ditemukan model: ”Strategi Pengembangan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Integratif”.