SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS MISKONSEPSI MATERI PEWARISAN SIFAT PADA SISWA KELAS X SMAN 8 KOTA MALANG

khoirum mawarti

Abstrak


Miskonsepsi terjadi apabila konsep yang diterima berbeda dengan yang telah disetujui oleh komunitas ilmiah. Miskonsepsi pada siswa dapat terjadi apabila siswa berkomunikasi dengan guru sains yang berbeda, interaksi pada group media sosial dan bahkan akibat membaca buku teks. Miskonsepsi pada siswa banyak ditemukan pada mata pelajaran biologi diberbagai jenjang pendidikan dan kelas. Konsep genetika juga masih banyak mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi yang dialami oleh siswa akan terus menerus mempengaruhi proses belajar siswa dan terus terbawa ke jenjang pendidikan selanjutnya, karena miskonsepsi pada siswa yang tidak segera ditemukan dan ditangani. Oleh sebab itu, penting diperhatikan konsep awal siswa sedini mungkin, sehingga dapat menjadi dasar perbaikan pada pembelajaran berikutnya. Penelitian ini dilakukan di kelas X SMAN 8 agar dapat mengetahui sedini mungkin konsep siswa tentang genetika yang telah didapat pada kelas IX. Berdasarkan wawancara dengan guru bidang biologi di SMAN 8 Malang mengatakan bahwa beberapa siswa masih mendapatkan nilai yang rendah dari hasil belajar konsep genetika. Adapun rendahnya nilai yang diperoleh disebabkan karena materi genetika merupakan materi abstrak.

Instrumen untuk mengungkap pemahaman awal konsep genetika adalah instrumen yang telah dikembangkan oleh Nusantari (2011) dengan modifikasi agar sesuai dengan pemahaman siswa SMP. Instrumen itu berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mendiagnosis pemahaman konsep genetika. Bentuk tes diagnostik adalah tes diagnostik subjektif dengan jawaban terbuka. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari jawaban coba-coba. Tes tersebut digunakan untuk mengungkap/mendiagnosis pemahaman awal konsep genetika siswa dengan sebenar-benarnya melalui kemampuan menjawab soal subjektif. Hasil penelitian termasuk kategori miskonsepsi tingkat tinggi ketika melebihi 20 % dari keseluruhan peserta uji.

Hasil penelitian menunjukkan rerata tingkat miskonsepsi sebesar 52,9%, konsep yang mengalami miskonsepsi paling tinggi yaitu konsep autosom dan kromosom sebesar 100%, sedangkan konsep yang memiliki tingkat miskonsepsi paling rendah adalah hubungan antara kromosom, DNA, gen, RNA sebesar 7,9%. Tingkat pemahaman siswa pada materi genetika sebesar 11,1% dan tingkat ketidak pahaman siswa sebesar 36%.