SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Komunitas Burung Air di Habitat Lahan Basah Waduk Lahor Kabupaten Malang untuk Penunjang Wisata Birdwatching (Pengamatan Burung)

Faizah Nur Rokhimatul

Abstrak


RINGKASAN

Faizah, Nur. 2019.  Studi Komunitas Burung Air di Habitat Lahan Basah Waduk Lahor Kabupaten Malang Sebagai Penunjang Wisata Birdwatching (Pengamatan Burung). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes

Kata Kunci: komunitas, keanekaragaman, burung air, birdwatching.

Burung air merupakan jenis burung yang secara ekologis keberadaannya bergantung pada lahan basah atau jenis burung yang hampir seluruh aktivitas hidupnya berkaitan dengan daerah perairan atau lahan basah. Keberadaan burung air di suatu habitat lahan basah dapat menjadi indikator pencemaran lingkungan dan dapat menjadi daya tarik suatu kawasan untuk dijadikan wisata birdwatching. Birdwatching atau birding adalah salah satu teknik pendidikan konservasi sebagai media untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya konservasi burung di alam.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies burung air yang ada di Waduk Lahor Kabupaten Malang dan status konservasinya, mengetahui nilai indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), kekayaan spesies (R), nilai frekuensi keterdapatan dan indeks kelimpahan relatif burung air, dan mengetahui keberadaan jenis burung air yang potensial dijadikan wisata birdwatching di Waduk Lahor Kabupaten Malang.

Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan metode point count, dilakukan sebanyak tiga kali ulangan pada lima titik pengamatan dan tiga waktu yang berbeda yaitu pagi (06.00-08.00), siang (10.30-12.30), dan sore (15.00-17.00). Burung air yang teramati diidentifikasi berdasarkan morfologi yang dibandingkan dengan Seri Buku Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa Bali dan Kalimantan, kemudian hasil yang diperoleh di analisis dengan menghitung indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan spesies, frekuensi keterdapatan dan indeks kelimpahan relatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Waduk Lahor dijumpai 13 spesies burung air yang menurut peraturan SK P20/MENLHK.SETJEN/KUM.1/6/2018 semua burung air yang ditemukan tidak dilindungi dan menurut IUCN 13 burung tersebut termasuk kategori LC (Least Concern) atau beresiko rendah. Hasil  nilai indeks keanekaragaman (H’) termasuk dalam kategori sedang (1,4), kemerataan (E) dalam kategori sedang (0,5) dan kekayaan spesies (R) dalam kategori rendah (1,9). Frekuensi kedapatan tertinggi spesies burung blekok sawah dan kokokan laut dan indeks kelimpahan relatif tertinggi blekok sawah. Burung di kawasan Waduk Lahor berpotensi untuk digunakan birdwatching karena ditemukan spesies endemik yaitu Cekakak Jawa dan 12 spesies status keberadaannya dapat ditemui dari tahun-ketahun, selain itu ditemuinya burung migran yaitu Trinil Pantai.