SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Uji Efektivitas Ekstrak Tangkai Daun Pepaya Gunung (Vasconcellea cundinamarcencisV.M. Badillo) Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti L.

Nur Qomariyah

Abstrak


RINGKASAN

Indonesia merupakan daerah tropis, tempat perkembangan beberapa jenis nyamuk yang membahayakan kesehatan manusia dan hewan. Aedes aegyptiL. berperan sebagai vektor penyakit Demam Berdarah Dengue yang berbahaya bagi manusia dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia.Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka kejadian DBD di Indonesia pada tahun 2014 masih cukup tinggi, sampai pertengahan bulan Desember tercatat penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang dan 641 diantaranya meninggal dunia.Penggunaan pestisida sintetis yang berlebihan dan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan nyamuk menjadi resisten, alternatif yang dapat digunakan yaitu penggunaan pestisida alami (biolarvasida) yang bertujuan untuk mengurangi masalah pencemaran lingkungan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak tangkai daun pepaya gunung (Vasconcellea cundinamarcencis V.M. Badillo) yang dapat membunuh (LC50) terhadap larva Aedes aegypti L. Tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui perbedaan jumlah mortalitas antar konsentrasi ekstrak tangkai daun pepaya gunung (Vasconcellea cundinamarcencis V.M. Badillo) terhadap larva Aedes aegypti L.

Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental. Pada penelitian ini menggunakan larva Aedes aegypti L. instar 3 yang diperoleh di belakang gedung 04 (GLB) UM, untuk tangkai daun pepaya gunung yang digunakan yaitu pada tangkai yang terletak di urutan tengah dari batang pepaya gunung, pepaya gunung ini diperoleh dari cangar. Pengekstrakan dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dan menggunakan pelarut metanol 99%. Terdapat 5 perlakuan dengan 6 ulangan yaitu dengan konsentrasi 0 ppm, 125 ppm, 250 ppm, 500 ppm dan 1000 ppm. Setiap konsentrasi diamati selama 72 jamdan dilakukan pengecekan setiap 24 jam sekali untuk mengetahui jumlah larva yang mati. Setiap konsentrasi pada setiap ulangan terdapat 25 ekor larva dalam gelas air mineral yang telah berisi 100 ml medium.

Data kemudian dianalisis untuk mengetahui presentase moertalitas larva Aedes aegypti L. yang kemudian dilakukan uji probit untuk mengetahui LC50, uji Anava dan uji Duncan jika untuk mengetahui perbedaan pengaruh jumlah mortalitas antar konsentrasi. Hasil yang diperoleh yaitu semakin tinggi konsentrasi dan lama pengamatan mortalitas larva juga semakin tinggi, untuk hasil dari LC50 yang paling efektif yaitu pada 48 jam pengamatan dengan konsentrasi 897,847 ppm, untuk uji Anava menunjukkan adanya pengaruh terutama pada konsentrasi 1000 ppm yang menunjukkan berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.Pengaruh dari ekstrak metanol diakrenakan adanya senyawa Acetogenin memiliki sifat antifeedant bagi serangga serta memiliki sifat pestisida yang baik, sehingga mengakibatkan nafsu makan pada serangga menurun drastis. Senyawa lain yang berperan yaitu tanin, saponin, yang merusak sistem pencernaan dengan mengganggu proses penyerapan nutrisi dan flavonoid yang merusak  dan sistem pernapasan dengan rusaknya sistem saraf sehingga menyebabkan kelayuan pada sifon yang menyebabkan larva tersebut tidak dapat bernafas.