SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS, KERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN SISWA SMA NEGERI 9 MALANG

Agustin Iim Rohima

Abstrak


RINGKASAN

Agustin, Iim Rohima. 2019. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri terhadap Keterampilan Proses Sains, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Kepedulian Lingkungan Siswa SMA Negeri 9 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ibrohim, M.Si., (2) Dr. Sueb, M.Kes.

Kata Kunci: kepedulian lingkungan, keterampilan berpikir kritis, keterampilan proses sains, pembelajaran inkuiri.

Abad ke-21 disebut abad pengetahuan di mana teknologi berkembang pesat dan arus informasi tersebar tidak terkendali yang menyebabkan terjadinya persaingan dalam kehidupan manusia, perlu adanya keterampilan untuk dapat bertahan di abad ke-21 salah satunya keterampilan berpikir kritis. Kurikulum 2013 yang sedang diterapkan menggunakan pendekatan saintifik dan sering digunakan dalam pembelajaran biologi yang merupakan bagian dari sains. Sains terdiri dari produk dan proses, sehingga dalam proses belajar biologi perlu adanya keterampilan proses sains. Pembelajaran biologi dapat dilakukan di lingkungan alam maupun kelas, perlu adanya kepedulian lingkungan dikarenakan lingkungan dapat menjadi penunjang proses belajar biologi. Berdasarkan observasi, angket, dan wawancara, keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan siswa SMA Negeri 9 Malang masih rendah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan siswa antara kelas pembelajaran inkuiri dan konvensional.

Jenis penelitian ini eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest posttest nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 9 Malang dengan sampel penelitian siswa kelas X IPA 7 sebagai kelas eksperimen yang diterapkan pembelajaran inkuiri dan siswa kelas X IPA 4  sebagai kelas kontrol yang diterapkan pembelajaran konvensional. Data penelitian berupa pretest dan posttest keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan. Teknik analisis data menggunakan uji anakova.

Hasil penelitian nilai keterampilan proses sains kelas eksperimen meningkat sebesar 32,02 sedangkan kelas kontrol sebesar 18,31. Skor keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen meningkat sebesar 31,47 sedangkan kelas kontrol sebesar 20,16. Kepedulian lingkungan siswa skor meningkat sebesar 11,34 sedangkan kelas kontrol sebesar 5,12. Hasil uji anakova keterampilan proses sains (p=0,000), keterampilan berpikir kritis (p=0,000), dan kepedulian lingkungan (p=0,000), sehingga diperoleh nilai semua p < 0,05.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada perbedaan keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan antara kelas pembelajaran inkuiri dan konvensional. Saran yang peneliti berikan yaitu menerapkan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan dan sikap siswa agar lebih baik.