SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Pembelajaran Problem-Based Learning dan Think Pair Square

Nurul Ma'rifah

Abstrak


Keterampilan berpikir kritis diperlukan siswa sebagai jembatan berpikir dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang semakin kompleks. Siswa memiliki keterampilan berpikir kritis yang masih rendah dan selalu mengandalkan contoh serta penjelasan guru dalam pembelajaran. Hasil belajar kognitif dapat dipengaruhi oleh cara mengajar guru di dalam kelas. Pemberdayaan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran yang sesuai di dalam kelas. Salah satunya adalah pembelajaran yang berlandaskan konstruktivisme. Pembelajaran Problem-Based Learning difokuskan untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Pembelajaran Think Pair Square yang fokus utamanya merupakan keterampilan sosial dan prestasi akademik juga dapat memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran Problem-Based Learning dan Think Pair Square.

Penelitian ini menggunakan mixed method dengan rancangan embedded design. Populasi penelitian mencakup semua siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Malang tahun pelajaran 2018/2019. Sampel terpilih menggunakan teknik cluster random sampling yakni kelas X MIPA 2 sebagai kelas pembelajaran Think Pair Square, dan kelas X MIPA 6 sebagai kelas pembelajaran Problem-Based Learning. Data primer berupa data kuantitatif diperoleh dari hasil tes keterampilan berpikir kritis dan tes hasil belajar kognitif, dan dianalisis menggunakan uji hipotesis anakova pada taraf signifikansi 95% dengan nilai α 0,05. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara guru dan siswa, UKBM serta pembelajaran di kelas lalu dianalisis menggunakan model Miles and Huberman.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran Think Pair Square memiliki keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif yang lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem-Based Learning dengan kovariat (pretest) juga berpengaruh pada kedua variabel terikat. Nilai rerata keterampilan berpikir siswa pada pembelajaran Problem-Based Learning dan Think Pair Square masing-masing 71,2 dan 75,5. Sedangkan nilai hasil belajar kognitif secara berurutan sebesar 80,5 dan 82,7.