SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Tulungagung

Niandari Irine

Abstrak


RINGKASAN

Niandari, Irine. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Tulungagung. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S., (2) Dr. Sulisetijono, M.Si.

Kata Kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar

Hasil observasi kegiatan pembelajaran di kelas X MIPA 2 SMAN 1 Tulunggagung menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan yaitu discovery learning, tetapi syntax dari pembelajaran tersebut tidak diterapkan secara keseluruhan sehingga keaktifan dan aktivitas siswa kurang meningkat. Proses pembelajaran masih satu arah dan belum mampu melatih keterampilan berpikir kritis siswa. Akibatnya aktivitas siswa saat berdiskusi yaitu mengandalkan temannya yang pintar untuk menyelesaikan masalah, siswa hanya mendengarkan presentasi dari penyaji tanpa ada proses diskusi sehingga siswa terlihat pasif. Hasil tes awal berpikir kritis siswa cukup rendah, persentase masing-masing indikator berpikir kritis dibawah 50%. Nilai ketuntasan klasikal siswa pada KD 3.7 dan 4.7 sebesar 47,2%.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemberian tindakan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dengan menerapkan inkuiri terbimbing pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan.

Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Model penelitian tindakan kelas yang digunakan menurut Kemmis & Mc Taggart yang terdiri atas plan, act, observe dan reflect. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing oleh guru dan siswa, lembar soal tes yang terintegrasi indikator berpikir kritis, lembar observasi ranah afektif dan psikomotor.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Tindakan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu guru memberikan fenomena yang kontekstual, memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, bimbingan yang diberikan oleh guru, apresiasi dan arahan yang jelas dari setiap langkah. Tindakan yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu siswa menemukan sendiri konsep yang dipelajari melalui kegiatan investigasi sehingga pembelajaran lebih bermakna dan berpengaruh terhadap pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.