SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kajian Keanekaragaman Kupu-Kupu Familia Nymphalidae di Kawasan Wisata Air Terjun Coban Rais Kota Batu

Nowafi Ghalia

Abstrak


RINGKASAN

Nowafi, Ghalia. 2019. Kajian Keanekaragaman Kupu-Kupu Familia Nymphalidae di Kawasan Wisata Air Terjun Coban Rais Kota Batu. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Sulisetijono, M.Si.

Kata kunci: Keanekaragaman kupu-kupu, Familia Nymphalidae, Coban Rais

Coban Rais merupakan wisata alam berupa air terjun yang terletak di Dusun Dresel Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu Jawa Timur. Daerah sekitar air terjun Coban Rais telah mengalami pembangunan pesat yang semula merupakan hutan beralih menjadi tempat rekreasi, kebun buatan dan arena bermain yang dikenal dengan wisata Batu Flower Garden. Penelitan yang dilakukan oleh Rahayu dan Tuarita (2014) menunjukkan bahwa kupu-kupu yang dapat ditemukan di Coban Rais sebanyak 64 spesies yang tergolong ke dalam 6 familia yaitu Papilonidae, Nymphalidae, Pieridae, Hesperidae, Lycanidae, dan Riodinidae. Spesies terbesar yang ditemukan adalah Cyrestis lutea dengan nilai kelimpahan sebesar 23% yang merupakan anggota dari Familia Nymphalidae. Kupu-kupu memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan iklim dan telah dijadikan sebagai hewan model untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap kehidupan liar, sehingga kupu-kupu merupakan komponen biotik yang tepat sebagai monitoring perubahan biodiversitas atau kerusakan lingkungan yang terjadi. Kupu-kupu dari Familia Nymphalidae memiliki jumlah spesies terbesar di dunia dibandingkan dengan familia lainnya yaitu sebesar 6500 spesies.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kupu-kupu Familia Nymphalidae di kawasan Coban Rais, mengetahui status perlindungan kupu-kupu Familia Nymphalidae di kawasan Coban Rais berdasarkan IUCN, dan menghitung indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan serta kelimpahan relatif kupu-kupu Familia Nymphalidae di kawasan Coban Rais.

Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif. Pengambilan data mengguna- kan metode walking transect yang dilakukan di sepanjang rute menuju air terjun dan dibagi menjadi 5 sektor pengamatan. Sampel dalam penelitian ini adalah kupu-kupu Familia Nymphalidae yang ditemukan di sepanjang transek yang dimulai dari pintu masuk wisata Coban Rais sampai tempat air terjun. Hasil yang telah didapat dianalisis secara deskriptif dan dihitung menggunakan indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), kekayaan (R), dan kelimpahan (IKR).

Hasil penelitian menunjukkan kupu-kupu Familia Nymphalidae yang ditemukan di kawasan Coban Rais berjumlah 151 individu yang dikelompokkan menjadi 16 spesies dan tergolong tidak dilindungi. Indeks keanakeragaman jenis kupu-kupu di kawasan Coban Rais sebesar 2,4 dan dikategorikan keanekaragaman jenis sedang. Nilai indeks kemerataan yaitu 0,89 sehingga dikatakan penyebaran jenis kupu-kupu di kawasan Coban Rais stabil. Nilai indeks kekayaan sebesar 2,98 sehingga menunjukkan tingkat kekayaan sedang. Nilai kelimpahan relatif terbesar yaitu dimiliki oleh spesies Ypthima pandocus sbesar 17,21%, kelimpahan relatif terendah yaitu Junonia erigone sebesar 0,66%. Penelitian Rahayu dan Tuarita yang dilakukan di kawasan Coban Rais pada tahun 2014 menyebutkan bahwa nilai keanekaragaman sebesar 3,373 dan diketegorikan dalam keanekaragaman tinggi. Nilai keanekaragaman dalam penelitian Rahayu dan Tuarita (2014) didapatkan dari semua familia.  Menurunnya nilai keanekaragaman kupu-kupu di kawasan Coban Rais dipengaruhi oleh berubahnya habitat, yang awalnya merupakan hutan rimba campur dan sekarang berganti menjadi tempat wisata. Hilangnya tanaman asosiasi mengakibatkan keanekaragaman menurun. Berkurangnya habitat yang disebabkan konversi kawasan hijau bervegatasi menjadi bangunan secara langsung mempengaruhi hostplant dan foodplant yang ada sehingga akan mempengaruhi keberadaan kupu-kupu (Dalem & Joni, 2017). Menurut Dewi et al (2016), habitat yang berubah akan mengakibatkan keragaman bentuk vegetasi berubah sehingga mempengaruhi keanekaragaman. Nilai indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan dan keimpahan dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Faktor abiotik yang mempengaruhi berupa intensitas cahaya, kelembapan udara, suhu udara dan ketinggian tempat (Adi & Susanti, 2017).