SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning Materi Sistem Respirasi Manusia untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Digital dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 8 Malang

Nailul Minnah

Abstrak


Kata Kunci:Problem Based Learning, keterampilan literasi digital, hasil belajar.

Salah satu keterampilan abad ke-21 yang harus dimiliki oleh siswa adalah keterampilan dalam berliterasi. Sesuai dengan tuntutan KD pada ranah keterampilan kelas XI matapelajaran biologi yaitu KD 4.8 yaitu “Menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan studi literatur”. Literasi yang memungkinkan terjadi pada peserta didik abad ke-21 adalah literasi digital. Cara yang ideal untuk mengembangkan keterampilan literasi digital siswa adalah melalui model pembelajaran berbasis pemecahan masalah yaitu Problem Based Learning. Melalui Problem Based Learning siswa dituntut untuk memecahkan suatu permasalahan yang pada abad ke-21 ini, proses pemecahan masalah sering diselesaikan dengan mengumpulkan berbagai informasi yang bersumber dari internet.

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran sistem respirasi manusia dengan model Problem Based Learning untuk meningkatkan keterampilan literasi digital dan hasil belajar siswa yang valid, praktis, dan efektif. Pembelajaran model Problem Based Learning ini diimplemtasikan pada kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 8 Malang. Penilaian keterampilan literasi digital dalam penelitian ini melalui lembar observasi yang dinilai oleh observer dan pengisian angket keterampilan literasi digital oleh siswa.

Uji kevalidan silabus yang telah dikembangkan berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas sebesar 100% oleh ahli desain pembelajaran dan 98,75% oleh praktisi lapangan. Uji kevalidan RPP berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas 98,25% oleh ahli desain pembelajaran dan 100% oleh praktisi lapangan. Uji kevalidan handout berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas sebesar 96% oleh ahli desain pembelajaran, 95% oleh ahli materi, dan 92,50% oleh praktisi lapangan. Uji kevalidan LKS berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas sebesar 93,25% oleh ahli desain pembelajaran, 97% oleh praktisi lapangan. Uji kevalidan instrumen tes kognitif berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas sebesar 96,75% baik oleh ahli desain pembelajaran maupun praktisi lapangan dan 97,75% oleh ahli materi. Uji coba pendahuluan dilakukan untuk mengetahui kepraktisan perangkat yang telah dikembangkan. Hasil uji coba pendahuluan terhadap handout dan LKS yang dilakukan kepada kelas XII MIPA 1 berada dalam kriteria sangat praktis dengan tingkat kepraktisan handout sebesar 95% dan LKS sebesar 97,75%.

Berdasarkan hasil implementasi perangkat pembelajaran Problem Based Learning menunjukkan bahwa setiap indikator dalam keterampilan literasi digital siswa yang dinilai oleh observer rata-rata berada pada kriteria mahir dan mahir cenderung patut dicontoh. Hasil analisis data menunjukkan bahwa indikator menemukan informasi yang bersumber dari internet diperoleh rata-rata skor 3,57 dengan kriteria mahir cenderung patut dicontoh, indikator menggunakan banyak sumber diperoleh rata-rata skor 3,06 dengan kriteria mahir, indicator memilih sumber diperoleh rata-rata skor 3,27 dengan kriteria mahir cenderung patut dicontoh, dan indikator  mengevaluasi informasi diperoleh rata-rata skor 3,01 dengan kriteria mahir cenderung patut dicontoh. Hasil analisis data keterampilan literasi digital siswa melalui angket dianalisis dengan uji N-gain. Hasil perhitungan gainscore dari masing-masing indikator keterampilan literasi digital tersebut rata-rata termasuk dalam kriteria sedang. Indikator menemukan sumber memperoleh nilai N-gain sebesar 0,47 dengan kriteria sedang, indikator menggunakan banyak sumber memperoleh nilai N-gain sebesar 0,41 dengan kriteria sedang, indikator memilih sumber memperoleh nilai N-gain sebesar 0,41 dengan kriteria sedang, dan indikator mengevaluasi sumber memperoleh nilai N-gain sebesar 0,39 dengan kriteria sedang. Implementasi perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning ini juga bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 8 Malang materi sistem respirasi manusia. Hasil analisis uji N-gain menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada sistem respirasi manusia menggunakan perangkat pembelajaran model Problem Based Learning meningkat. Indikator yang harus dicapai siswa pada materi sistem respirasi manusia memperoleh nilai N-gain yang rata-rata dalam kriteria sedang.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model Problem Based Learning materi sistem respirasi manusia terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan literasi digital dan hasil belajar siswa. Problem Based Learning sebagai model pembelajaran yang berorientasi pemecahan masalah dimana proses pemecahan masalah sering diselesaikan dengan mengumpulkan berbagai informasi yang bersumber dari internet sehingga keterampilan literasi digital yang berhubungan dalam proses mengambil, menilai, menyimpan, memproduksi, menyajikan dan bertukar informasi, serta berkomunikasi dan berpartisipasi dalam jaringan kolaboratif melalui internet dapat meningkat. Model Problem Based Learning juga mampu meningkatkan pengetahuan, mendorong siswa untuk belajar, dan memotivasi siswa untuk belajar sehingga hasil belajar kognitif siswa dapat meningkat.