SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN PETA PIKIRAN (MINDMAP) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SMA NEGERI 8 KOTA MALANG

Rahmawati Ida Fitria

Abstrak


RINGKASAN

Rahmawati, Ida Fitria. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Peta Pikiran (Mind Map) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar di SMA Negeri 8 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D.,(2) Dr. Abdul Ghofur, M. Si.

Kata Kunci: problem based learning (PBL), peta pikiran, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar sikap, keterampilan, pengetahuan.

Kurikulum 2013 menekankan pada pembentukan kompetensi dan karakter siswa. Kompetensi dan karakter yang baik diperoleh jika pendidikan di sekolah tidak semata-mata pada penugasan dan pemahaman konsep ilmiah saja, tetapi juga peningkatan kemampuan dan keterampilan berpikir siswa, khususnya berpikir tingkat tinggi yang artinya guru perlu mengajarkan siswanya untuk belajar berpikir. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2018 di Kelas XI MIPA 5 SMAN 8 Kota Malang pada materi transport membran menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran guru tidak menggunakan model pembelajaran tertentu dan pembelajaran masih terpusat pada guru. Siswa masih bersifat pasif dan berdampak pada hasil belajar pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dan juga keterampilan berpikir kritis siswa. Persentase ketuntasan hasil belajar pengetahuan menunjukkan 61% siswa tidak tuntas melebihi KKM (75). Pada hasil belajar sikap spiritual guru belum mengaitkan antara aspek keagamaan dengan materi pembelajaran, sikap sosial siswa berupa kerjasama, keaktifan, disiplin, dan santun masih rendah. Pada hasil belajar keterampilan siswa ada 14 siswa yang masih belum bisa mengoperasikan mikroskop dengan benar. Hasil tes keterampilan berpikir kritis awal siswa menunjukkan bahwa rerata berpikir kritis siswa hanya 39,66. Peningkatan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan peta pikiran.

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan saat observasi dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan model PBL berbantuan peta pikiran dan untuk meningkatkan hasil belajar sikap, pengetahuan, keterampilan, dan berpikir kritis siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan soal pretes dan postes. Analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif yang terdiri atas reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan peta pikiran dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa XI MIPA 5 SMAN 8 Kota Malang. Peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II meliputi, hasil belajar sikap spiritual siswa  pada siklus I sebesar 80,95% mengalami peningkatan sebesar 16,35% sehingga menjadi 97,30% pada siklus II, meningkatkan hasil belajar sikap sosial siswa dari siklus I sebesar 83,25% meningkat sebesar 13,125% menjadi 96,38%  pada siklus II, hasil belajar keterampilan atau psikomotor  siswa dari siklus I sebesar 86,50% meningkat sebesar 9,50% menjadi 96%  pada siklus II, hasil belajar pengetahuan  siswa dari siklus I sebesar  74,03% meningkat sebesar 18,33% menjadi 92,36%  pada siklus II, dan keterampilan berpikir kritis siswa dengan skor N-gain dari siklus I sebesar 0,9 menjadi 0,36  pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah guru di Indonesia disarankan untuk menggunakan dan menggali permasalahan yang lebih dalam pada setiap materi biologi sehingga kemampuan menganalisis dan kemampuan berpikir kritis dapat berkembang secara maksimal.