SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) terhadap Jumlah Limfosit pada Mencit (Mus musculus Balb/C) dengan Diet Tinggi Lemak dan Karbohidrat

Lestari Awalia Siska puji

Abstrak


RINGKASAN

Lestari, Awalia Siska Puji. 2019. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) terhadap Jumlah Limfosit pada Mencit (Mus musculus Balb/C) dengan Diet Tinggi Lemak dan Karbohidrat. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M. Si., (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes.

Kata Kunci: Bawang Putih Tunggal, Jumlah Limfosit, Diet Tinggi Lemak dan Karbohidrat

Modernisasi dan globalisasi menimbulkan gaya hidup serba praktis dan instan. Gaya hidup yang  serba praktis dan instan menyebabkan kecenderungan beralih mengonsumsi makanan cepat saji yang memiliki kandungan tinggi lemak dan karbohidrat. Konsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat erat kaitannya dengan sindrom metabolik, yakni terjadinya kondisi, hiperkolesterol, dan obesitas secara bersamaan. Hiperkolesterolemia yang tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2016 terjadi sekitar 17,9 juta atau setara dengan 31% kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

Konsumsi makanan tinggi lemak dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan kadar LDL di dalam tubuh. Glukosa yang tinggi di dalam darah akan menginduksi aktivasi fisi mitokondria melalui sinyal yang dimediasi oleh Ca2+ intraseluler danERK1/2 yang dapat menyebabkan terbentuknya ROS secara berlebih. ROS yang bersifat radikal akan berikatan dengan LDL dan teroksidasi membentuk ox-LDL.Tubuh yang semula toleran menjadi intoleran karena tingginya ox-LDL akan mengganggu keseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan endogen. Ox-LDL merupakan faktor inflamasi yang paling umum. Ox-LDL dianggap autoantigen dikarenakan ox-LDL merupakan target dari respon imun bawaan maupun adaptif. Adanya respon imun akibat tingginya autoantigen (ox-LDL) dapat meningkatkan produksi jumlah limfosit. Limfosit merupakan sel yang berperan dalam sistem imun bawaan maupun adaptif. Tingginya respon imun dapat mengganggu homeostasis di dalam tubuh. Antioksidan eksogen dapat membantu menstabilkan ROS. Alternatif sumber antioksidan yang potensial adalah bawang putih tunggal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih tunggal terhadap jumlah limfosit pada mencit yang diberi diet tinggi lemak dan karbohidrat. Mencit dikelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok N, K-, K+, P1, P2, dan P3. Kelompok P1, P2, dan P3 secara berurutan diberi perlakuan ekstrak bawang putih tunggal dengan dosis 125 mg/Kg BB, 250 mg/Kg BB, dan 500 mg/Kg BB. Mencit galur Balb/C diaklimatisasi selama seminggu kemudian diberipakan high fat diet (HFD) sebanyak 7 g per hari. Pemberian pakan HFD dilakukan selama 45 hari. Komposisi HFD adalah pakan HiGro Pokphan 551 yang dihaluskan sebanyak 201,6 g; tepung terigu sebanyak 66,528 g; asam kolat sebanyak0,672 g; kuning telur bebek sebanyak 67,2 g; beras jagung sebanyak134,4 g dan minyak jelantah sebanyak 201,6 g. Berat badan ditimbang tiap seminggu sekali dan sisa pakan ditimbang setiap hari. Sampel limfosit diambil dengan isolasi bone marrow dari tulang femur. Selanjutnya sampel diamati menggunakan haemocytometer dan mikroskop.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa data rerata jumlah limfosit berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji one way anova didapatkan hasil ada pengaruh ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap jumlah limfosit (MusmusculusBalb/C) dengan diet tinggi lemak (p < 0,05). Rerata jumlah limfosit terendah adalah pada keompok P2, namun tidak berbeda nyata dengan kelompok P3. Jumlah limfosit diduga berbanding lurus dengan berat badan. Kelompok dengan berat badan tertinggi (kelompok K-) mempunyai rerata jumlah limfosit yang tertinggi, sedangkan kelompok dengan berat badan  teredah (kelompok N) mempunyai rerata jumlah limfosit yang terendah. Berat badan mencit cenderung naik setelah diberi perlakuan HFD dan cenderung menurun setelah diberi perlakuan ekstrak bawang putih tunggal (EBT). Hasil uji one way anova diketahui bahwa EBT berpengaruh signifikan terhadap berat badan namun tidak signifikan terhadap berat sisa pakan. Jumlah limfosit yang tinggi akibat perlakuan HFD menunjukkan adanya respons imun. Kandungan senyawa aktif bawang putih tunggal, utamanya Allicin mampu menurunkan kadar lemak maupun kadar LDL dalam tubuh dengan cara mengganggu sintesis trigliserida dan menaikkan kolesterol baik (HDL). Antioksidan yang terkandung di dalam bawang putih tunggal dapat bertindak sebagai scavenger ROS, sehingga menurunkan terbentuknya ox-LDL. Pemberian ekstrak bawang putih tunggal dapat mengaktifkan sel T regulator. Pengaktifan sel T regulator meningkatkan produksi IL-10 danTGF-β.IL-10 danTGF-β yang berperan menghambat peningkatan proliferasi, migrasi dan apoptosis dari sel otot dan sel endotel yang berpotensi menghambat sistem imun. Sistem imun yang kembali bekerja secara normal setelah pemberian EBT, sehingga jumlah limfosit cenderung menurun.