SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) TERHADAP JUMLAH LIMFOSIT PADA MENCIT (Mus musculus Balb/C) DENGAN DIET TINGGI LEMAK DAN KARBOHIDRAT

Awalia Siska Puji Lestari

Abstrak


Abstrak

Gaya hidup yang serba praktis dan instan menyebabkan kecenderungan beralih mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung tinggi lemak dan karbohidrat yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental laboratorik dengan rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih tunggal terhadap jumlah limfosit pada mencit jantan Balb/C dengan diet tinggi lemak dan karbohidrat (HFD). Mencit dikelompokkan menjadi 6 kelompok dengan 6 ulangan. Kelompok N (diberi pakan pelet susu A), K- (diberi HFD), K+ (diberi HFD + simvastatin), P1 (diberi HFD + 0,5 ml EBT 125 mg/Kg BB), P2 (diberi HFD + 0,5 ml EBT 250 mg/Kg BB), dan P3 (diberi HFD + 0,5 ml EBT 500 mg/Kg BB). Pemberian HFD dilakukan selama 45 hari. Sampel limfosit diambil dengan isolasi bone marrow dari tulang femur, kemudian diamati menggunakan haemocytometer dan mikroskop. Hasil uji one way anova diketahui ada pengaruh ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap jumlah limfosit mencit (Mus musculus Balb/C) dengan diet tinggi lemak dan karbohidrat (p < 0,05). Pemberian ekstrak bawang putih tunggal dapat memperbaiki sistem imun dengan mengendalikan produksi jumlah limfosit.

Keywords:  Bawang Putih Tunggal, Jumlah  Limfosit, Diet Tinggi Lemak dan Karbohidrat.