SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN ASESMEN AUTENTIK UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DI SMAN 8 MALANG

Novia Tesalonika

Abstrak


RINGKASAN

 

Tesalonika, Novia. 2019. Pengembangan Asesmen Autentik untuk Mengukur Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Pada Materi Sistem Ekskresi di SMAN 8 Malang. Skripsi. Prodi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (II) Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D.

Kata Kunci: Asesmen Autentik, Keterampilan Komunikasi, Sistem Ekskresi

 

Asesmen autentik merupakan asesmen yang mengacu pada kumpulan informasi yang sistematis tentang kegiatan siswa selama pembelajaran. Hasil observasi yang telah dilakukan di SMAN 8 Malang menunjukkan bahwa guru belum menerapkan asesmen autentik dalam pembelajaran, belum mengukur keterampilan komunikasi siswa dan perlu dikembangkan asesmen autentik yang mencantumkan indikator keterampilan komunikasi sehingga dapat digunakan untuk mengukur keterampilan komunikasi siswa. Keterampilan komunikasi yang efektif perlu dimiliki siswa untuk meningkatkan kinerja akademis, meningkatkan kompetensi, dan diperlukan ketika melakukan interview mencari pekerjaan atau masuk ke perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk asesmen autentik yang dikembangkan.

            Penelitian dan pengembangan yang dilakukan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analysis, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri dari perangkat pembelajaran (RPP dan UKBM), instrumen penilaian diskusi, peer-assessment, instrumen penilaian poster, dan instrumen tes formatif. Produk divalidasi oleh ahli asesmen dan ahli materi sebelum diimplementasikan. Uji coba yang dilakukan yaitu uji coba skala kecil pada 30 siswa, dan uji coba skala besar pada 136 siswa XI MIPA d SMAN 8 Malang dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Uji coba dilakukan untuk menguji kepraktisan dan keefektifan produk asesmen yang dikembangkan. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh terdiri dari: (1) teknik analisis isi, (2) teknik analisis kualitatif, dan (3) analisis butir soal.

            Data pada penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari perhitungan hasil validasi dan respon pengguna yang dikonversikan ke dalam angka, hasil observasi keterlaksanaan RPP, hasil observasi diskusi-presentasi, peer-assessment, penilaian poster, dan nilai tes kognitif siswa. Data kualitatif berupa saran yang diberikan oleh validator dan pengguna asesmen autentik yang dikembangkan.

            Hasil validasi oleh ahli asesmen menunjukkan bahwa RPP, UKBM, asesmen diskusi, peer-assessment, dan asesmen pengetahuan termasuk dalam kriteria sangat valid, serta asesmen poster termasuk kriteria valid. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa semua produk pengembangan termasuk dalam kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut maka asesmen autentik yang dikembangkan layak untuk diimplementasikan.

            Hasil yang diperoleh dari angket respon pengguna (guru) menunjukkan bahwa RPP, UKBM, asesmen diskusi, asesmen pengetahuan, peer-assessment termasuk dalam kriteria sangat praktis, serta asesmen poster termasuk kriteria praktis. Hasil angket respon pengguna (siswa) menunjukkan bahwa UKBM dan asesmen pengetahuan termasuk kriteria sangat praktis, serta peer-assessment termasuk kriteria praktis. Hasil implementasi produk asesmen menunjukkan bahwa keterlaksanaan RPP sangat baik. Hasil tes kognitif siswa dari keempat kelas adalah 84,7 (sangat baik) dengan nilai tertinggi sebesar 98, sedangkan nilai terendah sebesar 60. Hasil observasi diskusi-presentasi menunjukkan bahwa 52,24% siswa dari keempat kelas sangat baik dalam melakukan diskusi dan 47,76% baik dalam melakukan diskusi. Keterampilan komunikasi lisan dan tulisan termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil analisis butir soal menunjukkan bahwa soal memiliki reliabilitas tinggi, tingkat kesukaran mudah sebanyak 30%, sedang 55%, sulit 15%, soal dengan daya beda cukup sebanyak 5%, baik 70%, dan sangat baik 25%.

            Kesimpulan penelitian adalah asesmen autentik yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Asesmen autentik yang dikembangkan memiliki indikator keterampilan komunikasi lisan dan tulisan sehingga dapat mengukur keterampilan komunikasi siswa dan hasil belajar.