SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Multimedia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA pada Siswa Kelas VII-F SMP Tamansiswa Malang.

Rahayu Setianingsih

Abstrak


Berdasarkan observasi pembelajaran di kelas VII-F SMP Tamansiswa Malang selama kegiatan studi pendahuluan pada tanggal 09 Februari 2018, diketahui bahwa keberhasilan belajar klasikal siswa SMP Tamansiswa Malang adalah 65% dari kriteria ketuntasan minimal 75. Berdasarkan wawancara dengan guru IPA di kelas VII-F SMP Tamansiswa bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah disebabkan oleh kurangnya kemampuan siswa untuk mengidentifikasi masalah materi IPA yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan masih rendah sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Pembelajaran yang inovatif dan kreatif yaitu dengan pembelajaran model Problem Based Learning dengan Multimedia dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas VII-F SMP Tamansiswa Malang menerapkan model Problem Based Learning dengan Multimedia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Materi pada siklus pertama adalah Pencemaran Lingkungan yang terdiri dari 5 pertemuan (12JP) dan siklus kedua adalah materi Pemanasan Global yang terdiri dari 5 pertemuan (10 JP).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi IPA kelas VII-F SMP Tamansiswa Malang dengan hasil kemampuan berpikir kritis siswa dari pra siklus ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 13% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 4%. Ketuntasan klasikal hasil kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 65,62% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,38%. Hasil belajar siswa ranah pengetahuan mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 21% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 5% dengan ketuntasan klasikal mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 53,13% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 28,1%. Peningkatan hasil belajar ranah keterampilan dari siklus I ke siklus II sebesar 2,84% dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%.