SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DIPADU DENGAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA MA ALMAARIF SINGOSARI

yuliati jamilah

Abstrak


Kurikulum 2013 adalah Kurikulum berbasis kompetensi yang dirancang untuk mengantisipasi kebutuhan kompetensi abad 21. Prinsip utama yang paling mendasar pada Kurikulum 2013 adalah penekanan pada kemampuan guru mengimplementasikan proses pembelajaran yang autentik, menantang, dan bermakna bagi siswa sehingga dengan demikian dapatlah berkembang potensi siswa sesuai dengan apa yang diharapkan oleh tujuan pendidikan nasional. Guru merupakan tenaga pendidik yang secara langsung terlibat dalam proses belajar mengajar, model pembelajaran yang digunakan guru sangat berpengaruh dalam menciptakan situasi belajar yang benar-benar menyenangkan dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar, serta sangat membantu dalam pencapaian prestasi belajar yang memuaskan. Perpaduan model pembelajaran dapat membantu menemukan teori, prinsip dan konsep pelajaran. Model pembelajaran
Discovery Learning merupakan model pembelajaran yang menekankan pada siswa untuk belajar mencari dan menemukan sendiri, mengubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang menekankan kemampuan siswa untuk bekerja secara berkelompok.

Berdasarkan hasil observasi di MA Almaarif Singosari diketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan masih terjadi secara teacher centered. Pembelajaran yang dilakukan terpusat pada guru dan masih menggunakan metode ceramah, di mana siswa tidak diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berpikir secara berkelompok, sehingga rendahnya pemahaman konsep terhadap materi yang dipelajari dan menyebabkan kurangnya aktivitas dan antusias siswa dalam pembelajaran. Hal ini berakibat pada hasil belajar siswa yang kurang optimal, sehingga hasil belajar kognitif siswa masih terbilang rendah. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi disebabkan karena siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning dipadu dengan Group Investigation perlu diteliti agar hasil yang diperoleh dapat dijadikan refleksi dan bahan pertimbangan pembelajaran yang akan diterapkan di MA Almaarif Singosari.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action
Research) suatu penelitian tindakan dalam lingkup pendidikan yang akan dilakukan oleh guru, yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya atau bersamasama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipasif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas) proses pembelajaran di kelasnya melalui suatu tindakan (treatment) tertentu dalam suatu siklus. Proses pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini didesain dari model Kurt Lewin. Komponen pokok dalam penelitian tindakan Kurt Lewin adalah: 1) perencanaan (planning) 2) tindakan (acting) 3) pengamatan (observing) 4) refleksi (reflecting).

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterlaksanaan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dipadu dengan Group Investigation oleh guru dan siswa pada siklus I mencapai 77,5% dengan kriteria baik sedangkan pada siklus II mencapai 88,7%, dengan kriteria sangat baik. Pemahaman konsep siswa pada siklus II mengalami peningkatan dibanding siklus I. Nilai yang diperoleh siswa pada siklus II mencapai 93,7, sedangkan pada siklus I hanya mencapai 87,5. Hasil belajar kognitif menunjukkan peningkatan pada siklus II dibandingkan siklus I. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 64,28%, sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus II sebesar 100%.