SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGANASESMENFORMATIF MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNINGUNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITISDAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI SISTEM RESPIRASIDI MA ALMAARIF SINGOSARI

IFA . WIDAYATI

Abstrak


Kata Kunci: Asesmen formatif, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar

 

Pengembangan asesmen formatif melalui model Discovery Learning pada materi Sistem Respirasi untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI di MA Al-Ma’arif Singosari dilakukan karena berdasarkan observasi diperoleh hasil bahwaketerampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada beberapa materi dengan tingkat kognitif tinggi masih rendah, serta belum tersedianya asesmen formatif yang memiliki indikator keterampilan berpikir kritis untuk mengukur aspek afektif, kognitif, dan psikomotor.

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengembangkan asesmen formatif yang dapat mengukur keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi sistem respirasi pada siswa SMA kelas XI di MA Al Ma’arif Singosari Malang dan (2) menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk asesmen formatif yang dikembangkan.

Model pengembangan yang digunakan adalah modelADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu:Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa instrumen tes kognitif, instrumen pembuatan poster, dan instrumendiskusi kelas serta perangkat pembelajaran lain seperti RPP dan LKS. Produk divalidasi terlebih dahulu oleh ahli asesmen dan ahli materi. Uji coba produk dilakukan terhadap 148 siswa XI MIA di MA Al-Maarif Singosari dengan menggunakan model Discovery Learning. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi, teknik analisis kualitatif, dan analisis butir soal. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif.

Hasil validasi ahli asesmen terhadap RPP yang dikembangkan sebesar 3,91(sangat valid), LKS 3,44 (sangat valid),asesmen diskusi 3,62(sangat valid), asesmen kegiatan pembuatan poster 3,57 (sangat valid), asesmen pengetahuan soal pilihan ganda 4 (sangat valid) , dan soal essay 3,92 (sangat valid). Hasil validasi ahli materi terhadap RPP, LKS, asesmen pengetahuan soal pilihan ganda dan essay yang dikembangkan sebesar 4 (sangat valid).

Hasil uji kepraktisan asesmen formatif yang dikembangkan dilihat dari hasil angket respons pengguna yaitu guru dan siswa. Hasil angket respons siswa menunjukkan bahwa LKS dan asesmen tes kognitif termasuk dalam kategori sangat praktis. Hasil angket respons guru menunjukkan bahwa RPP, LKS, asesmen diskusi, asesmen pembuatan poster, dan asesmen tes kognitif termasuk dalam kategori sangat praktis.

Hasil uji keefektifan asesmen diskusi menunjukkan aktivitas siswa dengan kriteria baik sebanyak 18,24% dan siswa dengan kriteria sangat baik sebanyak 81,76%. Asesmen pembuatan poster menunjukkan aktivitas siswa dengan kriteria baik sebanyak 18,24% dan siswa dengan kriteria sangat baik sebanyak 81,76%. Hasil keefektifan asesmen tes kognitif menunjukkan rerata nilai yang diperoleh siswa sebesar 85,43 (3,42 dalam skala 1-4) sehingga termasuk dalam kriteria sangat baik. Berdasar hasil tersebut maka instrumen asesmen diskusi, pembuatan poster, dan soal tes kognitif termasuk dalam katerogi efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah produk asesmen formatif yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran, serta dapat mengukur keterampilan berpikir kritis siswa.