SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Isolasi dan Identifikasi Spesies Kapang Kontaminan pada Biji Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) di Pasar Tradisional Kota Malang

Maulita Fitria

Abstrak


RINGKASAN

Maulita, Fitria. 2019. Isolasi dan Identifikasi Spesies Kapang Kontaminan pada Biji Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) di Pasar Tradisional Kota Malang. Skripsi. Program Studi Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Sitoremsi Prabaningtyas, S.Si, M.Si.

Kata Kunci: Kapang kontaminan, biji kedelai, pasar tradisional

Biji kedelai dapat mengalami kerusakan, penyebab kerusakan tersebut antara lain: karena pemanenan yang kurang cermat, serangan serangga hama di lahan pertanian, dan gigitan serangga di tempat penyimpanan biji sebelum dijual, serta terkontaminasi oleh kapang kontaminan di pasar. Kerusakan pada biji-bijian karena gigitan serangga hama akan menyebabkan spora kapang kontaminan masuk dan berkembang biak di dalam biji, sehingga menyebabkan biji mengalami kerusakan seperti: biji berlubang, berserbuk, keriput, berbau apak, dan berpotensi tercemar mikotoksin.

Tujuan penelitian ini ialah:

1) mengisolasi dan mengidentifikasi semua spesies kapang kontaminan pada biji kedelai yang dijual di beberapa pasar di Kota Malang,

2) menentukan spesies kapang kontaminan yang paling dominan dalam biji kedelai yang diteliti, dan

3) mengkaji dampak cemaran kapang kontaminan terhadap penurunan kualitas biji kedelai berdasarkan kajian pustaka.

Data akan diperoleh melalui metode observasi, deskripsi, dan identifikasi semua spesies kapang kontaminan yang ditemukan pada biji kedelai yang diteliti. Observasi dan pengambilan sampel biji kedelai dilakukan di lima pasar di Kota Malang, yaitu Pasar Blimbing, Pasar Tawangmangu, Pasar Besar, Pasar Kedungkandang, dan Pasar Mergan. Sampel biji kedelai dari kelima pasar dicampur dan diinokulasi untuk mengisolasi kapang kontaminan dalam biji kedelai. Selanjutnya dilakukan identifikasi dengan deskripsi morfologi koloni dan mikroskopis kapang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa

1) ditemukan 7 spesies kapang kontaminan pada sampel biji kedelai yaitu: Scopulariopsis brevicaulis, Penicillium frequentans, Aspergillus tamarii, Mycelia sterilia I, Aspergillus oryzae, Aspergillus ochraceus, dan Mycelia sterilia II.;

2) spesies kapang kontaminan yang paling dominan dalam biji kedelai yang diteliti yaitu Aspergillus ochraceus;

3) cemaran kapang berdampak terhadap penurunan kualitas biji kedelai, misalnya: tekstur biji berserbuk, hancur, keriput, berbau apak, dan berpotensi tercemar oleh mikotoksin yang dapat dihasilkan oleh kapang kontaminan penghasil mikotoksin.