SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 PURWOSARI

Murdianto Koko

Abstrak


RINGKASAN

Murdianto, Koko. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Purwosari. Skripsi. Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc.

Kata Kunci: Inkuiri terbimbing, berpikir kritis, hasil belajar

Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara yang dilaksanakan dengan guru Biologi kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Purwosari diketahui bahwa kegiatan pembelajaran yang selama ini berlangsung masih belum dapat melatih dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta hasil belajar Biologi siswa. Pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing diharapkan dapat membuat dan melatih siswa untuk dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas di mana penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa dalam 2 siklus, dengan tiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Purwosari. Adapun data keterampilan berpikir kritis berupa skor yang diperoleh dari prates dan pascates yang berupa soal uraian yang disesuaikan dengan rubrik keterampilan berpikir kritis. Hasil belajar Biologi terdiri atas hasil belajar kognitif berupa skor tes akhir siklus, afektif berupa skor sikap siswa tiap pertemuan, dan psikomotor berupa hasil observasi psikomotor siswa.

Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa. Keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I menunjukkan hasil n-gain sebesar 0.2 dengan kriteria kurang, sedangkan pada siklus II menunjukkan hasil n-gain sebesar 0.34 dengan kriteria sedang. Hasil belajar kognitif siswa menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 67% pada siklus I dan sebesar 100% pada siklus II. Hasil belajar afektif menunjukkan skor rata-rata kelas pada siklus I sebesar 60 dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 65 dengan kriteria baik. Hasil belajar psikomotor menunjukkan skor rata-rata kelas pada siklus I sebesar 77 dengan kriteria sangat baik dan pada siklus II sebesar 88 dengan kriteria sangat baik. Adapun dalam penelitian tindakan kelas ini didapatkan temuan bahwa dengan melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran di tiap tahapnya, hal ini membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga keterampilan berpikir kritis siswa dapat terlatih. Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan perlu dilakukan tindakan dengan siklus yang lebih banyak untuk membuat siswa lebih terbiasa dalam menggunakan keterampilan berpikir kritisnya sehingga keterampilan berpikir kritis siswa dapat meningkat ke kriteria yang lebih baik.

SUMMARY

Murdianto, Koko. 2019. Implementation of Guided Inquiry Learning Model to Improve Critical Thinking Skills and Biological Learning Outcomes of Grade XI of State Senior High School 1 Purwosari. Thesis. Department of Biology, Biology Education Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc.

Keywords: Guided Inquiry, critical thinking, learning achievement

Based on the observation of learning activities and interviews conducted with the XI MIA 3 Biology teacher of State Senior High School 1 Purwosari it is known that the existing learning activities have not been able to train and improve the critical thinking skill as well as the students' learning outcomes. Learning with guided inquiry learning model is expected to be able to create and train students to improve critical thinking skills and student learning outcomes.

This type of research is a classroom action research in which aims to improve critical thinking skills and student biology learning outcomes in 2 cycles with each cycle consisting of four meetings. Subjects in this study are all students of XI MIA 3 of State Senior High School 1 Purwosari. The critical thinking ability data is obtained from pretest and posttest from critical thinking essay test that is tailored to the critical thinking skills rubric. Biological learning outcomes consist of cognitive outcome which is assessed from final test scores from each cycles, affective outcome which is assessed from students’ attitude scores for each meeting, and psychomotor outcome which is assessed from students’ psychomotor observation results.

The results of class action studies have shown an increase in critical thinking skills and student biology learning outcomes. The students' critical thinking skill in cycle I showed the result of n-gain of 0.2 which means less criteria, while in cycle II showed the result of n-gain of 0.34 which means moderate criteria. The students' cognitive learning result showed classical completeness of 67% in cycle I and 100% in cycle II. The affective learning result showed the average score of the class at cycle I of 60 whisch means good criteria and at cycle II of 65 which means good criteria. Psychomotor learning results showed the average score of the class at cycle I of 77 which means excellent criteria and at cycle II of 88 which means excellent criteria. As for this class action study, it has been found that involving students in each stage of learning activities may make students more active in learning activities, so students' critical thinking skills can be trained. Based on class action studies that have been implemented, it is needed to take action with more cycles to make students more accustomed in using their critical thinking skills so that students' critical thinking skills can be improved to better criteria.